Vaksin Rabies: Kapan, Bagaimana, dan Berapa Biayanya

Rabies adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia, terutama karena tingkat kematian yang hampir 100% jika tidak ditangani tepat waktu. Sebagai milenial yang peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang di sekitar, memahami vaksin rabies sangat penting.

Artikel ini akan membahas penyebab rabies, harga vaksin rabies, waktu yang tepat untuk divaksin, nama vaksin rabies, serta lokasi penyuntikannya.

Apa Itu Rabies dan Penyebabnya?

Apa Itu Rabies dan Penyebabnya?
Apa Itu Rabies dan Penyebabnya?

Rabies adalah penyakit viral yang menyerang sistem saraf pusat, terutama otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini biasanya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, kelelawar, dan beberapa hewan liar lainnya.

Virus rabies terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi, sehingga gigitan menjadi cara penularan yang paling umum.

Gejala awal rabies sering kali mirip flu, seperti demam, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman di lokasi gigitan. Namun, seiring perkembangan virus, gejala akan menjadi lebih serius, termasuk kesulitan menelan, kejang, kecemasan ekstrem, dan akhirnya kematian jika tidak segera ditangani.

Mengetahui penyebab rabies penting agar Anda bisa melakukan pencegahan sejak dini. Salah satu langkah pencegahan paling efektif adalah mendapatkan vaksin rabies sebelum atau setelah terpapar virus.

Baca juga: Apa Saja Perawatan Lansia? Simak 5 Penting Ini

Berapakah Harga Vaksin Rabies?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah berapa biaya vaksin rabies. Harga vaksin rabies bisa bervariasi tergantung pada fasilitas kesehatan yang Anda pilih. Di rumah sakit umum atau klinik hewan, harga vaksin rabies biasanya berkisar antara Rp300.000 hingga Rp700.000 per dosis.

Perlu Anda ketahui bahwa vaksin ini biasanya diberikan dalam beberapa dosis sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh tenaga medis.

Karena itu, biaya total bisa bertambah jika Anda memerlukan vaksin lanjutan. Meski harganya cukup tinggi, investasi ini sebanding dengan manfaatnya karena rabies adalah penyakit yang mematikan.

Selain itu, beberapa klinik dan fasilitas kesehatan menyediakan paket lengkap yang termasuk pemeriksaan awal dan penyuntikan vaksin, sehingga Anda tidak perlu khawatir mengatur jadwal sendiri.

Kapan Harus Suntik Vaksin Rabies?

Kapan Harus Suntik Vaksin Rabies?
Kapan Harus Suntik Vaksin Rabies?

Pernahkah Anda bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin rabies? Mengetahui momen yang pas sangat penting agar tubuh Anda memiliki perlindungan maksimal terhadap virus mematikan ini.

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin. Ada dua skenario utama, pencegahan dan pasca-terpapar.

  1. Vaksinasi Pencegahan (Pre-Exposure):

    • Jika Anda sering berinteraksi dengan hewan berisiko tinggi atau bekerja di lingkungan yang rawan rabies, mendapatkan vaksin sebelum terpapar sangat dianjurkan. Vaksin ini membantu tubuh Anda membentuk antibodi sehingga lebih siap melawan virus jika suatu saat terjadi gigitan.

  2. Vaksinasi Pasca-Terpapar (Post-Exposure):

    • Jika Anda digigit atau dicakar hewan yang diduga terinfeksi rabies, segera bersihkan luka dengan air mengalir dan sabun, lalu segera dapatkan vaksin rabies. Pemberian vaksin harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah virus masuk ke sistem saraf.

Anda harus mengikuti jadwal dosis yang direkomendasikan oleh tenaga medis agar vaksin memberikan perlindungan maksimal. Biasanya, vaksin diberikan dalam beberapa suntikan dengan interval tertentu, tergantung protokol vaksinasi yang digunakan.

Vaksin Rabies Namanya Apa?

Tahukah Anda bahwa tidak semua vaksin rabies memiliki nama yang sama? Memahami jenis dan nama vaksin yang digunakan penting agar Anda bisa merasa tenang dan percaya diri saat menerima suntikan.

Jika Anda ingin memastikan bahwa vaksin yang digunakan aman dan resmi, penting untuk mengetahui nama vaksin. Beberapa vaksin yang umum digunakan meliputi:

  • Verorab: vaksin buatan Perancis, sering digunakan di rumah sakit dan klinik hewan.

  • Rabipur: vaksin buatan India/Jerman, direkomendasikan untuk penggunaan manusia.

  • PCEC (Purified Chick Embryo Cell): vaksin yang digunakan secara luas dan aman untuk berbagai kelompok usia.

Nama vaksin rabies bisa berbeda tergantung negara dan fasilitas kesehatan, tetapi prinsip kerjanya sama, yaitu merangsang sistem imun untuk membentuk antibodi terhadap virus rabies.

Sebelum disuntik, Anda bisa menanyakan langsung kepada tenaga medis tentang jenis vaksin yang akan digunakan agar lebih tenang dan percaya diri.

Vaksin Rabies Disuntikkan di Mana?

Vaksin Rabies Disuntikkan di Mana?
Vaksin Rabies Disuntikkan di Mana?

Anda mungkin penasaran, di bagian mana tubuh Anda vaksin rabies disuntikkan? Lokasi dan metode penyuntikan menentukan seberapa cepat antibodi terbentuk dan seberapa efektif perlindungan yang diberikan.

Lokasi penyuntikan vaksin ini sangat penting agar efektivitasnya maksimal. Secara umum, vaksin rabies disuntikkan melalui:

  1. Intra-Dermal (ID) yang disuntikkan di lapisan kulit. Metode ini biasanya digunakan pada vaksinasi pencegahan atau pasca-terpapar untuk dosis tertentu.

  2. Intra-Muscular (IM) yang disuntikkan ke otot, biasanya di lengan atas (deltoid) untuk orang dewasa atau paha bagian depan untuk anak-anak.

Tenaga medis akan menentukan metode yang paling tepat berdasarkan usia, kondisi kesehatan, dan jenis vaksin yang digunakan.

Jangan ragu untuk menanyakan prosedur ini, karena lokasi dan metode penyuntikan berpengaruh pada kecepatan dan kekuatan pembentukan antibodi tubuh Anda.

Baca juga: Ingin Tahu Tentang Infus Albumin 20? Ini Penjelasan Lengkap untuk Anda

Tips Aman dan Efektif Mendapatkan Vaksin Rabies

Mendapatkan vaksin rabies tidak hanya soal suntik dan selesai begitu saja. Ada beberapa langkah penting yang bisa membuat proses vaksinasi lebih aman dan efektif, mulai dari cara membersihkan luka hingga mengikuti jadwal dosis yang benar.

Sebagai milenial yang ingin tetap aktif dan sehat, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar vaksin bekerja maksimal:

  1. Segera bersihkan luka: setelah digigit, cuci luka dengan sabun dan air mengalir minimal 15 menit untuk mengurangi risiko infeksi.

  2. Konsultasikan dengan tenaga medis: jangan menunda vaksin rabies. Konsultasi dengan dokter akan memastikan dosis dan jadwal yang tepat.

  3. Catat jadwal dosis: beberapa vaksin rabies memerlukan beberapa suntikan. Pastikan Anda mengikuti jadwal agar perlindungan maksimal.

  4. Pantau reaksi tubuh: beberapa orang mungkin mengalami reaksi ringan seperti nyeri di lokasi suntikan atau demam ringan. Ini normal, tapi jika gejala berat muncul, segera hubungi dokter.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda bisa lebih tenang dan terlindungi dari risiko rabies.

Bagi Anda yang ingin perawatan lebih nyaman tanpa harus ke rumah sakit, Homecare Lansia siap membantu dengan layanan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, infus albumin, hingga vaksin rabies.

Dengan layanan ini, vaksin dan perawatan kesehatan lain bisa dilakukan dengan mudah, aman, dan efisien di rumah. Jangan tunggu hingga terlambat, lindungi diri Anda dan orang terdekat mulai hari ini bersama Homecare Lansia!

One thought on “Vaksin Rabies: Kapan, Bagaimana, dan Berapa Biayanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Home Care Lansia Official

Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka

Promo Jangan tampilkan lagi Saya Ikut
Chat WhatsApp
WhatsApp