Bagi Anda yang sedang mengalami masalah pada saluran kemih, dokter mungkin menyarankan pemasangan kateter pada pria sebagai solusi medis.
Kateter adalah selang kecil dan fleksibel yang dimasukkan ke dalam kandung kemih untuk membantu mengalirkan urine. Prosedur ini umum dilakukan pada pasien dengan gangguan buang air kecil, pascaoperasi, atau kondisi medis tertentu.
Mengetahui proses dan perawatan kateter sangat penting agar Anda lebih siap, nyaman, dan terhindar dari risiko infeksi.

Kadang, tubuh memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres, termasuk saat Anda kesulitan buang air kecil.
Dalam kondisi ini, pemasangan kateter menjadi pilihan medis yang dapat membantu Anda merasa lega kembali.
Alasan umum prosedur ini dilakukan antara lain:
Gangguan saluran kemih seperti pembesaran prostat (BPH) yang menghambat aliran urine.
Pascaoperasi di area kandung kemih, prostat, atau uretra.
Kondisi darurat seperti retensi urine akut.
Pemantauan urine pada pasien yang sedang dirawat intensif.
Dengan prosedur ini, urine dapat keluar secara lancar tanpa menimbulkan rasa nyeri berlebihan atau risiko kerusakan pada kandung kemih.
Baca juga: Langkah Tepat Menentukan Posisi Pemasangan Kateter agar Nyaman dan Aman

Banyak orang merasa gugup saat pertama kali mendengar kata “kateter”. Padahal, jika Anda tahu persiapannya, rasa cemas itu bisa berkurang.
Sebelum pemasangan kateter, tenaga medis akan melakukan beberapa langkah untuk memastikan semuanya aman.
Persiapan tersebut meliputi:
Pemeriksaan medis awal di mana dokter akan mengecek riwayat kesehatan Anda dan memilih jenis kateter yang tepat.
Sterilisasi area genital. Membersihkan area uretra untuk mencegah masuknya bakteri.
Penggunaan pelumas medis untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat kateter dimasukkan.
Dengan persiapan ini, pemasangan kateter pada pria menjadi lebih aman dan minim risiko.

Kalau ini pertama kalinya, mungkin Anda membayangkan prosesnya rumit atau menyakitkan.
Tenang saja, saat dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman, pemasangan kateter biasanya cepat dan minim rasa sakit.
Prosesnya biasanya seperti ini:
Anda diminta berbaring terlentang dengan kaki sedikit terbuka.
Area genital dibersihkan dengan antiseptik.
Ujung kateter diberi pelumas.
Kateter dimasukkan perlahan ke uretra hingga mencapai kandung kemih.
Balon kecil pada ujung kateter dikembangkan untuk menjaga posisinya.
Urine mulai mengalir ke kantong penampung.
Baca juga: Prosedur Pemasangan Kateter yang Aman dan Nyaman di Rumah
Seaman apa pun prosedurnya, tetap ada risiko yang perlu Anda ketahui. Mengetahui efek samping dari pemasangan kateter membuat Anda lebih waspada dan tahu kapan harus segera mencari bantuan medis.
Risiko yang mungkin terjadi antara lain:
Infeksi saluran kemih
Iritasi atau nyeri pada uretra
Pendarahan ringan
Reaksi alergi terhadap bahan kateter
Risiko ini bisa dikurangi dengan teknik steril dan perawatan yang tepat setelah prosedur.
Pemasangan kateter pada pria adalah prosedur medis yang bermanfaat untuk membantu aliran urine saat terjadi gangguan buang air kecil.
Dengan memahami tujuan, prosedur, dan perawatan yang benar, Anda bisa merasa lebih siap dan tenang saat menjalaninya.
Bayangkan jika Anda bisa mendapatkan pemasangan kateter pada pria tanpa harus antre di rumah sakit. Dengan layanan Homecare Lansia, panggil dokter ke rumah Anda dengan mudah.
Semua dilakukan dengan aman, steril, dan sesuai standar medis. Hubungi Homecare Lansia sekarang, dan nikmati layanan kesehatan yang praktis, nyaman, dan terpercaya.
Klik atau hubungi Homecare Lansia hari ini, dan biarkan kami membantu Anda mendapatkan kenyamanan dan keamanan yang Anda butuhkan.
Ditinjau secara medis oleh:
dr. Dimas Widi Anugrah
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
One thought on “Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Pemasangan Kateter pada Pria”