Setelah operasi, banyak keluarga berpikir bahwa lansia harus lebih banyak beristirahat total. Padahal, terlalu lama berbaring justru bisa memperlambat pemulihan.
Di sinilah pentingnya memahami latihan pasca operasi lansia sebagai bagian dari proses rehabilitasi yang terstruktur, aman, dan bertahap.
Kalau Anda sedang mendampingi orang tua atau keluarga yang baru menjalani operasi, artikel ini akan membantu Anda memahami langkah-langkah yang tepat tanpa membuat kondisi mereka semakin berisiko.

Sebelum membahas jenis gerakan, Anda perlu memahami dulu alasan medis di balik latihan setelah operasi. Tubuh lansia mengalami penurunan fungsi fisiologis alami, seperti massa otot yang berkurang, metabolisme melambat, hingga daya tahan tubuh yang menurun. Tanpa stimulasi gerak, penurunan ini bisa terjadi lebih cepat.
Melalui latihan pasca operasi lansia, tubuh akan mendapatkan stimulus yang membantu:
Meningkatkan sirkulasi darah
Mencegah pembekuan darah
Mengurangi risiko pneumonia akibat tirah baring lama
Mengembalikan kekuatan otot
Menjaga fleksibilitas sendi
Memperbaiki keseimbangan
Latihan bukan berarti memaksa bergerak berat, tetapi memberi rangsangan yang tepat sesuai fase pemulihan.
Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Menangani Lansia Stres agar Orang Tua Lebih Tenang
Pertanyaan yang sering muncul adalah “Bukannya harus istirahat dulu?” Jawabannya, ya, tapi bukan berarti tidak bergerak sama sekali. Waktu memulai latihan pasca operasi lansia tergantung pada jenis tindakan medis dan kondisi umum pasien.
Secara umum:
24–48 jam pertama: latihan pernapasan dan gerakan ringan di tempat tidur
Hari ke-3 hingga minggu pertama: duduk dan berdiri dengan bantuan
Minggu berikutnya: latihan aktif bertahap
Pastikan Anda selalu mengikuti rekomendasi dokter sebelum memulai program latihan.

Setiap tahap pemulihan memiliki fokus yang berbeda. Tujuannya bukan sekadar bergerak, tetapi mengembalikan fungsi tubuh secara sistematis. Berikut jenis latihan pasca operasi lansia yang umum dianjurkan.
Pada fase awal, sistem pernapasan perlu dijaga agar tidak terjadi komplikasi. Lansia yang terlalu lama berbaring berisiko mengalami gangguan paru.
Contoh latihan:
Tarik napas dalam selama 4 detik
Tahan 2 detik
Hembuskan perlahan
Ulangi 5–10 kali setiap jam. Latihan pasca operasi lansia ini sederhana, tetapi sangat efektif mencegah infeksi paru.
Saat tubuh tidak banyak bergerak, sendi bisa menjadi kaku. Untuk mencegah hal ini, latihan ringan sangat dibutuhkan bahkan sejak hari pertama.
Contoh gerakan:
Menggerakkan pergelangan kaki naik turun
Menekuk dan meluruskan lutut
Memutar pergelangan tangan
Latihan pasca operasi lansia ini membantu menjaga fleksibilitas tanpa memberi tekanan berlebih pada luka operasi.
Setelah kondisi stabil, Anda bisa mulai melatih kemampuan duduk dan berdiri. Ini penting untuk mengembalikan keseimbangan dan koordinasi tubuh.
Tahapan yang aman:
Duduk di tepi tempat tidur 1–2 menit
Berdiri dengan bantuan
Berjalan beberapa langkah
Progres dilakukan perlahan. Jangan memaksa jika muncul nyeri atau pusing.
Saat fase akut terlewati, penguatan otot mulai menjadi fokus. Lansia cenderung kehilangan massa otot dengan cepat, sehingga perlu stimulasi bertahap.
Contoh:
Mengangkat kaki secara perlahan
Latihan dengan resistance band ringan
Duduk-berdiri berulang (chair exercise)
Latihan pasca operasi lansia pada tahap ini sebaiknya tetap diawasi tenaga medis.
Risiko jatuh meningkat setelah operasi. Karena itu, latihan keseimbangan tidak boleh diabaikan.
Contoh:
Berdiri satu kaki dengan pegangan
Berjalan lurus perlahan
Latihan naik tangga ringan
Tujuan utamanya adalah meningkatkan stabilitas tubuh agar lansia kembali percaya diri bergerak.
Tidak semua operasi memiliki pendekatan rehabilitasi yang sama. Program latihan pasca operasi lansia perlu disesuaikan dengan jenis tindakan medis.
Fokus pada:
Penguatan otot paha
Fleksibilitas sendi
Latihan berjalan bertahap
Pendekatan:
Intensitas rendah
Pemantauan denyut nadi
Progres perlahan
Fokus pada:
Latihan pernapasan
Aktivitas ringan untuk mencegah gangguan pencernaan
Menyesuaikan latihan dengan jenis operasi akan mengurangi risiko komplikasi.

Sebelum Anda mulai mendampingi latihan, pahami dulu bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Jangan sampai semangat mempercepat pemulihan justru menyebabkan cedera ulang.
Perhatikan:
Tekanan darah stabil
Tidak ada nyeri tajam
Hindari gerakan mendadak
Gunakan alat bantu jika perlu
Pastikan lantai tidak licin
Latihan pasca operasi lansia harus dilakukan dengan kontrol dan kesadaran penuh terhadap kondisi tubuh.
Meskipun latihan bermanfaat, Anda tetap perlu waspada terhadap tanda bahaya. Jangan abaikan gejala yang muncul selama atau setelah latihan.
Segera hentikan aktivitas jika terjadi:
Nyeri dada
Sesak napas
Pusing berat
Pembengkakan ekstrem
Luka operasi meradang
Keamanan selalu lebih penting daripada kecepatan pemulihan.
Baca juga: Mengapa Klub Lansia Penting untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Orang Tua?
Latihan tanpa dukungan nutrisi ibarat mesin tanpa bahan bakar. Tubuh membutuhkan asupan yang cukup untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
Pastikan lansia mendapatkan:
Protein untuk regenerasi jaringan
Kalsium dan vitamin D untuk tulang
Cairan yang cukup
Kombinasi nutrisi dan latihan pasca operasi lansia akan mempercepat proses pemulihan secara signifikan.
Pada akhirnya, latihan pasca operasi lansia bukan hanya rutinitas gerakan, tetapi bagian dari strategi pemulihan yang menyeluruh dan terarah. Dengan pendekatan yang bertahap serta pemantauan yang tepat, Anda bisa membantu orang tua kembali mendapatkan kekuatan, mobilitas, dan rasa percaya diri dalam beraktivitas.
Agar proses rehabilitasi berjalan lebih aman dan terkontrol, Anda bisa memanfaatkan layanan profesional seperti Homecare Lansia. Dengan fasilitas panggil dokter ke rumah, infus osteoporosis, suntik pelumas sendi, hingga infus vitamin, pemulihan dapat dilakukan dengan nyaman tanpa harus sering keluar rumah.
Jangan tunda proses pemulihan orang tua. Konsultasikan kebutuhan perawatan mereka sekarang dan pastikan program latihan pasca operasi lansia didampingi tenaga medis yang tepat.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka