Nyeri sendi adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling sering muncul, baik pada orang dewasa muda maupun lansia. Jika Anda sering merasakan kaku, bengkak, atau rasa tidak nyaman pada persendian, memahami penyebab nyeri sendi menjadi langkah awal untuk mengatasinya dengan tepat.
Banyak orang mengira bahwa nyeri sendi hanya terjadi karena usia, padahal faktornya jauh lebih beragam, termasuk gaya hidup, cedera, hingga kondisi medis tertentu.
Artikel ini akan membantu Anda memahami berbagai penyebab nyeri sendi, cara mengenalinya, hingga langkah-langkah pencegahan yang bisa diterapkan sehari-hari.

Nyeri sendi adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan yang muncul pada bagian tubuh tempat dua tulang bertemu. Setiap sendi tidak hanya terdiri dari tulang, tetapi juga tulang rawan, ligamen, tendon, dan bantalan sinovial. Ketika salah satu komponen tersebut mengalami gangguan, rasa sakit pun muncul.
Memahami penyebab nyeri sendi sangat penting karena setiap faktor memiliki penanganan berbeda. Beberapa kondisi bisa pulih dengan istirahat, tetapi ada juga yang memerlukan perawatan medis agar tidak memburuk.
Baca juga: Apa Pneumonia Menular? Pahami Risiko, Gejala, dan Pencegahannya

Nyeri sendi tidak muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang bisa memicunya, mulai dari aktivitas harian yang tampak sepele hingga kondisi medis tertentu yang memengaruhi kesehatan Anda.
Berikut penjelasan lengkap mengenai berbagai penyebab nyeri sendi yang paling umum terjadi pada orang dewasa maupun lansia.
Peradangan adalah salah satu penyebab nyeri sendi yang paling sering terjadi. Ketika sendi mengalami iritasi, baik karena cedera, infeksi, atau penyakit tertentu, area tersebut bisa membengkak, memerah, dan terasa panas. Anda mungkin juga merasa sulit untuk menggerakkan bagian yang sakit.
Peradangan bisa muncul secara tiba-tiba atau berlangsung dalam jangka panjang. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat merusak jaringan sendi dan memicu nyeri kronis.
Osteoarthritis adalah jenis radang sendi yang terjadi karena kerusakan tulang rawan. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang berusia di atas 50 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada Anda yang masih muda, terutama jika sering melakukan aktivitas berat atau mengalami cedera.
Sebagai salah satu penyebab nyeri sendi yang umum, osteoarthritis sering menimbulkan keluhan nyeri saat bangun pagi atau setelah lama tidak bergerak.
Jika Anda aktif berolahraga, cedera seperti keseleo, benturan, atau overuse dapat memicu nyeri sendi. Ini termasuk penyebab nyeri sendi yang sering muncul pada orang yang melakukan aktivitas repetitif, seperti lari jarak jauh, angkat beban, atau olahraga kompetitif.
Tendonitis, yaitu peradangan pada tendon, juga termasuk cedera yang dapat menyebabkan nyeri sendi. Kondisi ini sering terjadi pada sendi lutut, pergelangan tangan, siku, dan bahu.
Gaya hidup berpengaruh besar terhadap kondisi persendian Anda. Kurang olahraga, pola makan buruk, merokok, kurang tidur, dan sering begadang bisa menjadi penyebab nyeri sendi yang tidak disadari.
Berat badan berlebih juga meningkatkan tekanan pada lutut dan pergelangan kaki, sehingga mempercepat kerusakan sendi.
Beberapa penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus merupakan penyebab nyeri sendi yang cukup serius. Dalam kondisi ini, sistem imun menyerang jaringan sehat pada sendi sehingga menimbulkan peradangan kronis, kaku, dan pembengkakan.
Anda perlu memeriksakan diri lebih cepat jika nyeri sendi berlangsung lama, muncul di banyak sendi sekaligus, atau disertai demam dan kelelahan ekstrem.
Sendi bisa mengalami infeksi ketika bakteri atau virus masuk ke dalam cairan sinovial. Infeksi termasuk penyebab nyeri sendi yang berpotensi berbahaya karena dapat merusak sendi secara permanen. Gejalanya meliputi nyeri hebat, bengkak berlebih, dan demam.
Cairan sinovial berfungsi untuk melumasi sendi agar gerakan berjalan mulus. Jika cairan ini berkurang, gesekan antar tulang meningkat sehingga menimbulkan rasa sakit.
Kondisi ini dapat terjadi akibat usia, dehidrasi, atau penyakit tertentu dan termasuk salah satu penyebab nyeri sendi yang sering terjadi.

Mengenali gejalanya akan membantu Anda memahami apakah nyeri yang dirasakan bersifat sementara atau terkait dengan kondisi yang lebih serius. Berikut gejala yang sering muncul:
Sendi terasa kaku saat bangun tidur
Pembengkakan atau kemerahan
Rasa sakit saat menggerakkan anggota tubuh
Sensasi panas pada area sendi
Bunyi “krek” atau “klik” ketika bergerak
Nyeri yang semakin parah setelah aktivitas
Apabila gejala tidak membaik dalam beberapa hari, kemungkinan penyebab nyeri sendi memerlukan evaluasi oleh tenaga medis.
Tidak semua nyeri sendi harus langsung ditangani oleh dokter, tetapi ada kondisi tertentu yang menandakan perlunya evaluasi medis.
Anda tidak perlu menunggu nyeri menjadi kronis untuk berkonsultasi. Segera cari bantuan medis apabila:
Nyeri muncul tiba-tiba dan sangat hebat
Sendi tidak bisa digerakkan sama sekali
Terdapat demam disertai pembengkakan
Nyeri berlangsung lebih dari dua minggu
Anda memiliki riwayat penyakit autoimun
Mengidentifikasi penyebab nyeri sendi akan membantu menentukan jenis pengobatan yang paling tepat, baik dengan obat, fisioterapi, maupun perubahan gaya hidup.
Sebelum panik, Anda sebenarnya bisa mencoba beberapa langkah sederhana di rumah untuk meredakan nyeri sendi. Dengan perawatan yang tepat, banyak kasus nyeri sendi ringan dapat pulih tanpa harus menjalani perawatan intensif.
Jika keluhan masih ringan, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan sendiri:
Melakukan langkah-langkah di atas dapat membantu mencegah penyebab nyeri sendi berkembang menjadi kondisi kronis.
Baca juga: Kenali Bahaya Rabies dan Langkah Penting untuk Mencegah Infeksi
Menjaga kesehatan sendi tidak harus menunggu rasa sakit datang terlebih dahulu. Dengan kebiasaan sederhana dan konsisten, Anda bisa mencegah berbagai keluhan yang mengganggu mobilitas di kemudian hari.
Anda dapat menurunkan risiko nyeri sendi dengan kebiasaan berikut:
Rutin berolahraga
Menghindari duduk terlalu lama
Minum cukup air
Menghindari merokok
Memperkuat otot sekitar sendi
Menggunakan alas kaki yang tepat
Menjaga postur tubuh saat bekerja
Dengan memahami penyebab nyeri sendi dan menerapkan pencegahannya, Anda dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan tetap produktif.
Homecare Lansia menawarkan solusi praktis dan tepercaya untuk membantu Anda dan keluarga mendapatkan perawatan medis tanpa harus keluar rumah. Melalui layanan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, infus vitamin, hingga suntik nyeri sendi, Homecare Lansia siap membantu menjaga kesehatan sendi dan tubuh Anda secara menyeluruh.
Jangan tunda kesehatan Anda, segera hubungi Homecare Lansia dan rasakan kemudahan perawatan medis langsung di rumah Anda!
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka