Kehamilan adalah fase yang penuh kebahagiaan, tapi juga sering datang dengan berbagai perubahan fisik dan hormonal. Salah satu gejala yang paling umum dialami oleh ibu hamil adalah mual dan muntah pada kehamilan.
Meskipun terkadang dianggap normal, gejala ini bisa memengaruhi kualitas hidup Anda sehari-hari, terutama jika tidak ditangani dengan tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab, cara mengatasi, serta tips menjaga kesehatan saat mengalami mual dan muntah pada kehamilan.

Mual dan muntah pada kehamilan sering terjadi pada trimester pertama, sekitar minggu ke-6 hingga minggu ke-12. Kondisi ini dikenal sebagai morning sickness, meskipun gejalanya bisa muncul kapan saja sepanjang hari.
Beberapa faktor yang menyebabkan mual dan muntah pada kehamilan antara lain:
Perubahan hormon
Selama awal kehamilan, tubuh meningkatkan produksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen. Peningkatan hormon ini bisa memengaruhi sistem pencernaan dan pusat mual di otak, sehingga menimbulkan rasa mual dan muntah.
Sensitivitas terhadap bau dan makanan tertentu
Ibu hamil sering lebih sensitif terhadap aroma makanan, parfum, atau bau lingkungan. Hal ini dapat memicu gejala mual dan muntah pada kehamilan.
Kelelahan dan stres
Kondisi fisik yang lelah atau tekanan psikologis juga dapat memperparah mual dan muntah pada ibu hamil.
Kadar gula darah rendah
Menunda makan atau asupan makanan yang tidak seimbang bisa menimbulkan rasa mual yang lebih sering.
Baca juga: 5 Cara Menangani Asam Lambung agar Tidak Kambuh di Waktu Sibuk
Mual saat hamil memang wajar, tapi ada kalanya tubuh memberikan sinyal bahwa kondisinya butuh perhatian lebih. Selain rasa mual dan muntah yang umum, ada beberapa gejala yang harus Anda perhatikan karena bisa menjadi tanda komplikasi, seperti:
Dehidrasi (jarang buang air kecil, urin berwarna gelap)
Berat badan turun drastis
Muntah terus-menerus dan tidak bisa menahan makanan atau cairan
Jika gejala tersebut muncul, segera konsultasikan dengan dokter. Meski mual dan muntah pada kehamilan sering dianggap normal, kondisi ekstrem dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Menghadapi mual dan muntah saat hamil memang tidak selalu mudah, tapi bukan berarti Anda harus pasrah. Ada banyak cara sederhana dan aman yang bisa membantu meredakannya tanpa mengganggu kesehatan janin.
Ada berbagai cara aman untuk meredakan mual dan muntah pada kehamilan. Anda bisa mencoba metode alami maupun pengobatan ringan yang disarankan oleh tenaga medis:
Makan dalam porsi kecil tapi sering
Daripada makan tiga kali dalam porsi besar, cobalah makan 5–6 kali dalam porsi kecil. Ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi rasa mual.
Hindari makanan pemicu mual
Makanan berlemak, pedas, atau beraroma kuat bisa memperparah gejala. Pilih makanan yang lebih ringan, seperti roti, biskuit, atau nasi.
Minum cukup air
Dehidrasi dapat memperburuk mual. Minumlah air secara berkala dalam jumlah kecil agar tubuh tetap terhidrasi.
Istirahat yang cukup
Kelelahan fisik dan stres meningkatkan risiko munculnya mual. Pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup dan istirahat di sela aktivitas.
Konsumsi jahe atau permen jahe
Jahe dikenal aman untuk meredakan mual dan muntah pada kehamilan. Anda bisa mengonsumsinya sebagai teh, permen, atau campuran makanan.
Gunakan teknik relaksasi
Meditasi, pernapasan dalam, atau yoga ringan dapat membantu mengurangi stres dan mual.
Perhatikan posisi tidur
Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dapat membantu mengurangi rasa mual terutama setelah makan.
Konsumsi vitamin prenatal
Vitamin yang mengandung vitamin B6 sering disarankan untuk meredakan gejala mual ringan. Namun, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen.
Tidak semua mual dan muntah saat hamil bisa dianggap sepele. Jika Anda merasa kondisi ini semakin berat atau justru membuat tubuh lemah, itu tandanya sudah waktunya berkonsultasi dengan dokter.
Meskipun mual dan muntah pada kehamilan adalah hal yang umum, ada kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis segera, seperti:
Muntah lebih dari 3–4 kali sehari dan berlangsung terus-menerus
Tanda dehidrasi seperti mulut kering, pusing, atau tekanan darah rendah
Berat badan turun lebih dari 5% dari sebelum hamil
Urin berwarna gelap atau jarang buang air kecil
Dalam kasus yang parah, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan yang aman untuk ibu hamil, termasuk obat anti-mual tertentu.
Baca juga: Berapa Gaji Perawat Lansia? Ini Rinciannya Berdasarkan Pengalaman dan Lokasi

Kadang, hal-hal kecil justru bisa membuat kehamilan terasa lebih ringan. Ada banyak trik sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi mual setiap hari.
Selain cara medis, ada beberapa tips praktis yang bisa Anda lakukan sehari-hari untuk meringankan mual dan muntah pada kehamilan:
Buka jendela atau gunakan kipas agar udara tetap segar
Konsumsi camilan ringan sebelum bangun tidur
Hindari stres berlebihan dan beraktivitas sesuai kemampuan
Catat makanan atau bau yang memicu mual agar bisa dihindari
Mual dan muntah pada kehamilan adalah gejala umum yang dialami banyak ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Penyebabnya bisa berasal dari perubahan hormon, sensitivitas terhadap makanan, stres, atau faktor fisik lainnya.
Namun, jika gejala Anda termasuk berat atau disertai tanda dehidrasi dan penurunan berat badan drastis, jangan menunda konsultasi dengan tenaga medis. Untuk kenyamanan dan keamanan Anda, Homecare Lansia menyediakan layanan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, hingga paket infus mual muntah kehamilan yang dapat membantu menjaga kesehatan serta mendukung pemulihan tubuh.
Segera hubungi Homecare Lansia sekarang dan dapatkan perawatan profesional tanpa perlu keluar rumah, karena kesehatan Anda dan si kecil layak mendapatkan yang terbaik.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka