Ketika berbicara tentang kesehatan orang tua, fokus Anda mungkin langsung tertuju pada jantung, gula darah, atau tekanan darah. Padahal, ada satu aspek penting yang sering luput dari perhatian, kesehatan gigi lansia.
Kondisi rongga mulut yang terawat bukan hanya membuat orang tua nyaman saat makan dan berbicara, tetapi juga berperan dalam mencegah berbagai penyakit sistemik.
Sebagai generasi milenial yang kini semakin peduli terhadap kualitas hidup keluarga, memahami cara menjaga kesehatan gigi lansia adalah langkah nyata untuk memastikan orang tua tetap sehat, percaya diri, dan aktif di usia senja.

Banyak orang menganggap masalah gigi sebagai hal sepele, apalagi jika sudah memasuki usia lanjut. Namun kenyataannya, gangguan kecil di rongga mulut bisa berkembang menjadi masalah serius jika tidak ditangani sejak dini.
Kesehatan gigi lansia berpengaruh langsung pada kemampuan mengunyah, berbicara, hingga menjaga asupan nutrisi. Jika orang tua Anda mengalami nyeri gigi atau infeksi gusi, mereka cenderung menghindari makanan tertentu. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu malnutrisi dan penurunan kualitas hidup.
Selain itu, infeksi pada gusi dapat menyebar melalui aliran darah dan memicu peradangan sistemik. Inilah alasan mengapa kesehatan gigi lansia tidak boleh dipandang sebelah mata.
Baca juga: Teknik Relaksasi Lansia yang Aman dan Mudah Dilakukan Setiap Hari
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan biologis yang tidak bisa dihindari. Rongga mulut pun ikut mengalami proses penuaan.
Pada lansia, produksi air liur menurun, enamel menipis, dan jaringan gusi melemah. Semua perubahan ini membuat kesehatan gigi lansia lebih rentan terhadap infeksi dan kerusakan.
Beberapa perubahan yang umum terjadi meliputi:
Mulut kering (xerostomia) akibat efek samping obat
Resesi gusi yang membuat akar gigi terbuka
Penurunan sensitivitas saraf gigi
Gigi lebih rapuh dan mudah retak
Karena sebagian lansia tidak merasakan nyeri meskipun ada masalah, pemeriksaan rutin menjadi kunci utama menjaga kesehatan gigi lansia tetap optimal.

Tidak semua masalah gigi terlihat jelas dari luar. Beberapa gangguan justru berkembang perlahan tanpa disadari.
Berikut kondisi yang sering memengaruhi kesehatan gigi lansia:
Karies akar, yaitu gigi berlubang di bagian akar
Periodontitis, infeksi gusi kronis yang menyebabkan gigi goyang
Gigi tanggal, yang mengganggu fungsi kunyah
Infeksi jamur di mulut
Masalah gigi palsu, seperti luka akibat pemasangan yang tidak pas
Jika Anda melihat orang tua mulai mengeluh sulit mengunyah atau menghindari makanan tertentu, itu bisa menjadi tanda bahwa kesehatan gigi lansia perlu perhatian lebih lanjut.
Mungkin Anda bertanya, apakah masalah gigi benar-benar bisa berdampak pada organ lain? Jawabannya, sangat bisa.
Infeksi kronis pada gusi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan memperburuk kontrol diabetes. Bakteri dari rongga mulut dapat masuk ke aliran darah dan memicu peradangan di berbagai organ.
Selain itu, gangguan kesehatan gigi lansia sering membuat orang tua:
Menghindari makanan keras atau berserat
Mengurangi asupan protein
Kekurangan vitamin penting
Mengalami penurunan berat badan
Karena itu, menjaga kesehatan gigi lansia berarti juga menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Perawatan tidak selalu harus rumit. Justru konsistensi dalam kebiasaan sederhana memberikan dampak besar.
Untuk mempertahankan kesehatan gigi lansia, Anda bisa membantu orang tua dengan langkah berikut:
Menyikat gigi dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut
Menggunakan pasta gigi berfluoride
Membersihkan sela gigi dengan benang gigi
Menggunakan obat kumur antiseptik
Membatasi konsumsi makanan manis
Pendampingan Anda sangat berarti, terutama jika orang tua mengalami keterbatasan motorik.
Apa yang dikonsumsi setiap hari berpengaruh besar pada kondisi gigi dan gusi. Pola makan seimbang membantu menjaga jaringan mulut tetap kuat.
Untuk mendukung kesehatan gigi lansia, pastikan asupan berikut tercukupi:
Kalsium untuk memperkuat tulang dan gigi
Vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium
Vitamin C untuk menjaga kesehatan gusi
Protein untuk regenerasi jaringan
Menu seperti ikan, telur, sayuran hijau, dan produk susu dapat membantu mempertahankan kesehatan gigi lansia dalam jangka panjang.

Sering kali lansia tidak mengeluh meski mengalami gangguan. Karena itu, Anda perlu lebih peka terhadap perubahan kecil.
Waspadai gejala berikut yang bisa mengindikasikan gangguan kesehatan gigi lansia:
Gusi berdarah saat menyikat gigi
Bau mulut yang tidak hilang
Nyeri saat mengunyah
Gigi goyang
Luka di mulut yang sulit sembuh
Deteksi dini membantu mencegah komplikasi serius dan menjaga kesehatan gigi lansia tetap stabil.
Baca juga: Cara Mengatur Diet Lansia Diabetes agar Terhindar dari Komplikasi Berbahaya
Banyak lansia hidup dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes atau osteoporosis. Penyakit ini bisa memperburuk kondisi rongga mulut.
Contohnya:
Diabetes meningkatkan risiko infeksi gusi.
Osteoporosis memengaruhi kepadatan tulang rahang.
Obat tertentu menyebabkan mulut kering.
Karena itu, pendekatan perawatan harus terintegrasi antara dokter gigi dan dokter umum agar kesehatan gigi lansia tetap terkontrol secara menyeluruh.
Jika orang tua Anda membutuhkan perawatan yang lebih praktis tanpa harus keluar rumah, Homecare Lansia siap membantu dengan layanan panggil dokter ke rumah, infus osteoporosis, hingga infus albumin untuk menunjang kesehatan secara menyeluruh, termasuk menjaga kesehatan gigi lansia.
Hubungi Homecare Lansia sekarang juga untuk konsultasi dan jadwalkan layanan terbaik langsung di rumah. Pastikan orang tua Anda mendapatkan perawatan yang aman, nyaman, dan profesional tanpa perlu antre di fasilitas kesehatan.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dimas Widi Anugrah, yang berpengalaman di bidang emergency, pain management, dan geriatri.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka