Gangguan pendengaran sering kali berkembang secara perlahan sehingga tidak langsung disadari, baik oleh lansia maupun keluarganya. Awalnya mungkin hanya terdengar seperti kebiasaan meminta lawan bicara mengulang ucapan atau menaikkan volume televisi sedikit lebih keras dari biasanya.
Tapi, jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu komunikasi, menurunkan rasa percaya diri, bahkan membuat lansia lebih memilih menghindari interaksi sosial.
Kabar baiknya, gangguan pendengaran tidak selalu harus menghambat aktivitas sehari-hari. Penggunaan alat bantu dengar untuk lansia dapat menjadi solusi efektif untuk membantu menangkap suara dengan lebih jelas sehingga kualitas hidup tetap terjaga.
Agar tidak salah memilih, simak panduan lengkap mengenai manfaat, jenis, cara memilih, hingga tips merawat alat bantu dengar berikut ini.

Alat bantu dengar untuk lansia adalah perangkat elektronik yang berfungsi memperkuat suara agar dapat didengar lebih jelas oleh seseorang yang mengalami gangguan pendengaran. Alat ini terdiri dari mikrofon, amplifier, speaker, dan baterai yang bekerja secara bersamaan untuk menangkap, memproses, lalu mengirimkan suara ke telinga.
Saat ini, sebagian besar alat bantu dengar telah menggunakan teknologi digital yang mampu menyaring suara bising, meningkatkan kejernihan percakapan, hingga menyesuaikan volume secara otomatis sesuai kondisi lingkungan.
Penting dipahami bahwa alat bantu dengar bukanlah alat untuk menyembuhkan gangguan pendengaran. Fungsinya adalah membantu pengguna memanfaatkan sisa kemampuan pendengaran yang masih dimiliki agar komunikasi menjadi lebih nyaman.
Seiring bertambahnya usia, organ pendengaran juga mengalami perubahan. Sel-sel rambut halus di koklea (rumah siput) yang berperan menangkap gelombang suara dapat mengalami kerusakan secara bertahap. Kondisi ini dikenal sebagai presbikusis atau penurunan pendengaran akibat proses penuaan.
Selain faktor usia, beberapa kondisi berikut juga dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran pada lansia:
Karena berlangsung perlahan, banyak lansia baru menyadari adanya gangguan ketika aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Baca juga: Vertigo pada Lansia Sering Kambuh? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tidak semua penurunan pendengaran harus langsung menggunakan alat bantu dengar. Mengenali tanda-tandanya sejak dini membantu penanganan dilakukan lebih cepat sebelum gangguan pendengaran semakin memengaruhi kualitas hidup.
Tapi, beberapa tanda berikut patut menjadi perhatian:
Apabila kondisi tersebut mulai sering terjadi, sebaiknya lakukan pemeriksaan pendengaran sebelum menentukan alat bantu dengar untuk lansia yang sesuai.
Banyak orang mengira alat bantu dengar untuk lansia hanya berfungsi memperkeras suara. Semakin cepat digunakan sesuai anjuran dokter, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ini beberapa di antaranya:

Setiap orang memiliki tingkat gangguan pendengaran yang berbeda, sehingga tidak ada satu jenis perangkat yang cocok untuk semua pengguna.
Memilih alat bantu dengar untuk lansia tidak hanya mempertimbangkan bentuknya, tetapi juga tingkat gangguan pendengaran serta kenyamanan saat digunakan.
Memahami perbedaannya akan memudahkan Anda menentukan pilihan yang paling nyaman digunakan.
Jika Anda mencari alat bantu dengar untuk lansia yang mudah digunakan dan memiliki fitur lengkap, tipe Behind The Ear (BTE) sering menjadi pilihan utama. Jenis ini dipasang di belakang telinga dan dihubungkan ke ear mold melalui selang kecil.
Kelebihan:
BTE menjadi salah satu pilihan paling populer untuk lansia.
Receiver In Canal (RIC) menjadi salah satu inovasi alat bantu dengar untuk lansia yang mengutamakan kenyamanan sekaligus kualitas suara. Perangkat utama berada di belakang telinga, sedangkan speaker berada di liang telinga.
Kelebihan:
Bagi lansia yang menginginkan perangkat praktis, tipe In The Ear (ITE) bisa menjadi pilihan. Jenis alat bantu dengar untuk lansia ini dibuat mengikuti bentuk telinga sehingga lebih stabil saat digunakan.
Model ini dibuat sesuai bentuk telinga pengguna dan berada di bagian luar liang telinga.
Keunggulan:
Completely In Canal (CIC) merupakan jenis alat bantu dengar untuk lansia yang hampir seluruh bagiannya berada di dalam liang telinga. Jenis ini hampir seluruhnya tersembunyi di dalam liang telinga.
Walaupun tampilannya lebih estetik, model ini kurang direkomendasikan bagi lansia yang memiliki gangguan penglihatan atau kesulitan menggunakan benda berukuran kecil.

Setiap lansia memiliki kondisi pendengaran yang berbeda. Karena itu, jangan membeli alat bantu dengar hanya karena mengikuti rekomendasi teman atau melihat promosi.
Memilih alat bantu dengar untuk lansia sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga atau bentuk yang paling menarik. Ada sejumlah faktor penting yang perlu diperhatikan
Beberapa hal berikut perlu Anda pertimbangkan.
Langkah pertama sebelum membeli alat bantu dengar untuk lansia adalah menjalani pemeriksaan pendengaran secara menyeluruh. Pemeriksaan oleh dokter spesialis THT atau audiolog bertujuan mengetahui jenis dan tingkat gangguan pendengaran sehingga alat yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan.
Hasil tes akan membantu dokter atau audiolog menentukan tingkat gangguan pendengaran sekaligus merekomendasikan jenis alat yang paling sesuai dengan kondisi pengguna.
Aktivitas sehari-hari juga menjadi pertimbangan penting saat memilih alat bantu dengar untuk lansia. Lansia yang masih aktif mengikuti kegiatan sosial tentu memiliki kebutuhan berbeda dibanding mereka yang lebih banyak beraktivitas di rumah.
Jika lansia masih aktif menghadiri pertemuan keluarga atau kegiatan sosial, pilih alat dengan fitur peredam suara bising agar percakapan tetap terdengar jelas.
Perangkat dengan fitur canggih belum tentu menjadi pilihan terbaik apabila sulit dioperasikan. Saat memilih alat bantu dengar untuk lansia, utamakan model yang nyaman digunakan agar lansia dapat mengoperasikannya secara mandiri.
Lansia umumnya lebih nyaman menggunakan alat yang:
Perkembangan teknologi membuat alat bantu dengar untuk lansia kini hadir dengan berbagai fitur modern. Meskipun terdengar menarik, pastikan fitur tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan agar penggunaannya lebih efektif dan tidak berlebihan.
Beberapa fitur yang dapat menjadi nilai tambah meliputi:
Tapi, pastikan fitur tersebut benar-benar dibutuhkan agar pembelian lebih efisien.
Menggunakan alat bantu dengar untuk lansia memerlukan waktu adaptasi karena otak perlu kembali membiasakan diri memproses berbagai suara yang sebelumnya sulit terdengar.
Tidak sedikit pengguna baru merasa suara di sekitarnya terdengar terlalu ramai saat pertama kali memakai alat bantu dengar. Hal ini normal karena otak sedang belajar kembali mengenali suara yang sebelumnya sulit didengar.
Anda dapat membantu proses adaptasi dengan cara:
Kesabaran selama masa adaptasi akan membantu hasil penggunaan menjadi lebih optimal.
Perawatan yang tepat berperan besar dalam menjaga kualitas sekaligus memperpanjang usia pakai alat bantu dengar untuk lansia. Mulai dari membersihkan perangkat setiap hari hingga menyimpannya di tempat yang kering, kebiasaan sederhana ini dapat membantu alat tetap berfungsi dengan optimal.
Agar alat bantu dengar untuk lansia tetap awet dan bekerja dengan baik, lakukan perawatan ini:
Perawatan sederhana dapat memperpanjang usia pemakaian sekaligus menjaga kualitas suara yang dihasilkan.
Baca juga: Inkontinensia Urine pada Lansia, Apakah Bisa Diobati?
Tidak sedikit pengguna yang merasa alat bantu dengar untuk lansia kurang efektif, padahal penyebabnya berasal dari cara penggunaan yang kurang tepat. Beberapa kesalahan umum dapat mengurangi performa perangkat dan kenyamanan saat digunakan.
Agar manfaatnya maksimal, hindari beberapa kesalahan ini:
Gangguan pendengaran pada lansia dapat memengaruhi kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat. Karena itu, pemilihan alat bantu dengar untuk lansia sebaiknya dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dokter atau tenaga profesional agar sesuai dengan tingkat gangguan pendengaran yang dialami.
Selain memperhatikan kesehatan pendengaran, pastikan kebutuhan kesehatan lansia secara menyeluruh juga terpenuhi. Jika Anda membutuhkan layanan medis di rumah, Homecare Lansia siap memberikan pendampingan melalui layanan panggil dokter ke rumah, suntik pelumas sendi, infus vitamin, hingga perawatan intensif sesuai kondisi pasien.
Hubungi Homecare Lansia sekarang untuk berkonsultasi dan mendapatkan layanan yang praktis, aman, serta nyaman tanpa perlu membawa orang tua keluar rumah.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dimas Widi Anugrah, yang berpengalaman di bidang emergency, pain management, dan geriatri.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka