Jangan Abaikan, Ini Gejala Rabies pada Manusia Sejak Tahap Awal

Jangan Abaikan, Ini Gejala Rabies pada Manusia Sejak Tahap Awal

Rabies masih menjadi ancaman kesehatan di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berujung fatal apabila gejalanya sudah muncul.

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa rabies hanya terjadi pada hewan, padahal kenyataannya gejala rabies pada manusia bisa muncul kapan saja setelah seseorang terpapar virus melalui gigitan, cakaran, atau kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi.

Kesadaran untuk mengenali gejala sejak awal sangat penting, terutama jika Anda pernah mengalami kontak dengan hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin lengkap.

Artikel ini membahas dengan lengkap tahapan gejala rabies pada manusia, bagaimana proses infeksi berkembang, serta tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dan keluarga.

Bagaimana Rabies Menular?

Bagaimana Rabies Menular?
Bagaimana Rabies Menular?

Rabies biasanya menular melalui gigitan anjing, kucing, atau hewan liar seperti kelelawar. Virus yang terdapat pada air liur masuk melalui jaringan kulit dan kemudian menyebar menuju sistem saraf.

Semakin dekat lokasi gigitan dengan otak, semakin cepat gejala rabies pada manusia muncul. Itulah mengapa gigitan di area wajah, kepala, atau leher sangat berisiko tinggi.

Penularan tidak selalu terlihat jelas. Pada beberapa kasus, air liur yang masuk melalui luka kecil atau lecet pada kulit sudah cukup untuk memulai infeksi. Karena itu, setiap luka setelah kontak dengan hewan sebaiknya dibersihkan dan diperiksa oleh tenaga medis.

Tahap Prodromal di Mana Gejala Awal Mirip dengan Penyakit Umum

Tahap pertama rabies disebut tahap prodromal. Pada fase ini, tanda-tanda awal mirip seperti penyakit flu, sehingga sering diabaikan. Beberapa gejala rabies pada manusia yang muncul pada fase awal antara lain:

  1. Demam

  2. Kehilangan nafsu makan

  3. Kelelahan

  4. Nyeri tubuh

  5. Sakit kepala

Selain gejala umum tersebut, ciri yang sangat khas adalah ketidaknyamanan pada area bekas gigitan. Banyak pasien melaporkan sensasi gatal, kesemutan, atau rasa terbakar pada luka.

Jika Anda mengalami kondisi ini beberapa hari atau minggu setelah kontak dengan hewan, segera periksa ke dokter karena itu dapat menjadi tanda awal perkembangan gejala rabies pada manusia.

Baca juga: Imunisasi DPT Adalah Vaksin Wajib, Sudahkah Anda Memberikannya?

Perkembangan Gejala Saat Virus Menyerang Sistem Saraf

Perkembangan Gejala Saat Virus Menyerang Sistem Saraf
Perkembangan Gejala Saat Virus Menyerang Sistem Saraf

Setelah beberapa hari, virus mulai menyerang otak dan sumsum tulang belakang. Fase ini biasanya ditandai oleh perubahan perilaku dan gangguan neurologis yang semakin jelas. Pada tahap ini, gejala rabies pada manusia bisa meliputi:

  • Kecemasan tidak wajar

  • Sensitif terhadap suara, cahaya, atau angin

  • Gangguan tidur

  • Halusinasi

  • Gelisah dan mudah terkejut

Sebagian penderita menunjukkan tanda hidrofobia, yaitu rasa takut terhadap air. Ketika mencoba menelan minuman, otot tenggorokan berkontraksi secara tidak terkendali sehingga menimbulkan rasa panik.

Kondisi ini sering disalahartikan sebagai gangguan psikologis, padahal sebenarnya merupakan salah satu gejala rabies pada manusia yang paling dikenal.

Tahap Akhir Tanda Kondisi Kritis dan Mengancam Nyawa

Setelah gejala neurologis muncul, rabies berkembang sangat cepat. Dalam beberapa hari, penderita dapat mengalami kelumpuhan, kejang, hingga koma.

Pada fase ini, virus sudah menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf. Beberapa tanda yang sering terlihat antara lain:

  1. Kelumpuhan pada lengan atau tungkai

  2. Kesulitan bernapas

  3. Kejang berulang

  4. Penurunan kesadaran

Pada tahap ini, gejala rabies pada manusia tidak dapat disembuhkan dan biasanya berujung pada kematian. Karena itu, langkah paling penting adalah mencegah perkembangan penyakit sebelum gejalanya muncul.

Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena Rabies?

Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena Rabies?
Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena Rabies?

Rabies dapat menyerang siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada kelompok tertentu. Anak-anak, misalnya, sering menjadi korban karena cenderung bermain dengan hewan tanpa pengawasan.

Selain itu, pekerja lapangan, peternak, dan pemilik hewan peliharaan juga sering berisiko. Jika Anda tinggal di daerah dengan kasus rabies tinggi, ketahui bahwa kemungkinan terpapar virus meningkat.

Apabila pernah mengalami gigitan hewan, segera periksa dan jangan menunggu sampai muncul gejala rabies pada manusia, karena ketika gejala sudah terjadi, peluang bertahan hidup sangat kecil.

Pencegahan Rabies Berbasis Perilaku dan Vaksinasi

Rabies merupakan penyakit yang sangat mematikan, tetapi dapat dicegah dengan cara sederhana. Membersihkan luka sesegera mungkin dengan air mengalir dan sabun dapat mengurangi risiko infeksi.

Selain itu, vaksinasi pada hewan peliharaan sangat penting untuk memutus rantai penularan. Beberapa langkah praktis yang dapat Anda lakukan:

  • Vaksin rabies untuk anjing dan kucing secara berkala

  • Jangan menyentuh hewan liar, meskipun tampak jinak

  • Awasi anak ketika bermain di luar rumah

  • Segera cuci luka gigitan dan konsultasikan ke tenaga medis

Kebiasaan pencegahan ini membantu mengurangi kemungkinan terjadinya gejala rabies pada manusia. Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan, karena setelah gejala muncul, rabies hampir tidak dapat disembuhkan.

Kapan Anda Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Jika Anda mengalami gigitan hewan atau paparan air liur, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Walaupun luka tampak kecil, itu tidak menjamin virus tidak masuk. Banyak kasus menunjukkan bahwa gejala rabies pada manusia justru muncul dari luka yang tampak ringan.

Anda perlu segera ke dokter apabila:

  • Ada gigitan atau cakaran dari hewan yang tidak diketahui status vaksinnya

  • Area luka terasa nyeri, gatal, atau kesemutan

  • Muncul demam atau perubahan perilaku

Dokter akan menilai kondisi Anda dan memberikan vaksin pasca paparan jika diperlukan. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang mencegah perkembangan penyakit.

Baca juga: Apa Itu Kateterisasi Jantung? Kenali Prosedur yang Bisa Selamatkan Anda

Mengapa Rabies Sangat Mematikan?

Rabies menjadi mematikan karena virus berkembang secara cepat dalam sistem saraf tanpa menunjukkan gejala awal yang khas. Pada banyak kasus, pasien merasa sehat selama berminggu-minggu sampai akhirnya muncul gejala rabies pada manusia yang sangat parah.

Pada fase ini, intervensi medis hampir tidak mungkin menyelamatkan nyawa. Karena itu, edukasi dan kesadaran publik sangat penting. Anda tidak boleh menunda pemeriksaan medis setelah gigitan hewan, terutama jika hewan tersebut tidak diketahui riwayat vaksinnya.

Menyadari bahwa gejala rabies pada manusia bisa berkembang dengan sangat cepat, penting bagi Anda untuk segera bertindak setelah kontak dengan hewan. Edukasi tentang gejala rabies pada manusia membantu Anda mengambil keputusan tepat sebelum kondisi memburuk.

Jika Anda membutuhkan pendampingan medis di rumah, Homecare Lansia siap membantu dengan layanan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, infus vitamin, dan pemasangan sonde. Hubungi kami sekarang untuk memastikan perawatan yang aman dan nyaman di rumah Anda!

2 thoughts on “Jangan Abaikan, Ini Gejala Rabies pada Manusia Sejak Tahap Awal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Home Care Lansia Official

Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka

Promo Jangan tampilkan lagi Saya Ikut
Chat WhatsApp
WhatsApp