Tubuh manusia memerlukan protein untuk menjaga keseimbangan cairan, memperbaiki jaringan, dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Salah satu protein penting dalam darah adalah albumin, dan ketika kadarnya menurun drastis, bisa muncul berbagai gangguan kesehatan yang cukup serius.
Dalam kondisi seperti ini, infus albumin 20 sering menjadi solusi medis yang direkomendasikan dokter. Bagi Anda yang mungkin baru mendengar istilah ini, artikel ini akan membahas secara lengkap, termasuk melalui layanan Homecare Lansia yang siap membantu Anda di rumah.

Infus albumin 20 adalah larutan infus yang mengandung albumin manusia dengan konsentrasi 20%. Albumin sendiri merupakan protein alami yang diproduksi oleh hati dan berperan penting dalam menjaga tekanan osmotik darah agar cairan tidak bocor keluar dari pembuluh darah.
Ketika tubuh mengalami kekurangan albumin (dikenal dengan istilah hipoalbuminemia), cairan bisa menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan bengkak, terutama di area kaki, wajah, atau perut.
Dalam kondisi seperti ini, dokter biasanya memberikan terapi infus albumin 20 untuk membantu menyeimbangkan kembali kadar protein darah Anda.
Infus ini berbeda dari cairan infus biasa karena kandungan proteinnya lebih tinggi dan berfungsi secara khusus untuk memperbaiki kadar albumin tubuh, bukan sekadar menambah cairan atau elektrolit.
Baca juga: Ketahui Fungsi dan Prosedur Pemasangan Sonde Makanan untuk Pasien

Dokter tidak akan memberikan infus albumin 20 tanpa alasan yang jelas. Biasanya, terapi ini direkomendasikan untuk pasien dengan kondisi medis tertentu, seperti:
Penyakit hati kronis, seperti sirosis, yang menyebabkan penurunan produksi albumin.
Gagal ginjal, terutama pada pasien yang mengalami kebocoran protein melalui urine.
Luka bakar luas, di mana cairan tubuh dan protein banyak hilang dari permukaan kulit.
Pasien pascaoperasi besar atau yang kehilangan darah dalam jumlah banyak.
Pasien dengan sindrom nefrotik, yang ditandai dengan kadar albumin sangat rendah.
Jika Anda mengalami gejala seperti pembengkakan di kaki, wajah, atau perut, kelelahan ekstrem, atau luka yang tak kunjung sembuh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan kadar albumin darah dan menentukan apakah infus albumin 20 diperlukan.
Ketika infus albumin 20 diberikan, cairan ini akan langsung masuk ke aliran darah Anda dan mulai menstabilkan tekanan osmotik plasma. Artinya, cairan tubuh yang sebelumnya menumpuk di jaringan (misalnya menyebabkan bengkak) akan ditarik kembali ke dalam pembuluh darah.
Selain itu, albumin juga memiliki fungsi transportasi yang penting. Ia membantu mengikat zat-zat, seperti hormon, obat, dan asam lemak agar bisa diedarkan ke seluruh tubuh secara optimal. Karena itu, setelah menjalani infus albumin, banyak pasien merasa tubuhnya lebih segar dan gejala bengkak perlahan berkurang.
Dosis infus albumin 20 tidak bisa disamaratakan. Jumlah yang diberikan sangat bergantung pada berat badan, kondisi medis, serta hasil pemeriksaan laboratorium pasien.
Biasanya, dosis yang umum diberikan berkisar antara 50 ml hingga 200 ml per kali terapi. Cairan ini diberikan melalui jalur intravena (infus) secara perlahan untuk mencegah efek samping seperti peningkatan tekanan darah mendadak.
Prosedur infus dilakukan oleh tenaga medis profesional, di rumah sakit maupun di rumah melalui layanan homecare. Selama proses pemberian infus albumin 20, tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan Anda akan dipantau secara berkala untuk memastikan terapi berjalan aman.
Meskipun dikenal efektif untuk meningkatkan kadar protein dalam darah, albumin 20 tetap memiliki potensi efek samping yang perlu Anda pahami. Setiap terapi medis, termasuk infus ini, tidak lepas dari reaksi tubuh yang bisa berbeda-beda pada tiap orang.
Efek yang mungkin terjadi antara lain:
Mual atau muntah
Kemerahan pada wajah
Tekanan darah meningkat
Reaksi alergi seperti gatal atau ruam kulit
Demam ringan
Efek samping ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang setelah infus dihentikan. Namun, jika Anda mengalami sesak napas, bengkak mendadak, atau nyeri dada, segera hentikan infus dan hubungi dokter.

Banyak orang mengira bahwa semua infus albumin itu sama, padahal infus albumin 20 dan albumin 5 memiliki fungsi dan konsentrasi yang berbeda. Perbedaan ini penting Anda ketahui agar tidak salah paham mengenai tujuan terapinya.
Selain infus albumin 20, ada juga jenis albumin 5%. Perbedaan utamanya terletak pada konsentrasi protein di dalam cairan tersebut.
Albumin 5% digunakan untuk mengganti volume cairan tubuh pada pasien dengan kehilangan darah atau dehidrasi berat.
Albumin 20% digunakan untuk meningkatkan kadar albumin secara cepat pada pasien dengan kekurangan protein darah yang parah.
Dengan kata lain, albumin 20 lebih cocok digunakan dalam kondisi medis berat di mana kadar albumin sangat rendah, sedangkan albumin 5% lebih berfokus pada stabilisasi volume cairan.
Baca juga: Cara Cegah Nyeri Sendi dengan 5 Tips Ini
Jika Anda sering merasa lemas, bengkak, atau lambat pulih setelah sakit berat, bisa jadi tubuh Anda kekurangan albumin. Dalam kondisi ini, infus albumin 20 berperan besar untuk membantu pemulihan tubuh dengan cara yang lebih cepat dan efektif.
Mengapa dokter sering merekomendasikan infus albumin 20? Berikut beberapa manfaat utamanya:
Menstabilkan tekanan darah dan cairan tubuh. Infus ini membantu mencegah kebocoran cairan dari pembuluh darah sehingga tekanan darah tetap stabil.
Mengurangi pembengkakan (edema). Dengan meningkatkan kadar protein, cairan yang menumpuk di jaringan akan terserap kembali ke dalam darah.
Meningkatkan fungsi hati dan ginjal. Albumin membantu memperlancar transportasi zat gizi dan obat, serta mengurangi beban organ yang rusak.
Meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan protein yang cukup membantu proses regenerasi sel dan memperkuat sistem imun Anda.
Mendukung proses penyembuhan luka. Pasien dengan luka kronis atau pascaoperasi sering kali memerlukan infus albumin 20 agar jaringan tubuh lebih cepat pulih.
Tidak semua orang cocok untuk menerima infus albumin 20. Meskipun manfaatnya besar, ada kondisi tertentu yang membuat terapi ini justru bisa berisiko bagi kesehatan Anda.
Meski bermanfaat, tidak semua orang boleh menerima infus albumin 20. Ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, seperti:
Riwayat alergi terhadap produk berbasis albumin manusia.
Pasien dengan gagal jantung berat atau tekanan darah tinggi tidak terkontrol.
Pasien dengan kelebihan cairan (hipervolemia) karena bisa memperparah kondisi.
Sebelum terapi, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh termasuk tes darah dan fungsi organ untuk memastikan keamanan pemberian infus ini bagi Anda.
Jika Anda membutuhkan bantuan profesional tanpa harus ke rumah sakit, Homecare Lansia siap membantu. Layanan ini menyediakan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, dan infus albumin untuk mendukung pemulihan Anda secara nyaman dan aman di rumah.
Tim medis berpengalaman akan memastikan terapi infus albumin 20 diberikan dengan prosedur yang tepat sesuai kondisi Anda. Saatnya peduli dengan kesehatan diri dan orang terdekat Anda, karena pemulihan terbaik dimulai dari kenyamanan rumah sendiri.
Hubungi Homecare Lansia sekarang untuk konsultasi gratis dan jadwalkan kunjungan dokter ke rumah Anda hari ini. Dapatkan perawatan medis yang aman, nyaman, dan terpercaya tanpa harus antre di rumah sakit.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
One thought on “Ingin Tahu Tentang Infus Albumin 20? Ini Penjelasan Lengkap untuk Anda”