Nyeri sendi bukan hanya dialami oleh lansia. Saat ini, banyak generasi milenial yang mulai mengeluhkan rasa kaku, pegal, hingga nyeri pada lutut, pergelangan tangan, atau bahu.
Gaya hidup sedentari, kurang olahraga, serta pola makan yang tidak terkontrol menjadi pemicu utama. Tanpa disadari, ada beberapa makanan penyebab nyeri sendi yang sering dikonsumsi sehari-hari dan berkontribusi pada peradangan dalam tubuh.
Artikel ini akan membantu Anda memahami hubungan antara makanan dan kesehatan sendi, mengenali jenis makanan yang sebaiknya dibatasi, serta langkah pencegahan agar nyeri sendi tidak semakin mengganggu aktivitas.

Sendi sangat dipengaruhi oleh proses peradangan di dalam tubuh. Ketika Anda mengonsumsi makanan tertentu, tubuh dapat merespons dengan meningkatkan produksi senyawa inflamasi.
Jika terjadi terus-menerus, peradangan ini akan menyerang jaringan sendi dan memicu nyeri. Itulah sebabnya makanan penyebab nyeri sendi sering kali berkaitan dengan kandungan gula tinggi, lemak jenuh, purin, atau bahan aditif tertentu.
Pada sebagian orang, efeknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi dalam jangka panjang dapat memperparah kondisi sendi.
Baca juga: 6 Sayuran yang Baik untuk Penderita Radang Sendi dan Mudah Ditemukan
Gula berlebih adalah salah satu pemicu peradangan paling umum. Minuman manis, kue, permen, dan dessert modern sering menjadi bagian dari gaya hidup milenial.
Padahal, konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan sitokin inflamasi yang memperburuk nyeri sendi.
Jika Anda sering merasa sendi kaku setelah mengonsumsi makanan manis, bisa jadi itu termasuk makanan penyebab nyeri sendi yang perlu dikurangi.
Mengganti gula dengan pemanis alami dalam jumlah terbatas bisa menjadi langkah awal yang lebih sehat.
Sosis, nugget, mie instan, dan makanan cepat saji mengandung pengawet, MSG, serta lemak trans. Kombinasi ini tidak hanya berdampak pada metabolisme, tetapi juga meningkatkan risiko peradangan kronis.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa makanan ultra-proses termasuk makanan penyebab nyeri sendi karena dapat mempercepat kerusakan jaringan tulang rawan.
Jika Anda mengonsumsinya terlalu sering, sendi akan lebih rentan terasa nyeri meski tanpa aktivitas berat.
Gorengan memang sulit ditolak, apalagi sebagai camilan sehari-hari. Namun, lemak trans dalam minyak yang digunakan berulang kali dapat memicu stres oksidatif dan peradangan sendi.
Tidak berlebihan jika gorengan disebut sebagai makanan penyebab nyeri sendi, terutama bila dikonsumsi dalam jangka panjang. Anda bisa mulai mengganti metode memasak dengan memanggang atau mengukus untuk mengurangi risiko ini.

Daging merah mengandung purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Jika asam urat menumpuk di persendian, nyeri dan pembengkakan bisa muncul secara tiba-tiba.
Dalam jumlah wajar, daging merah masih aman. Namun konsumsi berlebihan menjadikannya makanan penyebab nyeri sendi yang patut diwaspadai, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat asam urat atau nyeri sendi berulang.
Hati, otak, babat, serta beberapa jenis seafood mengandung purin tinggi. Zat ini diolah menjadi asam urat dalam tubuh dan dapat mengendap di sendi.
Bagi sebagian orang, jeroan jelas termasuk makanan penyebab nyeri sendi karena efeknya bisa muncul cukup cepat. Jika Anda sering mengalami nyeri mendadak, membatasi jenis makanan ini adalah langkah bijak.
Keju tinggi lemak, krim, dan susu full cream dapat memicu peradangan pada individu tertentu. Meski tidak semua orang sensitif, sebagian mengalami peningkatan nyeri sendi setelah mengonsumsinya.
Dalam konteks ini, produk susu tinggi lemak dapat dikategorikan sebagai makanan penyebab nyeri sendi bagi individu dengan sensitivitas tertentu. Alternatif susu rendah lemak atau nabati bisa menjadi pilihan.
Roti putih, nasi putih berlebihan, dan pasta instan memiliki indeks glikemik tinggi. Lonjakan gula darah yang cepat dapat memicu peradangan sistemik.
Jika dikonsumsi tanpa kontrol, karbohidrat olahan termasuk makanan penyebab nyeri sendi karena memperburuk respons inflamasi tubuh. Mengganti dengan karbohidrat kompleks seperti gandum utuh dapat membantu menjaga kesehatan sendi.
Alkohol dapat meningkatkan peradangan dan mengganggu metabolisme asam urat. Konsumsi rutin berisiko memperparah nyeri sendi, terutama pada lutut dan pergelangan kaki.
Tidak mengherankan jika alkohol sering masuk daftar makanan penyebab nyeri sendi, khususnya bagi Anda yang sudah memiliki keluhan sendi sebelumnya.
Garam berlebihan dapat menyebabkan retensi cairan dan memperparah pembengkakan pada sendi. Makanan kemasan dan camilan asin biasanya mengandung natrium tinggi.
Jika Anda sering mengalami sendi terasa bengkak, makanan asin bisa menjadi makanan penyebab nyeri sendi yang perlu dibatasi demi kenyamanan aktivitas harian.
Beberapa pemanis buatan dan zat aditif dapat memicu respons inflamasi pada tubuh sensitif. Efeknya tidak selalu langsung, tetapi bisa menumpuk seiring waktu.
Dalam jangka panjang, bahan tambahan ini berpotensi menjadi makanan penyebab nyeri sendi yang sering luput dari perhatian.
Baca juga: Nutrisi Makanan Penguat Tulang dan Sendi untuk Menjaga Mobilitas Sehari-hari

Untuk menjaga sendi tetap sehat, Anda tidak harus menghindari semua makanan favorit. Kuncinya adalah keseimbangan dan kesadaran. Batasi porsi, perhatikan frekuensi konsumsi, serta imbangi dengan makanan antiinflamasi, seperti ikan berlemak, sayuran hijau, buah beri, dan kacang-kacangan.
Dengan memahami daftar makanan penyebab nyeri sendi, Anda bisa lebih bijak dalam memilih asupan harian tanpa merasa tersiksa.
Tapi, jika nyeri sendi sudah mulai mengganggu aktivitas atau tidak membaik meski pola makan telah diperbaiki, mendapatkan penanganan medis yang tepat menjadi langkah penting.
Homecare Lansia hadir sebagai solusi praktis dengan layanan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, infus vitamin, hingga suntik nyeri sendi yang ditangani tenaga medis profesional.
Perawatan dapat dilakukan dengan nyaman tanpa harus keluar rumah, sehingga kesehatan sendi Anda atau orang terdekat tetap terpantau dengan optimal. Segera jadwalkan layanan Homecare Lansia sekarang, agar penanganan nyeri sendi dapat dilakukan lebih cepat dan kualitas hidup Anda tetap terjaga.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka