Pernahkah Anda merasakan nyeri di bagian lutut setiap kali menaiki tangga, tetapi rasa sakitnya justru berkurang saat berjalan di permukaan datar? Kondisi seperti ini cukup sering dialami, terutama oleh orang dewasa dan lansia.
Meski awalnya hanya terasa ringan, lutut sakit saat naik tangga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sendi yang perlu mendapatkan perhatian.
Saat menaiki tangga, lutut harus menopang beban tubuh yang jauh lebih besar dibandingkan saat berjalan biasa. Tekanan tersebut dapat memicu rasa nyeri apabila terdapat masalah pada tulang rawan, ligamen, otot, maupun sendi lutut.
Jika dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan, aktivitas sederhana seperti naik turun tangga, berdiri dari kursi, hingga berjalan kaki dapat menjadi semakin sulit dilakukan.
Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja penyebab, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan agar kondisi tidak semakin memburuk.

Banyak orang mengira nyeri lutut hanya muncul setelah berolahraga atau melakukan aktivitas berat. Padahal, tidak sedikit yang justru mulai merasakan lutut sakit saat naik tangga, meskipun masih bisa berjalan normal di permukaan datar.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
Osteoarthritis merupakan penyebab paling umum lutut sakit saat naik tangga, terutama pada usia lanjut.
Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang melindungi ujung tulang mulai menipis sehingga terjadi gesekan antar tulang. Akibatnya muncul rasa nyeri, kaku, hingga pembengkakan.
Gejala yang biasanya dirasakan meliputi:
Gangguan ini terjadi ketika tempurung lutut tidak bergerak dengan baik di atas tulang paha sehingga menimbulkan rasa nyeri.
Keluhan biasanya dirasakan pada bagian depan lutut dan semakin terasa ketika:
Kondisi ini cukup sering dialami oleh orang yang aktif berolahraga maupun mereka yang sering naik turun tangga setiap hari.
Baca juga: 10 Obat Asam Urat Alami yang Ampuh, Mudah Ditemukan dan Bisa Dicoba di Rumah
Cedera akibat olahraga maupun kecelakaan dapat menyebabkan robekan pada ligamen atau bantalan sendi (meniskus).
Selain lutut sakit saat naik tangga, gejala lain yang dapat muncul antara lain:
Tendinitis adalah peradangan pada tendon yang menghubungkan otot dengan tulang.
Penyebabnya biasanya karena aktivitas berulang, misalnya:
Nyeri biasanya terasa tepat di bawah tempurung lutut dan semakin berat ketika digunakan bergerak.
Bursa adalah kantong kecil berisi cairan yang berfungsi mengurangi gesekan di sekitar sendi.
Ketika bursa mengalami peradangan, lutut dapat terasa:

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama untuk mengalami nyeri lutut. Ada beberapa faktor yang dapat membuat sendi lutut lebih rentan mengalami gangguan, mulai dari pertambahan usia hingga kebiasaan sehari-hari yang memberikan tekanan berlebih pada lutut.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko mengalami nyeri lutut, di antaranya:
Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar kemungkinan mengalami gangguan sendi lutut.
Rasa nyeri saat naik tangga memang sering menjadi keluhan utama, tetapi biasanya bukan satu-satunya petunjuk bahwa ada yang tidak beres pada lutut. Pada sebagian orang, keluhan ini juga muncul bersama lutut yang terasa kaku saat baru bangun tidur, tampak bengkak, atau mengeluarkan bunyi saat ditekuk.
Tidak semua nyeri lutut memiliki penyebab yang sama. Karena itu, kenali beberapa gejala berikut:
Jika lutut sakit saat naik tangga disertai pembengkakan berat atau tidak mampu menopang berat badan, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Tidak semua nyeri lutut harus langsung ditangani dengan cara yang sama, karena penyebabnya bisa berbeda-beda. Meski begitu, ada beberapa langkah sederhana yang sering membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Bila dilakukan dengan tepat dan konsisten, kebiasaan-kebiasaan kecil ini dapat membantu Anda merasa lebih nyaman sekaligus mencegah keluhan bertambah berat.
Kurangi aktivitas yang memberikan tekanan besar pada lutut selama beberapa hari.
Namun, bukan berarti Anda harus berhenti bergerak sepenuhnya. Aktivitas ringan tetap diperlukan agar sendi tidak semakin kaku.
Tempelkan kompres dingin selama 15–20 menit sebanyak beberapa kali sehari.
Cara ini membantu mengurangi:
Semakin berat tubuh seseorang, semakin besar tekanan yang diterima lutut.
Menurunkan berat badan beberapa kilogram saja dapat membantu mengurangi beban pada sendi.
Otot paha yang kuat membantu menopang lutut sehingga tekanan pada sendi menjadi lebih ringan.
Beberapa latihan yang umum dilakukan antara lain:
Latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan.
Sepatu dengan bantalan yang baik dapat membantu meredam benturan saat berjalan sehingga tekanan pada lutut ikut berkurang.
Hindari penggunaan sepatu hak tinggi dalam waktu lama apabila sering mengalami nyeri lutut.
Apabila nyeri cukup mengganggu, dokter dapat memberikan obat antiinflamasi atau pereda nyeri.
Hindari mengonsumsi obat dalam jangka panjang tanpa konsultasi karena dapat menimbulkan efek samping.
Kalau nyeri lutut hanya muncul sesekali lalu membaik setelah istirahat, mungkin keluhannya belum terlalu mengkhawatirkan. Namun, Anda perlu mempertimbangkan pemeriksaan ke dokter bila rasa sakitnya tidak kunjung reda. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah masalah sendi yang lebih serius.
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami kondisi berikut:
Pemeriksaan lebih awal membantu dokter menentukan penyebab serta memberikan terapi yang sesuai sebelum kerusakan sendi bertambah parah.
Baca juga: Ciri Penyakit Asam Urat yang Sudah Parah, Jangan Abaikan Tanda-tanda Ini
Dalam banyak kasus, keluhan pada lutut sebenarnya bisa dikurangi risikonya sejak awal. Selain itu, penting juga untuk tidak memaksakan lutut saat tubuh sedang lelah atau saat aktivitas tertentu terasa terlalu berat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menjaga kesehatan sendi dalam jangka panjang.
Apabila nyeri lutut tidak kunjung membaik, semakin sering kambuh, atau mulai mengganggu mobilitas, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Melalui Homecare Lansia, Anda dapat memperoleh layanan kesehatan langsung di rumah tanpa harus repot datang ke fasilitas kesehatan.
Tersedia berbagai layanan seperti panggil dokter ke rumah, suntik pelumas sendi untuk membantu mengurangi keluhan akibat osteoarthritis sesuai indikasi medis, infus vitamin, hingga perawatan intensif oleh tenaga kesehatan profesional.
Jika Anda atau anggota keluarga membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan lutut yang lebih nyaman di rumah, jangan ragu untuk menghubungi Homecare Lansia. Tim medis akan membantu memberikan konsultasi, pemeriksaan, serta rekomendasi penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien sehingga proses pemulihan dapat dilakukan dengan lebih praktis, aman, dan nyaman.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dimas Widi Anugrah, yang berpengalaman di bidang emergency, pain management, dan geriatri.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka