Pernahkah Anda membayangkan betapa tidak nyamannya jika tubuh tidak bisa buang air kecil?
Kondisi ini bukan hanya mengganggu, tapi juga berisiko jika dibiarkan. Salah satu solusi yang sering digunakan dokter adalah pemasangan kateter.
Prosedur ini membantu Anda tetap nyaman, sekaligus melindungi kesehatan kandung kemih. Mari kita pahami lebih jauh agar Anda tidak merasa cemas saat menghadapinya.

Pernahkah Anda mendengar istilah kateter tapi belum benar-benar paham kegunaannya? Bayangkan jika kandung kemih Anda penuh, tapi urine tidak bisa keluar. Di sinilah kateter sangat membantu.
Kateter adalah selang tipis yang dimasukkan ke kandung kemih untuk mengalirkan urine ke kantong penampung.
Dokter biasanya menyarankan prosedur ini saat Anda mengalami kesulitan buang air kecil, pascaoperasi, atau saat saluran kemih tersumbat karena batu ginjal atau pembesaran prostat.
Dengan memahami fungsi dan tujuannya, Anda akan lebih tenang jika suatu saat memerlukan kateter.
Baca juga: Kapan Pemasangan Sonde Makan Diperlukan dan Bagaimana Cara Merawatnya?

Banyak orang merasa gugup saat pertama kali mendengar kata kateter. Padahal, jika dilakukan tenaga medis profesional, pemasangan kateter cepat, aman, dan minim rasa sakit.
Berikut tahapan umum pemasangannya:
Persiapan steril: dokter menyiapkan kateter, sarung tangan, pelumas, dan antiseptik.
Pembersihan area uretra: saluran kemih Anda dibersihkan agar tetap steril.
Pemasangan kateter: kateter dimasukkan perlahan hingga mencapai kandung kemih.
Pengecekan aliran urine: tenaga medis memastikan urine mengalir lancar ke kantong penampung.
Biasanya, rasa tidak nyaman hanya terjadi sebentar di awal prosedur. Dengan mengetahui prosesnya, Anda bisa lebih siap menghadapi pemasangan kateter.

Setelah pemasangan kateter, perawatan yang tepat adalah kunci agar Anda terhindar dari infeksi. Perawatan yang baik juga membuat penggunaan kateter lebih nyaman dalam aktivitas sehari-hari.
Beberapa tips perawatan yang bisa Anda lakukan antara lain:
Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh kateter.
Jaga posisi kantong urine agar selalu lebih rendah dari kandung kemih.
Bersihkan area sekitar kateter setiap hari dengan sabun lembut dan air hangat.
Ganti kantong urine sesuai jadwal atau saat penuh.
Waspadai tanda infeksi seperti urine berbau menyengat atau nyeri di kandung kemih.
Dengan perawatan yang baik, risiko infeksi bisa diminimalkan meskipun pemasangan kateter dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
Pernahkah Anda merasa bingung, kapan harus segera menghubungi dokter setelah menggunakan kateter? Wajar saja, karena tidak semua keluhan berarti darurat, tapi ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan.
Tidak semua masalah kateter bisa ditangani sendiri di rumah. Setelah pemasangan kateter, segera hubungi tenaga medis jika Anda mengalami:
Urine tidak keluar sama sekali.
Urine bercampur darah cukup banyak.
Nyeri hebat di perut bawah.
Kateter lepas atau mengalami kerusakan.
Mengetahui tanda-tanda ini membuat Anda bisa bertindak cepat dan menghindari komplikasi yang lebih serius.
Jika Anda ingin pemasangan kateter dilakukan dengan aman tanpa harus pergi ke rumah sakit, layanan panggil dokter ke rumah dari Homecare Lansia bisa menjadi solusi terbaik.
Tim perawat profesional kami siap datang ke rumah untuk membantu Anda dengan prosedur medis yang nyaman dan sesuai standar.
Selain pemasangan kateter, Homecare Lansia juga melayani perawatan luka, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pendampingan pasien lansia. Dengan layanan ini, Anda bisa fokus pada pemulihan tanpa harus keluar rumah.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka