Ketika berbicara tentang pencegahan penyakit pada bayi dan balita, salah satu vaksin yang sering muncul dalam rekomendasi dokter adalah imunisasi DPT. Namun, masih banyak orang tua yang menunda atau belum memahami secara utuh apa fungsi vaksin ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak artikel, seminar parenting, dan tenaga kesehatan yang membahas tentang imunisasi. Tidak mengherankan, karena kesehatan anak merupakan prioritas utama setiap keluarga.
Imunisasi DPT adalah salah satu vaksin wajib yang masuk dalam jadwal imunisasi nasional, sehingga menjadi bagian dari upaya nyata untuk menyelamatkan generasi penerus dari risiko penyakit yang bisa dicegah sejak awal.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu imunisasi DPT, manfaatnya, jadwal pemberiannya, efek samping yang mungkin muncul, hingga tips praktis yang dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan terbaik untuk buah hati.

Secara sederhana, imunisasi DPT adalah vaksin gabungan yang memberikan perlindungan terhadap tiga penyakit menular, yaitu:
Difteri
Pertusis (batuk rejan)
Tetanus
Difteri adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran pernapasan dan mampu menyebabkan sesak napas, kelumpuhan organ pernapasan, bahkan kematian jika tidak ditangani.
Pertusis dikenal dengan istilah batuk rejan, yaitu batuk berkepanjangan dan berulang yang dapat menyebabkan komplikasi berat, terutama pada anak di bawah satu tahun.
Sedangkan tetanus adalah infeksi yang menyerang sistem saraf akibat luka terbuka yang terkontaminasi bakteri. Kondisi ini bisa menyebabkan kejang otot, sesak napas, hingga kematian.
Karena itu, imunisasi DPT adalah perlindungan dasar yang mencakup ketiga penyakit sekaligus. Vaksin ini merupakan bentuk perlindungan yang paling efisien karena tidak hanya mengurangi risiko, tetapi juga mencegah penularan yang lebih luas di masyarakat.
Baca juga: Apa Itu Kateterisasi Jantung? Kenali Prosedur yang Bisa Selamatkan Anda
Beberapa orang tua masih memiliki keraguan ketika mendengar kata imunisasi. Sebagian karena informasi yang tidak lengkap, sebagian karena mitos yang beredar di media sosial.
Padahal, imunisasi DPT adalah salah satu bentuk perlindungan yang paling direkomendasikan WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Ada beberapa alasan mengapa vaksin ini penting:
Penyakit masih ada di sekitar kita. Difteri beberapa kali muncul sebagai kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Batuk rejan dan tetanus juga bisa muncul kapan saja.
Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Bagaimanapun juga, kekebalan alami bayi belum cukup kuat. Imunisasi DPT adalah cara efektif untuk membentuk pertahanan tubuh sejak dini.
Mencegah komplikasi jangka panjang. Difteri dan pertusis dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru, sedangkan tetanus menyerang saraf. Semua itu dapat dicegah melalui vaksin.

Sebagian besar orang tua mengetahui bahwa imunisasi penting, tetapi tidak semuanya hafal kapan waktu terbaik untuk memberikannya. Jadwal pemberian imunisasi DPT sering kali menjadi pertanyaan, terutama bagi Anda yang ingin memastikan perlindungan maksimal sejak bayi.
Dalam panduan resmi, imunisasi DPT adalah vaksin yang diberikan sebanyak beberapa kali untuk membentuk imunitas optimal. Jadwalnya adalah:
Dosis 1: usia 2 bulan
Dosis 2: usia 3 bulan
Dosis 3: usia 4 bulan
Booster: usia 18 bulan
Booster lanjutan: usia 5 tahun
Pemberian booster penting, karena kekebalan bisa menurun seiring waktu. Semakin disiplin Anda mengikuti jadwal imunisasi, semakin kecil risiko anak terpapar penyakit berbahaya.
Jadwal ini dapat dilakukan di puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Yang terpenting, imunisasi DPT adalah prosedur aman yang akan diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai standar.

Sebagian orang tua khawatir dengan efek samping. Hal ini wajar, tetapi perlu dipahami bahwa reaksi tubuh merupakan hal yang normal. Imunisasi DPT adalah vaksin dengan profil keamanan yang baik, dan efek samping yang muncul biasanya ringan dan sementara.
Efek samping umum meliputi:
Demam ringan
Kemerahan pada area suntikan
Rewel
Nafsu makan menurun
Semua reaksi di atas biasanya pulih dalam 1–2 hari. Anda bisa menenangkan anak, memberi cukup cairan, dan mengompres bagian bekas suntikan. Jika demam tinggi lebih dari 48 jam, barulah konsultasikan ke dokter.
Beberapa orang tua menyadari bahwa mereka terlambat mengikuti jadwal. Kondisi ini tidak jarang terjadi. Kabar baiknya, imunisasi DPT adalah vaksin yang tetap bisa diberikan walaupun terjadi keterlambatan. Anda hanya perlu berkonsultasi ke dokter untuk menentukan jadwal ulang.
Yang terpenting, jangan menganggap terlambat sebagai alasan untuk berhenti. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Apalagi penyakit seperti difteri atau tetanus tidak memberi banyak waktu untuk merespons. Lebih cepat mendapatkan vaksin, lebih aman untuk Anda dan keluarga.
Informasi tentang imunisasi saat ini sangat mudah ditemukan, namun tidak semuanya benar. Berbagai mitos sering menyebar di lingkungan pertemanan, media sosial, bahkan dalam percakapan sehari-hari dengan keluarga.
Banyak mitos beredar. Berikut klarifikasi agar Anda lebih yakin:
“Imunisasi itu tidak alami”. Faktanya, sistem imun tetap bekerja secara alami. Vaksin hanya memberikan sinyal pada tubuh tentang ancaman penyakit sehingga tubuh belajar membentuk antibodi.
“Imunisasi bisa membuat anak sakit”. Imunisasi DPT adalah vaksin yang telah melalui uji klinis bertahun-tahun. Risiko sangat kecil dibanding dampak penyakit aslinya.
“Kalau jarang keluar rumah, tidak perlu vaksin”. Padahal difteri dan tetanus bisa muncul dari kontak sehari-hari. Infeksi tidak selalu terjadi karena bepergian jauh.
Baca juga: Tanda NGT Masuk ke Paru, Waspadai Risikonya Sebelum Terlambat
Pada akhirnya, orang tua adalah pengambil keputusan. Informasi yang tepat akan membantu Anda lebih yakin dalam memberikan vaksin. Perlindungan terhadap penyakit serius merupakan investasi jangka panjang.
Ingat bahwa imunisasi DPT adalah salah satu pondasi tumbuh kembang anak yang sehat, dan keputusan yang Anda ambil hari ini akan memberikan dampak pada masa depan.
Anda dianjurkan untuk:
Mencatat jadwal imunisasi
Mengikuti konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan
Mencari informasi dari sumber terpercaya
Anda sebagai orang tua memegang peran kunci dalam memastikan jadwal vaksinasi berjalan sesuai rekomendasi medis, karena imunisasi DPT adalah langkah perlindungan yang efektif, aman, dan sudah terbukti manfaatnya bagi generasi sekarang maupun mendatang.
Jika Anda membutuhkan dukungan kesehatan yang lebih menyeluruh untuk orang tua atau lansia di rumah, Homecare Lansia siap membantu. Melalui layanan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, infus vitamin, hingga pemasangan sonde, perawatan menjadi lebih nyaman tanpa harus bepergian.
Anda bisa mendapatkan pendampingan medis profesional dengan mudah, aman, dan terpercaya sesuai kebutuhan keluarga. Jangan ragu untuk menghubungi Homecare Lansia sekarang juga agar orang tercinta mendapatkan perawatan terbaik di rumah dengan layanan yang cepat dan responsif.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
One thought on “Imunisasi DPT Adalah Vaksin Wajib, Sudahkah Anda Memberikannya?”