Pernahkah Anda bertanya-tanya apa itu lansia dan mengapa topik ini begitu penting untuk dibicarakan? Lansia adalah singkatan dari lanjut usia, yaitu fase kehidupan ketika seseorang memasuki usia 60 tahun ke atas.
Pada tahap ini, tubuh dan pikiran mengalami perubahan besar yang memengaruhi kesehatan, aktivitas, dan kualitas hidup sehari-hari.
Memahami apa itu lansia bukan hanya relevan bagi orang tua kita, tetapi juga bagi Anda sebagai generasi muda yang kelak akan menghadapi fase ini.

Sebelum membicarakan lebih jauh, mari kita pahami dulu apa itu lansia menurut definisi. Istilah ini bukan hanya soal angka usia, tetapi juga menggambarkan fase hidup ketika tubuh, pikiran, dan gaya hidup seseorang mulai mengalami perubahan alami.
Secara umum, apa itu lansia dapat dijelaskan sebagai individu yang sudah memasuki tahap penuaan, di mana fungsi tubuh tidak lagi sekuat ketika masih muda.
Perubahan yang muncul mencakup penurunan metabolisme, kemampuan indera, hingga ketahanan fisik. Meski begitu, lansia tetap bisa memiliki hidup yang aktif dan sehat dengan dukungan keluarga dan gaya hidup yang tepat.
Baca juga: Suntik Pelumas Sendi Lutut sebagai Solusi Nyeri Lutut agar Tubuh Tetap Aktif
Tidak semua orang yang disebut lansia berada dalam kondisi yang sama. Ada tahapan yang membedakan pengalaman setiap individu di masa lanjut usia.
Membicarakan apa itu lansia juga berarti memahami kategorinya. Para ahli membagi usia lansia menjadi beberapa tahap:
Pra-lansia (45–59 tahun): masa transisi menuju lanjut usia.
Lansia awal (60–74 tahun): perubahan fisik mulai terasa nyata.
Lansia madya (75–90 tahun): kondisi kesehatan membutuhkan perhatian khusus.
Lansia sangat tua (90 tahun ke atas): membutuhkan pendampingan intensif.
Dengan mengetahui tahap ini, Anda bisa lebih siap menghadapi dan mendampingi keluarga yang memasuki masa lanjut usia.

Lalu, bagaimana cara mengenali seseorang sudah masuk kategori lansia? Ada tanda-tanda fisik maupun mental yang biasanya terlihat jelas.
Mengetahui ciri-ciri lansia membantu Anda lebih peka, sehingga bisa memberikan perhatian dan dukungan yang sesuai dengan kondisi mereka. Umumnya, lansia memiliki tanda-tanda berikut:
Kulit keriput dan elastisitas berkurang.
Gigi mulai ompong atau rapuh.
Otot melemah dan pergerakan menjadi lambat.
Daya ingat menurun.
Lebih mudah terserang penyakit.
Memahami ciri-ciri ini membantu Anda lebih sigap dalam memberikan perhatian dan perawatan.
Menjadi lansia tentu membawa kebijaksanaan hidup, tetapi juga hadir dengan sejumlah tantangan. Mulai dari kesehatan, perasaan kesepian, hingga keterbatasan fisik, semuanya bisa memengaruhi kualitas hidup.
Membicarakan apa itu lansia tidak bisa lepas dari tantangan yang mereka alami, seperti:
Kesehatan: munculnya penyakit degeneratif seperti diabetes dan jantung.
Mental: risiko depresi akibat kesepian.
Kemandirian: sulit melakukan aktivitas harian sendiri.
Anda yang hidup di era modern bisa membantu lansia melewati tantangan ini dengan memberikan perhatian ekstra atau menyediakan fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau.

Di balik semua perubahan yang dialami, ada satu hal yang paling dibutuhkan lansia, yaitu dukungan keluarga. Perhatian kecil dari Anda bisa memberi dampak besar, mulai dari menemani mereka berbincang hingga memastikan kebutuhan kesehatannya terpenuhi.
Anda bisa:
Menyediakan waktu berkualitas untuk berbincang.
Mengajak olahraga ringan sesuai kemampuan mereka.
Membantu mengatur pola makan bergizi.
Mengingatkan untuk kontrol kesehatan rutin.
Peran keluarga sangat krusial agar lansia merasa dihargai, tidak kesepian, dan tetap memiliki semangat hidup.
Baca juga: Pasien Sulit Menelan? Ketahui 5 Tujuan Pemasangan NGT
Meski topik ini membicarakan lansia, bukan berarti tidak relevan untuk Anda yang masih muda. Justru, langkah-langkah sederhana yang dilakukan hari ini bisa menentukan bagaimana kondisi Anda di masa depan.
Membahas apa itu lansia juga relevan bagi diri Anda sendiri. Untuk menjadi lansia sehat di masa depan, mulai lakukan kebiasaan baik sejak sekarang:
Rajin olahraga minimal 30 menit per hari.
Konsumsi makanan seimbang dengan sayur, buah, dan protein.
Jaga kesehatan mental dengan aktivitas positif.
Hindari stres berlebih dengan gaya hidup seimbang.
Kebiasaan ini adalah investasi jangka panjang agar kelak Anda bisa menjalani masa tua yang bahagia dan mandiri. Lansia bukan berarti akhir dari segalanya, melainkan babak baru yang bisa tetap dijalani dengan sehat dan penuh semangat.
Jika Anda memiliki orang tua atau kerabat yang sudah memasuki usia lansia, pastikan mereka mendapatkan perhatian yang layak. Kini ada Homecare Lansia, layanan kesehatan yang memudahkan keluarga Anda, mulai dari panggil dokter ke rumah hingga infus nutrisi sesuai kebutuhan.
Hubungi Homecare Lansia sekarang dan berikan perawatan terbaik untuk orang tercinta tanpa repot keluar rumah. Karena menjaga kesehatan lansia sama artinya dengan menjaga kebahagiaan keluarga.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
One thought on “Apa Itu Lansia? Definisi, Tahapan, dan Perannya”