Infus Zat Besi Tubuh, Apa Itu dan Kapan Seseorang Membutuhkannya?

Kelelahan yang tak kunjung hilang, wajah pucat, atau jantung berdebar tanpa sebab bisa menjadi tanda tubuh kekurangan zat besi. Dalam kondisi tertentu, suplemen oral mungkin tak lagi cukup untuk mengembalikan kadar zat besi dalam darah.

Di sinilah infus zat besi menjadi solusi medis yang efektif bagi Anda yang memerlukan peningkatan kadar zat besi dengan cepat dan aman.

Melalui artikel ini, Anda akan memahami apa itu infus zat besi, manfaatnya, efek samping yang mungkin terjadi, kisaran biayanya, serta siapa saja yang benar-benar membutuhkan prosedur ini.

Infus Zat Besi

Infus Zat Besi
Infus Zat Besi

Infus zat besi adalah prosedur medis untuk memberikan zat besi langsung ke dalam aliran darah melalui infus intravena (IV). Cara ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika tubuh Anda tidak dapat menyerap zat besi dengan baik dari makanan atau suplemen oral.

Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa cukup zat besi, Anda bisa mengalami anemia defisiensi besi yang membuat tubuh terasa lemas, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi.

Berbeda dengan suplemen biasa, infus zat besi bekerja lebih cepat karena zat besi langsung diserap oleh tubuh tanpa melalui sistem pencernaan. Prosedur ini dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis profesional agar dosis dan durasinya sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca juga: Apa Itu PCT Infus, Kegunaan, dan Berapa Harganya?

Manfaat Infus Zat Besi untuk Tubuh

Pernah merasa lemas berkepanjangan meski sudah istirahat cukup? Bisa jadi tubuh Anda kekurangan zat besi. Dalam kondisi seperti ini, infus zat besi dapat menjadi solusi cepat.

Ada banyak alasan mengapa infus zat besi direkomendasikan. Berikut beberapa manfaat utama yang bisa Anda rasakan:

  1. Meningkatkan kadar hemoglobin dengan cepat. Infus membantu menaikkan kadar hemoglobin lebih efektif dibandingkan konsumsi tablet zat besi, terutama bagi Anda dengan anemia berat.

  2. Memperbaiki fungsi tubuh secara keseluruhan. Setelah menjalani infus zat besi, tubuh Anda akan lebih bertenaga, tidak mudah lelah, dan daya tahan tubuh meningkat karena oksigen kembali terdistribusi dengan optimal.

  3. Mengatasi anemia akibat kondisi medis tertentu. Prosedur ini sering diberikan kepada pasien dengan gangguan pencernaan, seperti penyakit celiac, Crohn, atau pasien yang menjalani operasi lambung yang membuat penyerapan zat besi terganggu.

  4. Mendukung pemulihan pasca melahirkan atau operasi. Bagi Anda yang kehilangan banyak darah, infus zat besi bisa membantu mempercepat pemulihan tanpa perlu transfusi darah.

  5. Alternatif bagi yang tak bisa konsumsi suplemen oral. Beberapa orang mengalami efek samping seperti mual atau sembelit saat minum tablet zat besi. Infus menjadi solusi yang lebih nyaman dan efektif.

Efek Samping Infus Zat Besi

Efek Samping Infus Zat Besi
Efek Samping Infus Zat Besi

Meski tergolong aman, infus zat besi tetap memiliki risiko efek samping ringan hingga sedang. Reaksi ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang dalam waktu singkat.

Berikut beberapa efek samping yang mungkin Anda alami:

  • Rasa logam di mulut saat infus dimasukkan.

  • Sakit kepala ringan atau pusing.

  • Mual atau kram perut setelah prosedur.

  • Perubahan warna kulit sementara di area suntikan.

  • Reaksi alergi ringan, seperti gatal atau kemerahan.

Pada kasus yang sangat jarang, infus dapat menyebabkan reaksi alergi berat (anafilaksis), namun ini hampir tidak pernah terjadi jika prosedur dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman.

Untuk mencegah risiko tersebut, dokter biasanya akan memantau tekanan darah, detak jantung, serta kondisi Anda selama dan setelah pemberian infus zat besi. Jika muncul gejala tidak biasa, segera informasikan pada tim medis agar bisa ditangani dengan cepat.

Biaya Infus Zat Besi di Indonesia

Biaya infus zat besi bervariasi tergantung tempat dan jenis zat besi yang digunakan. Di klinik umum atau rumah sakit, kisarannya mulai dari Rp700.000 hingga Rp2.500.000 per sesi.

Faktor-faktor yang memengaruhi biaya meliputi:

  1. Jenis sediaan zat besi (misalnya Ferric Carboxymaltose, Iron Sucrose, atau Ferumoxytol).

  2. Kebutuhan dosis berdasarkan kadar hemoglobin Anda.

  3. Biaya jasa medis dan fasilitas tempat infus dilakukan.

Beberapa layanan kesehatan di rumah bahkan menyediakan opsi infus zat besi di rumah bagi Anda yang ingin kenyamanan lebih tanpa perlu ke rumah sakit. Layanan ini sangat membantu, terutama bagi lansia atau pasien dengan mobilitas terbatas.

Siapa yang Membutuhkan Infus Zat Besi?

Siapa yang Membutuhkan Infus Zat Besi?
Siapa yang Membutuhkan Infus Zat Besi?

Tidak semua orang dengan kadar zat besi rendah memerlukan infus. Dokter akan menentukan berdasarkan hasil pemeriksaan darah dan kondisi medis Anda.

Namun, berikut adalah kelompok yang umumnya disarankan menjalani infus ini:

  1. Penderita anemia defisiensi besi berat. Jika kadar hemoglobin sangat rendah dan suplemen oral tidak cukup membantu, infus menjadi pilihan terbaik.

  2. Ibu hamil dengan kadar zat besi sangat rendah. Dalam beberapa kasus, ibu hamil perlu infus ini untuk mencegah risiko komplikasi kehamilan dan menjaga kesehatan janin.

  3. Pasien dengan gangguan pencernaan kronis. Misalnya penyakit Crohn atau ulkus yang membuat penyerapan zat besi terhambat.

  4. Pasien pascaoperasi atau kehilangan darah banyak. Kondisi ini membutuhkan peningkatan kadar zat besi dengan cepat agar tubuh pulih lebih baik.

  5. Pasien gagal ginjal atau yang menjalani hemodialisis. Mereka sering mengalami kekurangan zat besi akibat proses penyaringan darah yang rutin.

Sebelum menjalaninya, dokter akan memastikan bahwa infus ini benar-benar aman untuk kondisi kesehatan Anda.

Prosedur Infus Zat Besi

Prosedur ini berlangsung sekitar 30 menit hingga 1 jam tergantung jenis dan dosis zat besi. Anda akan duduk atau berbaring nyaman, lalu perawat memasang jarum infus di tangan. Cairan zat besi akan mengalir perlahan ke tubuh melalui pembuluh darah.

Selama proses infus zat besi, tenaga medis akan memantau kondisi Anda, memastikan tidak ada reaksi alergi atau efek samping yang berat. Setelah selesai, Anda bisa langsung beristirahat singkat dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Beberapa orang merasakan peningkatan energi dan penurunan gejala anemia dalam waktu beberapa hari hingga minggu setelah terapi.

Baca juga: Kapan Infus Paracetamol Dibutuhkan dan Bagaimana Proses Pemberiannya?

Tips Setelah Menjalani Infus Zat Besi

Setelah menjalani infus zat besi, tubuh Anda membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Agar hasilnya optimal, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

  • Istirahat cukup dan hindari aktivitas berat selama 24 jam setelah prosedur.

  • Perbanyak konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati ayam, bayam, dan kacang-kacangan.

  • Minum air putih cukup agar aliran darah lancar.

  • Hindari konsumsi kafein berlebihan karena bisa menghambat penyerapan zat besi.

  • Ikuti jadwal kontrol darah yang dianjurkan dokter untuk memantau hasil terapi.

Dengan langkah ini, infus zat besi akan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan Anda.

Jika Anda membutuhkan layanan infus zat besi tanpa harus ke rumah sakit, kini ada solusi yang lebih praktis. Homecare Lansia menyediakan layanan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, dan infus albumin yang dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Dengan layanan ini, Anda bisa mendapatkan perawatan berkualitas dari rumah secara nyaman dan aman. Hubungi Homecare Lansia sekarang dan rasakan kemudahan mendapatkan perawatan infus zat besi langsung di rumah Anda, karena pemulihan terbaik dimulai dari kenyamanan sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Home Care Lansia Official

Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka

Promo Jangan tampilkan lagi Saya Ikut
Chat WhatsApp
WhatsApp