Seiring bertambahnya usia, kebutuhan nutrisi seseorang justru semakin penting untuk dijaga. Namun kenyataannya, banyak orang tua yang tidak mendapatkan asupan bergizi sesuai kebutuhan tubuh mereka.
Kondisi inilah yang dikenal dengan istilah malnutrisi pada lansia, sebuah masalah kesehatan yang sering dianggap sepele padahal dapat menyebabkan komplikasi serius.
Anda mungkin pernah melihat orang tua tampak lebih kurus, lemah, atau tidak bersemangat makan. Bisa jadi itu adalah tanda awal malnutrisi pada lansia yang selama ini tidak disadari.
Melalui artikel ini, Anda akan diajak memahami lebih jauh tentang ciri-ciri malnutrisi pada lansia, dampak yang mungkin terjadi, penyebabnya, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan di rumah.

Kadang perubahan pada kesehatan lansia terlihat halus dan mudah terlewatkan, terutama saat mereka mulai kehilangan nafsu makan atau berat badan turun tanpa sebab jelas.
Gejala malnutrisi pada lansia sering samar dan tidak langsung terlihat. Namun jika Anda memperhatikannya secara teliti, ada beberapa tanda yang bisa menjadi alarm awal.
Semakin dini ciri-ciri ini dikenali, semakin cepat Anda dapat mengambil langkah untuk mencegah kondisi yang lebih buruk.
Baca juga: Mengapa Insomnia Pada Lansia Terjadi? Ini Penjelasan dan 7 Cara Penanganannya

Dampak malnutrisi pada lansia tidak hanya dirasakan secara fisik tetapi juga memengaruhi kesehatan mental, emosional, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Malnutrisi bukan hanya soal kurang makan, tapi bagaimana tubuh lansia menjadi lebih rentan dan lemah karena kekurangan nutrisi penting. Berikut dampak yang perlu Anda waspadai.
Kekurangan protein menyebabkan otot lansia melemah dan mengalami penyusutan. Kondisi ini dikenal sebagai sarkopenia. Lansia menjadi sulit berjalan, rentan jatuh, dan membutuhkan bantuan dalam aktivitas harian.
Malnutrisi membuat sistem imun melemah sehingga lansia lebih rentan terhadap infeksi. Penyakit ringan pun bisa berkembang menjadi lebih serius karena tubuh tidak mampu melawan dengan optimal.
Otak membutuhkan nutrisi, seperti vitamin B kompleks, omega-3, dan antioksidan. Kekurangan nutrisi tersebut dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, gangguan ingatan, hingga risiko demensia meningkat.
Jika lansia memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gagal ginjal, malnutrisi pada lansia dapat membuat kondisi tersebut lebih sulit dikendalikan.
Lansia yang mengalami malnutrisi cenderung merasa lemah, tidak bersemangat, dan sulit menjalani kegiatan sehari-hari. Mereka lebih banyak berbaring, kurang bergerak, dan merasa tidak nyaman.
Karena itu, mencegah malnutrisi pada lansia jauh lebih mudah dibandingkan mengobatinya setelah terjadi komplikasi.
Ternyata, banyak hal yang bisa membuat lansia kekurangan nutrisi. Ada banyak faktor yang memicu malnutrisi pada lansia. Mengetahui penyebab ini membantu Anda untuk lebih peka dan bisa memberikan solusi yang tepat sesuai kebutuhan orang tua:
Jika Anda menyadari salah satu dari faktor ini ada pada orang tua Anda, jangan ragu untuk mengambil langkah pencegahan lebih cepat.
Baca juga: 7 Penyakit Kulit pada Lansia yang Paling Sering Terjadi

Pencegahan malnutrisi pada lansia bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari yang mudah diterapkan. Mencegah malnutrisi pada lansia bukanlah hal rumit, asalkan Anda melakukannya dengan konsisten dan penuh perhatian. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan.
Pastikan lansia mengonsumsi makanan dengan sumber protein, karbohidrat, lemak sehat, dan vitamin penting. Variasikan menu agar tidak membosankan.
Beberapa lansia cepat merasa kenyang. Membagi makanan menjadi 4–5 kali sehari dalam porsi kecil dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi harian.
Jika lansia memiliki gangguan mengunyah, pilih makanan lembut, seperti bubur, sup, buah halus, telur rebus, tofu, atau ikan kukus.
Dehidrasi dapat memperburuk kondisi malnutrisi pada lansia. Pastikan lansia minum cukup air, atau tambahkan minuman sehat seperti jus alami dan susu rendah gula.
Suplemen vitamin atau mineral dapat membantu mengisi kekurangan nutrisi. Namun tetap konsultasikan dengan tenaga medis sebelum digunakan.
Ajak lansia makan bersama, putarkan musik lembut, atau sajikan makanan dengan tampilan menarik. Suasana yang menyenangkan dapat meningkatkan selera makan.
Konsultasi berkala dengan tenaga medis membantu mendeteksi lebih dini adanya tanda malnutrisi pada lansia dan menentukan perawatan yang tepat.
Melalui langkah-langkah sederhana ini, Anda dapat membantu menjaga kesehatan nutrisi orang tua agar tetap prima.
Jika Anda membutuhkan bantuan profesional untuk memantau kondisi nutrisi orang tua, Homecare Lansia siap hadir mendukung. Layanan seperti panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, infus osteoporosis, hingga pemasangan sonde tersedia untuk membantu Anda memberikan perawatan terbaik tanpa harus membawa lansia keluar rumah.
Jangan tunggu sampai kondisi memburuk! Segera hubungi Homecare Lansia sekarang juga dan pastikan orang tua Anda mendapatkan perawatan optimal di rumah yang nyaman. Kesehatan mereka adalah prioritas utama Anda.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
One thought on “Tanda-tanda Malnutrisi pada Lansia dan Solusi Pencegahannya”