Anda mungkin sering mendengar istilah radang sendi, tapi sebenarnya apa itu radang sendi? Apakah hanya masalah yang dialami orang tua, atau bisa juga terjadi pada Anda yang masih muda?
Di artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang apa itu radang sendi, mulai dari pengertian, gejala, penyebab, hingga tips pencegahan dan pengobatan yang bisa Anda lakukan agar tetap sehat dan aktif.
Secara sederhana, radang sendi atau arthritis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada satu atau beberapa sendi di tubuh. Sendi sendiri adalah bagian di mana dua tulang bertemu dan memungkinkan tubuh bergerak dengan leluasa.
Saat sendi mengalami peradangan, fungsi sendi bisa terganggu dan menimbulkan rasa sakit, pembengkakan, serta keterbatasan gerak.
Radang sendi bukan hanya satu jenis penyakit, melainkan istilah umum untuk berbagai kondisi yang memengaruhi sendi. Dua jenis radang sendi yang paling umum adalah:
Osteoarthritis: terjadi akibat kerusakan tulang rawan pada sendi yang biasanya terkait usia dan penggunaan sendi yang berlebihan.
Rheumatoid Arthritis: merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi sendiri sehingga menimbulkan peradangan kronis.
Baca juga: Mengenal Gejala Radang Sendi dan Cara Mengatasinya
Seringkali orang menganggap radang sendi hanya dialami oleh orang tua. Namun, kenyataannya milenial seperti Anda juga bisa mengalami radang sendi.
Gaya hidup kurang aktif, obesitas, cedera, pola makan kurang sehat, dan stres berkepanjangan bisa meningkatkan risiko munculnya radang sendi.
Kalau Anda paham apa itu radang sendi dan tanda-tandanya, Anda bisa lebih cepat mengenali gejala awal dan melakukan tindakan pencegahan atau pengobatan yang tepat agar kondisi tidak memburuk.

Mengetahui gejala radang sendi sejak dini sangat penting agar Anda bisa segera mengambil langkah tepat sebelum kondisinya makin parah.
Kenali gejala radang sendi berikut ini agar Anda tidak melewatkan tanda penting:
Nyeri Sendi berupa rasa sakit di area sendi yang muncul saat bergerak atau bahkan saat istirahat.
Sendi tampak membengkak dan kadang disertai kemerahan atau hangat saat disentuh.
Kesulitan menggerakkan sendi terutama setelah bangun tidur atau duduk lama.
Gerakan menjadi terbatas dan Anda merasa tidak nyaman melakukan aktivitas tertentu.
Beberapa orang mendengar suara saat sendi digerakkan, yang biasanya disebabkan oleh gesekan tulang atau tulang rawan yang menipis.
Kelelahan dan Demam Ringan (terutama pada rheumatoid arthritis)
berupa rasa lelah yang tidak biasa dan demam ringan bisa menjadi tanda peradangan sistemik.
Radang sendi tidak muncul begitu saja tanpa alasan. Ada berbagai faktor yang bisa memicu peradangan pada sendi, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis tertentu.
Radang sendi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
Penuaan: seiring bertambahnya usia, tulang rawan sendi bisa menipis dan aus sehingga mudah mengalami peradangan.
Cedera sendi: trauma atau cedera sendi yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko radang sendi.
Obesitas: berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada sendi, khususnya lutut dan pinggul.
Genetik: faktor keturunan juga berperan dalam kemungkinan Anda mengalami radang sendi.
Penyakit autoimun: kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat, seperti pada rheumatoid arthritis.
Infeksi: beberapa jenis radang sendi bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Kalau Anda mulai merasakan keluhan pada sendi, langkah pertama yang penting adalah memastikan diagnosis yang tepat. Tapi, bagaimana sebenarnya dokter bisa memastikan apakah gejala yang Anda rasakan memang radang sendi?
Jika Anda mulai merasakan gejala, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Proses diagnosis biasanya meliputi:
Wawancara medis untuk mengetahui riwayat kesehatan dan gejala Anda.
Pemeriksaan fisik pada sendi yang terasa sakit atau kaku.
Tes darah untuk mengecek tanda-tanda peradangan atau autoimun.
Pemeriksaan radiologi seperti X-ray, MRI, atau CT-scan untuk melihat kondisi tulang dan jaringan sendi.
Diagnosis yang tepat sangat penting untuk menentukan jenis radang sendi dan pengobatan yang sesuai.

Radang sendi memang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, tapi kabar baiknya adalah ada banyak cara untuk mengurangi rasa sakit dan memperbaiki fungsi sendi Anda.
Meskipun radang sendi belum bisa disembuhkan secara total, banyak cara untuk mengelola dan mengurangi gejalanya agar kualitas hidup Anda tetap baik.
Baca juga: 5 Tanda Pengapuran Sendi yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya
Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Mencegah radang sendi bisa dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari yang mudah dilakukan.
Tidak ada kata terlambat untuk mulai menjaga kesehatan sendi. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:
Olahraga teratur dengan meilih olahraga yang ringan seperti berenang, yoga, atau jalan cepat.
Jaga berat badan ideal, karena berlebih membuat sendi bekerja lebih keras.
Makan Makanan Sehat dengan memperbanyak sayur, buah, ikan berlemak, dan hindari makanan tinggi gula serta lemak jenuh.
Hindari cedera dengan menggunakan pelindung saat olahraga dan lakukan pemanasan sebelum aktivitas berat.
Berhenti merokok karena rokok mempercepat kerusakan jaringan sendi.
Untuk Anda yang atau keluarga Anda sudah mengalami radang sendi dan membutuhkan penanganan medis rutin, pergi ke rumah sakit bisa jadi merepotkan. Apalagi bagi milenial yang sibuk, mengatur waktu antara kerja, keluarga, dan perawatan bisa terasa sulit.
Salah satu solusi terbaik adalah menggunakan layanan Homecare Lansia yang menyediakan panggil dokter ke rumah lengkap dengan berbagai layanan persendian lainnya, termasuk infus tulang yang efektif mengurangi peradangan dan nyeri.
Segera hubungi Homecare Lansia sekarang juga untuk mendapatkan layanan dokter panggil ke rumah dan perawatan infus sendi yang profesional dan nyaman.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dimas Widi Anugrah, yang berpengalaman di bidang emergency, pain management, dan geriatri.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
One thought on “Apa Itu Radang Sendi? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Merawatnya”