Banyak lansia mengalami penurunan kemampuan bergerak akibat perubahan pada persendian, seperti kekakuan, nyeri, hingga melemahnya otot di sekitar sendi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi kemandirian dan kepercayaan diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, dukungan berupa aktivitas harian yang aman dan terarah menjadi langkah penting untuk menjaga kemampuan gerak mereka.
Artikel ini membahas cara menjaga mobilitas lansia melalui aktivitas sederhana yang dapat dilakukan di rumah. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip perawatan homecare yang mengutamakan keselamatan, kemudahan, serta dukungan berkelanjutan. Dengan pola aktivitas yang tepat, lansia dapat mempertahankan fungsi tubuhnya dan meminimalkan risiko cedera. Setiap sub bab disusun secara informatif agar keluarga maupun caregiver dapat menerapkannya secara aman.
Aktivitas ringan memiliki peran besar dalam mempertahankan mobilitas lansia, karena gerakan sederhana membantu menjaga kelenturan persendian dan memperkuat otot penopang tubuh. Lansia yang tetap aktif cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami kekakuan, kehilangan keseimbangan, dan gangguan pergerakan. Aktivitas ringan tidak harus intens, tetapi dilakukan secara teratur agar sendi tetap bekerja dengan optimal. Hal ini dapat dilakukan di rumah tanpa membutuhkan alat khusus.
Keluarga atau pendamping dapat membuat jadwal aktivitas harian agar lansia tidak terlalu lama berada dalam posisi duduk atau berbaring. Gerakan seperti mengangkat tangan, memutar pergelangan kaki, hingga berjalan beberapa menit membawa manfaat besar. Aktivitas yang terstruktur membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi nyeri sendi, serta menjaga stamina tubuh. Dengan demikian, mobilitas lansia tetap terjaga meski berada dalam kondisi fisik terbatas.
Baca juga: 4 Terapi dan Suplemen untuk Pelumas Sendi bagi Lansia
Peregangan merupakan salah satu latihan paling aman untuk meningkatkan mobilitas lansia, karena gerakan ini mampu merilekskan otot dan melenturkan persendian tanpa memberikan beban berlebih. Peregangan dapat dilakukan pada pagi hari untuk mengurangi kekakuan setelah bangun tidur. Selain itu, peregangan membantu menjaga kelenturan tubuh yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari seperti berjalan, jongkok, atau bangun dari kursi.
Untuk hasil yang lebih baik, peregangan dapat dilakukan dengan tempo lambat dan terkontrol. Keluarga dapat mengarahkan lansia untuk melakukan peregangan area leher, lengan, pinggang, dan betis selama beberapa detik. Setiap gerakan dilakukan tanpa memaksakan posisi tubuh agar terhindar dari cedera. Jika dilakukan secara rutin, peregangan membantu mengurangi ketegangan otot dan memberi kenyamanan pada persendian.
Berjalan merupakan aktivitas sederhana yang sangat berguna dalam menjaga mobilitas lansia, karena gerakan ritmis ini membantu memperkuat otot tungkai dan meningkatkan stabilitas tubuh. Lansia dapat berjalan di dalam rumah atau halaman dengan pengawasan apabila memiliki masalah keseimbangan. Aktivitas berjalan tidak hanya bermanfaat bagi sendi, tetapi juga mendukung kebugaran jantung dan paru-paru.
Pendamping dapat menyesuaikan durasi berjalan sesuai kemampuan lansia, misalnya lima hingga sepuluh menit setiap sesi. Menggunakan alat bantu seperti tongkat dapat memberikan rasa aman dan mengurangi risiko jatuh. Berjalan secara teratur membantu mempertahankan kekuatan otot, menjaga kelancaran aliran darah, dan memberikan rasa percaya diri dalam bergerak.
Latihan duduk-berdiri merupakan latihan sederhana yang dapat memperkuat otot paha, panggul, dan lutut sehingga mendukung mobilitas lansia dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Gerakan ini membantu melatih kemampuan bangkit dari kursi, yang sering menjadi tantangan bagi lansia dengan masalah sendi. Latihan dapat dilakukan dengan menggunakan kursi stabil dan datar agar aman.
Pendamping dapat membantu dengan memberikan arahan langkah demi langkah. Lansia cukup duduk tegak, kemudian berdiri perlahan sambil menjaga keseimbangan tubuh. Latihan ini tidak membutuhkan waktu lama, tetapi memberikan manfaat yang signifikan ketika dilakukan secara teratur. Gerakan duduk-berdiri membantu meningkatkan kekuatan otot inti dan mencegah penurunan kemampuan fungsional.
Istirahat yang cukup merupakan bagian penting dalam menjaga mobilitas lansia, karena sendi dan otot membutuhkan waktu untuk memulihkan diri setelah beraktivitas. Lansia yang beristirahat dengan baik memiliki kemampuan lebih baik dalam mengatur energi sehingga tidak mudah lelah ketika bergerak. Pola istirahat yang seimbang juga membantu mengurangi stres pada persendian.
Pendamping dapat membantu lansia membuat pola istirahat yang terjadwal. Mengatur waktu duduk, berbaring, dan bergerak secara bergantian adalah cara efektif untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Istirahat yang cukup membantu menjaga kesehatan sendi dan mengoptimalkan manfaat dari aktivitas harian yang sudah dijalankan.
Baca juga: Cara Cegah Nyeri Sendi dengan 5 Tips Ini
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka