Rabies masih menjadi salah satu penyakit menular yang menakutkan karena hampir selalu berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Meski begitu, sebenarnya penyakit ini bisa dicegah dengan langkah sederhana, yaitu mendapatkan vaksin rabies.
Banyak orang masih ragu, mulai dari penyebab penyakit ini, biaya vaksinasi, jenis vaksin yang tersedia, hingga seberapa lama vaksin rabies bertahan di dalam tubuh.
Artikel ini akan membahasnya secara lengkap agar Anda bisa lebih waspada sekaligus memahami pentingnya vaksinasi rabies.

Rabies disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat. Penularannya paling sering terjadi melalui gigitan hewan yang sudah terinfeksi, terutama anjing, kucing, atau kelelawar.
Saat hewan yang terinfeksi menggigit, air liurnya membawa virus masuk ke tubuh manusia. Dalam beberapa kasus, rabies juga bisa menular lewat cakaran atau luka terbuka yang terkena liur hewan.
Anda perlu memahami bahwa masa inkubasi rabies bisa bervariasi, mulai dari beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Itulah mengapa vaksin rabies sangat penting diberikan sesegera mungkin setelah ada kontak dengan hewan yang dicurigai terinfeksi.
Baca juga: Waspadai 5 Tanda-tanda Gejala Stroke, Jangan Sampai Terlambat
Rabies hampir selalu berakibat fatal ketika gejalanya sudah muncul, seperti demam, gelisah, takut air (hidrofobia), hingga kelumpuhan.
Namun, berita baiknya, penyakit ini dapat dicegah 100% dengan vaksin rabies. Vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh agar siap melawan virus rabies jika suatu saat Anda terpapar.
Dengan kata lain, vaksinasi bukan hanya langkah proteksi diri, tapi juga cara menjaga orang-orang terdekat Anda dari risiko penularan penyakit mematikan ini.

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis vaksin rabies yang digunakan, baik untuk pencegahan sebelum terpapar (pre-exposure) maupun setelah terpapar (post-exposure).
Ini jenis vaksin rabies yang perlu Anda ketahui:
Pre-exposure prophylaxis (PrEP)
Vaksin ini diberikan kepada orang yang berisiko tinggi terpapar rabies, misalnya dokter hewan, petugas laboratorium, atau Anda yang sering berinteraksi dengan hewan liar.
Post-exposure prophylaxis (PEP)
Vaksin jenis ini diberikan setelah seseorang digigit atau dicakar hewan yang dicurigai rabies. Vaksin diberikan dalam beberapa dosis sesuai jadwal yang ditentukan dokter.
Kedua jenis vaksin ini sama-sama efektif, namun penggunaannya akan disesuaikan dengan kondisi Anda. Konsultasi medis menjadi langkah penting sebelum memutuskan jenis vaksin yang tepat.
Biaya vaksin rabies bervariasi, tergantung pada fasilitas kesehatan dan jumlah dosis yang diperlukan. Di klinik atau rumah sakit besar, harganya bisa berkisar ratusan ribu hingga lebih dari sejuta rupiah per dosis.
Untuk terapi lengkap setelah gigitan hewan, biasanya diperlukan beberapa kali suntikan, sehingga total biayanya bisa lebih tinggi.
Meskipun begitu, biaya vaksinasi rabies tetap jauh lebih murah dibandingkan risiko kesehatan, biaya perawatan intensif, bahkan kehilangan nyawa akibat penyakit ini. Jadi, jangan menunda vaksinasi hanya karena faktor biaya.

Mungkin Anda bertanya-tanya, setelah mendapatkan vaksin rabies, berapa lama vaksin rabies bertahan dan bisa menjaga tubuh Anda dari risiko infeksi? Pertanyaan ini wajar, apalagi jika Anda sering beraktivitas di luar rumah atau dekat dengan hewan peliharaan.
Berikut ini jawabannya:
Untuk vaksin pre-exposure, perlindungan biasanya bertahan selama 2–3 tahun. Setelah itu, booster vaksin mungkin diperlukan.
Untuk vaksin post-exposure, vaksinasi lengkap dapat melindungi Anda dari risiko rabies seumur hidup, selama tidak ada paparan berulang.
Namun, dokter biasanya menyarankan booster sesuai riwayat paparan dan kondisi kesehatan Anda. Jadi, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin agar efektivitas vaksin tetap optimal.
Baca juga: Di Mana Mendapatkan Vaksin Rabies Jakarta Beserta Biayanya
Tidak sedikit orang yang masih ragu kapan saat yang tepat untuk mendapatkan vaksin rabies. Apakah hanya setelah digigit hewan, atau sebaiknya sejak dini sebagai langkah pencegahan?
Mengetahui waktu yang tepat sangat penting, karena rabies adalah penyakit yang tidak bisa dianggap sepele. Anda sebaiknya mempertimbangkan vaksin rabies dalam situasi berikut:
Digigit atau dicakar hewan yang tidak jelas status kesehatannya.
Sering beraktivitas di luar ruangan atau di daerah endemis rabies.
Memelihara hewan yang berpotensi terpapar rabies.
Jangan menunggu hingga gejala muncul, karena ketika rabies sudah berkembang, penanganan medis hampir tidak mungkin menyelamatkan nyawa. Vaksin rabies adalah langkah pencegahan terbaik.
Jika Anda membutuhkan kemudahan layanan kesehatan tanpa harus keluar rumah, kini ada Homecare Lansia yang siap membantu. Layanan ini menyediakan panggil dokter ke rumah hingga infus nutrisi, sehingga Anda tetap bisa menjaga kesehatan dengan nyaman dan aman.
Segera manfaatkan layanan dari Homecare Lansia ini agar perawatan kesehatan Anda lebih praktis sekaligus terpercaya.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
One thought on “Berapa Lama Vaksin Rabies Bertahan? Cek Biaya, Jenis, dan Penyebab”