Belakangan ini, banyak orang mulai beralih ke berbagai metode perawatan tubuh instan, salah satunya infus vitamin C. Dikenal mampu meningkatkan stamina, membuat kulit tampak lebih cerah, dan mempercepat proses penyembuhan, terapi ini jadi favorit di kalangan milenial dan pekerja aktif.
Namun, meski populer, tidak semua orang memahami bahwa ada juga efek samping infus vitamin C yang patut Diwaspadai. Jika Anda sedang mempertimbangkan terapi ini, penting untuk memahami bagaimana cara kerjanya, siapa yang cocok menjalani perawatan ini, dan risiko apa saja yang mungkin muncul.
Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar Anda bisa membuat keputusan yang lebih bijak!

Infus vitamin C adalah prosedur medis yang memberikan vitamin C dosis tinggi langsung ke aliran darah melalui jarum infus. Karena tidak melalui sistem pencernaan, penyerapan nutrisinya bisa mencapai tingkat maksimal.
Dengan cara ini, tubuh Anda mendapatkan efek lebih cepat dibandingkan jika hanya mengonsumsi vitamin C dalam bentuk suplemen. Terapi ini biasanya dilakukan untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki kondisi kulit, hingga mempercepat pemulihan setelah sakit.
Meski terdengar menjanjikan, pemberian vitamin dalam dosis tinggi tidak selalu aman. Jika dilakukan tanpa pengawasan dokter, risiko efek samping infus vitamin C bisa meningkat signifikan.
Baca juga: Jenis-jenis Alat Terapi untuk Menunjang Proses Penyembuhan dan Kesehatan Tubuh

Meski dikenal ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercantik kulit, infus vitamin C bukan berarti tanpa risiko. Di balik manfaatnya yang populer, ada beberapa efek samping infus vitamin C yang mungkin tidak banyak orang sadari.
Walau terlihat sederhana, infus vitamin C sebenarnya memiliki potensi risiko medis. Berikut beberapa efek samping infus vitamin C yang sebaiknya Anda pahami sebelum mencoba.
Salah satu efek yang paling sering muncul adalah nyeri atau bengkak di area tempat jarum dimasukkan. Kondisi ini bisa terjadi karena posisi jarum tidak tepat atau pembuluh darah terlalu kecil.
Biasanya efek ini ringan, tetapi bila dibiarkan dapat menimbulkan iritasi atau infeksi lokal.
Beberapa orang mengalami pusing atau lemas saat atau setelah terapi berlangsung. Ini terjadi karena cairan infus memengaruhi tekanan darah Anda. Oleh sebab itu, penting memastikan terapi dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten agar kondisi tubuh tetap terpantau dengan baik.
Meskipun jarang, reaksi alergi termasuk salah satu efek samping infus vitamin C yang cukup serius. Gejalanya bisa berupa gatal, ruam, sesak napas, atau pembengkakan di area wajah dan tangan.
Jika Anda memiliki riwayat alergi obat atau vitamin tertentu, pastikan menginformasikannya sebelum terapi dilakukan.
Pemberian vitamin C dalam dosis tinggi bisa menyebabkan pembentukan batu ginjal, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat gangguan ginjal sebelumnya. Tubuh akan mengubah kelebihan vitamin C menjadi oksalat, dan jika zat ini menumpuk, dapat membentuk kristal di ginjal.
Beberapa pasien mungkin mengalami mual, perut kembung, atau diare setelah terapi. Ini merupakan efek samping infus vitamin C akibat perubahan kadar elektrolit dan reaksi tubuh terhadap vitamin yang masuk terlalu cepat.
Kelebihan vitamin C dapat mengubah keseimbangan ion dalam tubuh. Bila kadar natrium atau kalium terganggu, Anda bisa merasa lelah, lesu, hingga mengalami kram otot. Karena itu, pemantauan medis menjadi hal penting saat menjalani terapi infus.
Beberapa orang melaporkan munculnya gejala seperti demam ringan atau nyeri otot setelah terapi. Hal ini terjadi karena tubuh beradaptasi dengan kadar vitamin yang tinggi. Biasanya gejala ini akan mereda dalam waktu 24 jam, tetapi tetap harus dipantau jika tidak kunjung membaik.

Tidak semua orang cocok menjalani terapi ini. Dalam beberapa kondisi medis, pemberian vitamin dosis tinggi justru dapat menimbulkan komplikasi. Berikut kelompok orang yang sebaiknya menghindari terapi infus vitamin C:
Penderita batu ginjal atau riwayat keluarga dengan masalah ginjal
Pasien dengan gangguan fungsi hati
Orang yang memiliki kekurangan enzim G6PD
Penderita gangguan metabolisme zat besi (hemochromatosis)
Ibu hamil atau menyusui tanpa rekomendasi dokter
Dengan mengenali kondisi tubuh sendiri, Anda bisa mencegah efek samping infus vitamin C yang tidak diinginkan.
Ingin merasakan manfaat infus vitamin C tapi tetap aman tanpa efek samping? Kuncinya ada pada persiapan dan langkah perawatan yang benar.
Agar terapi ini tetap aman dan memberi manfaat maksimal, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.
Sebelum menjalani infus vitamin C, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan darah dan fungsi ginjal. Dokter akan menilai apakah tubuh Anda memerlukan terapi tambahan atau cukup dengan pola makan seimbang.
Pastikan Anda menjalani terapi di fasilitas kesehatan resmi dengan tenaga medis berpengalaman. Hindari tempat yang tidak memiliki izin praktik karena risiko infeksi dan efek samping infus vitamin C bisa meningkat jika standar kebersihan diabaikan.
Meskipun vitamin C dikenal aman, bukan berarti bisa diberikan dalam dosis tinggi sesuka hati. Dosis yang berlebihan justru akan membebani kerja ginjal dan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh.
Setelah terapi, perhatikan apakah tubuh Anda menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan seperti pusing, mual, atau ruam. Jika iya, segera konsultasikan ke dokter untuk menghindari efek berkelanjutan.
Infus vitamin C sebaiknya tidak dijadikan rutinitas tanpa pemantauan medis. Dalam jangka panjang, penumpukan oksalat dalam tubuh bisa menjadi penyebab munculnya efek samping infus vitamin C yang lebih parah.
Baca juga: 5 Fungsi Albumin pada Lansia, Jaga Vitalitas dan Bantu Pemulihan
Tidak bisa dipungkiri, infus vitamin C memberikan manfaat nyata bagi sebagian orang. Banyak yang merasa lebih segar, daya tahan tubuh meningkat, dan kulit terlihat lebih sehat.
Namun, manfaat tersebut hanya akan terasa bila terapi dilakukan sesuai prosedur dan dengan dosis yang benar.
Masalahnya, banyak orang yang menjalani terapi ini hanya karena tren atau rekomendasi teman tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh mereka sendiri.
Padahal, setiap orang memiliki kebutuhan dan reaksi berbeda terhadap vitamin C. Itulah sebabnya memahami efek samping infus vitamin C menjadi penting agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.
Jika Anda ingin melakukan infus vitamin C secara aman dan praktis, Homecare Lansia bisa menjadi solusi terbaik. Melalui layanan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, infus vitamin, hingga infus albumin, Anda bisa mendapatkan perawatan profesional tanpa harus keluar rumah.
Semua dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman yang memastikan terapi berjalan aman dan sesuai kebutuhan tubuh Anda. Jaga kesehatan Anda mulai sekarang bersama Homecare Lansia!
Hubungi tim kami hari ini untuk konsultasi dan jadwalkan layanan infus vitamin C langsung di rumah Anda dengan aman, nyaman, dan terpercaya.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
2 thoughts on “Apakah Aman? Ketahui Efek Samping Infus Vitamin C”