Menjaga kesehatan orang tua di usia lanjut memang membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal pola makan. Saat seseorang memasuki usia 75 tahun ke atas, kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dan mencerna makanan sudah tidak sekuat dulu.
Karena itu, memilih menu makanan lansia 75–90th yang sesuai dengan kebutuhan tubuh menjadi langkah penting agar mereka tetap sehat, kuat, dan bahagia menjalani hari.
Artikel ini akan membantu Anda memahami apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyusun menu makanan lansia 75–90th, lengkap dengan rekomendasi bahan makanan, contoh menu harian, serta tips penyajian yang aman dan bergizi.

Tubuh lansia mengalami banyak perubahan fisiologis. Massa otot menurun, metabolisme melambat, dan sistem pencernaan menjadi lebih sensitif. Kondisi ini membuat mereka membutuhkan makanan yang lebih mudah dicerna namun tetap kaya nutrisi.
Menu makanan lansia 75–90th tidak bisa disamakan dengan makanan orang dewasa biasa. Pola makan mereka harus rendah lemak jenuh, tinggi protein berkualitas, kaya serat, serta mengandung cukup cairan untuk mencegah dehidrasi.
Tujuannya bukan hanya agar lansia tidak sakit, tetapi juga untuk menjaga fungsi organ, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik.
Baca juga: Mual dan Muntah pada Kehamilan: Penyebab dan 8 Cara Mengatasinya

Sebelum Anda mulai menyiapkan makanan untuk orang tua di rumah, penting untuk memahami prinsip dasarnya terlebih dahulu. Lansia memiliki kebutuhan gizi yang berbeda dibandingkan orang dewasa muda, sehingga Anda tidak bisa asal menyajikan makanan yang “kelihatannya sehat”.
Ini yang perlu Anda perhatikan:
Utamakan gizi seimbang. Setiap hidangan sebaiknya mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam porsi yang tepat.
Pilih bahan yang alami dan segar. Hindari makanan kemasan atau olahan karena biasanya mengandung garam, gula, dan pengawet berlebih.
Perhatikan tekstur makanan. Lansia sering mengalami kesulitan mengunyah, sehingga makanan sebaiknya lembut, mudah ditelan, dan tidak keras.
Kurangi garam dan gula. Gunakan bumbu alami seperti daun salam, jahe, atau bawang putih untuk menambah cita rasa tanpa meningkatkan tekanan darah.
Porsi kecil tapi sering. Lansia lebih nyaman makan sedikit-sedikit, tetapi lebih sering. Ini juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Agar tubuh lansia tetap kuat dan tidak mudah sakit, setiap hidangan yang Anda sajikan harus mengandung nutrisi lengkap dan seimbang. Bukan hanya soal rasa, tetapi bagaimana setiap bahan makanan bisa memberikan manfaat nyata bagi kesehatan mereka.
Dalam menyusun menu makanan lansia 75–90th, pastikan Anda memasukkan komponen penting berikut:
Protein: membantu menjaga massa otot dan mempercepat penyembuhan jaringan tubuh. Pilih ikan, tahu, tempe, telur, atau ayam tanpa kulit.
Karbohidrat kompleks: seperti nasi merah, kentang rebus, atau roti gandum untuk energi yang tahan lama.
Serat: membantu pencernaan dan mencegah sembelit. Dapatkan dari sayur bayam, wortel, labu, atau buah pepaya.
Kalsium dan vitamin D: penting untuk menjaga kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis.
Air putih: minimal 6–8 gelas per hari untuk mencegah dehidrasi, terutama pada lansia yang kurang merasa haus.

Kadang Anda mungkin bingung, sebenarnya seperti apa sih contoh menu makanan yang pas untuk lansia di usia 75 tahun ke atas? Tak perlu khawatir, dengan sedikit penyesuaian bahan, cara masak, dan porsi, Anda bisa menyusun menu sehari penuh yang sehat, mudah dicerna.
Berikut contoh menu makanan lansia 75–90th yang bisa Anda terapkan:
Pagi (Sarapan):
Bubur kacang hijau tanpa santan
Telur rebus
Segelas susu rendah lemak
Siang (Makan Siang):
Nasi merah
Ikan kembung kukus dengan bumbu jahe
Sayur bening bayam dan jagung muda
Air putih hangat
Sore (Camilan):
Puding susu rendah gula
Potongan buah lembut seperti melon atau pisang
Malam (Makan Malam):
Sup ayam kampung dengan sayur wortel
Tahu kukus saus kecap ringan
Air putih hangat atau air jahe
Dengan kombinasi seperti di atas, kebutuhan energi, protein, dan vitamin harian lansia dapat terpenuhi tanpa membebani sistem pencernaan mereka.
Salah satu tantangan terbesar dalam merawat lansia adalah menjaga agar mereka tetap semangat makan. Menjaga agar menu makanan lansia 75–90th tetap menarik menjadi tantangan tersendiri.
Lansia sering kehilangan selera makan karena makanan terasa hambar atau terlalu monoton. Untuk itu, Anda bisa menerapkan tips berikut:
Ubah tampilan hidangan. Potong buah atau sayur dengan bentuk menarik agar lebih menggugah selera.
Gunakan aroma segar. Tambahkan daun jeruk, sereh, atau jahe untuk memberikan wangi alami pada masakan.
Beri variasi tekstur. Campurkan makanan lembut dengan sedikit tekstur seperti kentang tumbuk atau sayur kukus agar tidak monoton.
Sesuaikan dengan kondisi kesehatan. Jika lansia memiliki diabetes atau hipertensi, konsultasikan dengan ahli gizi untuk menyesuaikan asupan.
Menjaga pola makan lansia memang tidak selalu mudah. Tidak semua lansia mudah diajak menjaga pola makan sehat. Beberapa kendala yang sering Anda temui antara lain:
Nafsu makan menurun akibat gangguan pencernaan atau efek obat.
Sulit menelan (disfagia) yang membuat makanan harus dihaluskan.
Masalah gigi atau gusi yang membuat mereka menghindari makanan keras.
Rasa lelah atau tidak semangat makan karena faktor psikologis.
Untuk mengatasinya, Anda bisa menyesuaikan tekstur makanan atau menambahkan menu berkalori tinggi tapi sehat seperti alpukat, pisang, atau sup ayam bergizi. Jika nafsu makan terus menurun, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Meskipun menu makanan lansia 75–90th sudah baik, tidak jarang tubuh mereka tetap membutuhkan tambahan nutrisi. Ini bisa dilakukan dengan suplemen vitamin, mineral, atau terapi medis seperti infus nutrisi.
Infus nutrisi berfungsi membantu pemenuhan kebutuhan gizi harian ketika lansia sulit makan atau mengalami kekurangan energi. Dengan pengawasan tenaga medis, terapi ini dapat membantu menjaga stamina tubuh tanpa risiko pencernaan terganggu.
Baca juga: 5 Cara Menangani Asam Lambung agar Tidak Kambuh di Waktu Sibuk
Sebagai anak atau cucu, kehadiran Anda memiliki dampak besar terhadap semangat hidup lansia. Temani mereka makan, bantu menyiapkan makanan, atau sekadar mengobrol di waktu makan. Hubungan emosional yang hangat terbukti bisa meningkatkan selera makan dan memperbaiki kualitas hidup mereka.
Anda juga bisa melibatkan tenaga ahli gizi atau perawat profesional untuk membantu menyusun menu makanan lansia 75–90th sesuai kebutuhan medis individu, terutama bila mereka memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gagal ginjal ringan.
Merancang menu makanan lansia 75–90th bukan sekadar soal memenuhi perut, tetapi tentang menjaga kesehatan, kebahagiaan, dan martabat orang tua di masa tua mereka. Namun, jika Anda merasa membutuhkan bantuan profesional dalam merawat lansia di rumah, Homecare Lansia siap membantu.
Layanan ini menyediakan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, infus albumin, hingga pemasangan sonde makan yang dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman. Dengan pendekatan yang ramah dan penuh kasih sayang, Homecare Lansia memastikan orang tua Anda mendapatkan perawatan terbaik tanpa perlu ke rumah sakit.
Hubungi Homecare Lansia sekarang untuk mendapatkan layanan medis terbaik langsung di rumah dan bantu orang tua Anda menikmati masa tua dengan nyaman, aman, dan penuh kasih.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka