Peran Penting Protein dan Mineral dalam Menjaga Kesehatan Lansia

Peran Penting Protein dan Mineral

Protein dan mineral menjadi dua nutrisi kunci yang sangat dibutuhkan lansia karena memasuki usia lanjut, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis yang berpengaruh langsung pada kesehatan, kekuatan otot, dan fungsi organ. Salah satu aspek terpenting dalam menjaga kesehatan lansia adalah memastikan kecukupan protein dan mineral, dua komponen nutrisi yang berperan besar dalam mempertahankan fungsi tubuh, kekuatan tulang, dan daya tahan tubuh.

Peran Vital Protein dan Mineral dalam Mempertahankan Massa Otot Lansia

Pada lansia, penurunan massa otot atau sarcopenia adalah salah satu kondisi yang paling sering muncul akibat proses penuaan alami. Kekurangan asupan protein dapat mempercepat hilangnya massa otot, yang kemudian berdampak pada kelemahan fisik, gangguan mobilitas, hingga meningkatnya risiko jatuh. Oleh karena itu, memastikan asupan protein yang cukup menjadi hal krusial untuk mencegah penurunan fungsi motorik dan menjaga lansia tetap aktif. Protein berfungsi sebagai pembangun sel-sel tubuh, memperbaiki jaringan yang rusak, serta menjaga kekuatan otot yang menjadi dasar kemampuan bergerak sehari-hari.

Sementara itu, mineral seperti kalsium dan magnesium juga memainkan peran penting dalam mendukung kesehatan otot. Kalsium berperan dalam kontraksi otot, sedangkan magnesium membantu relaksasi otot setelah aktivitas. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan kram, mudah lelah, dan gangguan koordinasi pergerakan. Kombinasi protein dan mineral yang mencukupi akan membantu tubuh lansia mempertahankan kekuatan otot serta mengurangi gangguan muskuloskeletal seiring bertambahnya usia.

Protein dan Mineral sebagai Fondasi Kesehatan Tulang Lansia

Selain otot, tulang adalah bagian tubuh yang sangat bergantung pada keseimbangan nutrisi, khususnya protein dan mineral. Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang cenderung menurun dan risiko osteoporosis semakin meningkat. Protein membantu meningkatkan produksi kolagen tulang, yaitu struktur dasar yang membuat tulang kuat dan fleksibel. Tanpa cukup protein, tulang menjadi rapuh dan rentan mengalami patah meskipun mengalami benturan ringan.

Mineral seperti kalsium, fosfor, dan vitamin D adalah unsur utama dalam proses pembentukan tulang. Kalsium membantu memperkuat jaringan tulang, sementara fosfor mendukung keseimbangan struktur tulang. Vitamin D, meskipun bukan mineral, berperan dalam membantu penyerapan kalsium ke dalam tubuh. Lansia yang kekurangan mineral ini akan lebih mudah mengalami pengeroposan tulang. Kombinasi konsumsi makanan kaya protein dan mineral dapat menjadi strategi yang sangat efektif dalam menjaga kesehatan tulang lansia secara optimal.

Baca juga: Bahaya Dehidrasi pada Lansia yang Perlu Diwaspadai dan Cara Mencegahnya

Manfaat Protein dan Mineral terhadap Imunitas dan Pemulihan Lansia

Pada usia lanjut, sistem imun secara alami mengalami penurunan fungsi. Protein berperan penting dalam produksi antibodi, enzim, serta sel darah putih yang bekerja melawan infeksi. Lansia dengan kekurangan protein cenderung lebih mudah terserang penyakit seperti flu, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi luka. Dengan konsumsi protein yang memadai, tubuh lansia dapat lebih cepat memperbaiki jaringan yang rusak dan meningkatkan respons imun terhadap berbagai infeksi.

Mineral seperti zinc dan selenium juga memiliki peran besar dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Zinc membantu percepatan proses penyembuhan luka, sedangkan selenium berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan proses penyembuhan yang lambat dan memperbesar risiko komplikasi penyakit. Asupan mineral yang cukup sangat penting untuk mempertahankan imunitas lansia agar tetap stabil dan tidak mudah jatuh sakit.

Sumber Protein dan Mineral yang Ideal untuk Kebutuhan Lansia

Untuk lansia, pemilihan sumber protein perlu mempertimbangkan kondisi pencernaan yang mungkin tidak sekuat sebelumnya. Sumber protein hewani seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, dan ayam adalah pilihan yang baik karena mudah diserap tubuh. Namun, sumber protein nabati seperti tempe, tahu, kacang merah, dan kacang hijau juga sangat dianjurkan karena lebih ringan dan tetap kaya nutrisi. Mengombinasikan dua jenis sumber protein ini dapat membantu memastikan kecukupan asupan harian tanpa membebani sistem pencernaan.

Sedangkan untuk mineral, lansia dianjurkan mengonsumsi susu rendah lemak, yogurt, keju, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah tertentu seperti pisang untuk tambahan kalium. Suplemen mineral juga dapat diberikan bila diperlukan, namun harus tetap berada dalam pengawasan tenaga medis. Kombinasi makanan kaya protein dan mineral yang dikonsumsi secara rutin akan membantu lansia mempertahankan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Baca juga: Sumber Nutrisi yang Wajib Dikonsumsi Lansia untuk Mencegah Anemia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Home Care Lansia Official

Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka

Promo Jangan tampilkan lagi Saya Ikut
Chat WhatsApp
WhatsApp