Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit sendi yang paling sering terjadi, terutama pada usia dewasa hingga lanjut usia. Namun, seiring perubahan gaya hidup, kondisi ini juga mulai dialami oleh kelompok usia yang lebih muda.
Memahami penyebab osteoarthritis sejak dini menjadi langkah penting agar Anda bisa melakukan pencegahan dan menjaga kualitas hidup tetap optimal.
Banyak orang mengira osteoarthritis muncul secara tiba-tiba karena faktor usia semata. Padahal, ada berbagai faktor lain yang berperan dan sering kali tidak disadari dalam aktivitas sehari-hari.
Artikel ini akan membantu Anda mengenali apa saja penyebab osteoarthritis, bagaimana proses terjadinya, serta faktor risiko yang perlu diwaspadai.

Sebelum membahas lebih jauh tentang penyebabnya, Anda perlu memahami terlebih dahulu apa itu osteoarthritis. Osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan sendi secara bertahap.
Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan yang memungkinkan sendi bergerak dengan lancar tanpa gesekan.
Ketika tulang rawan menipis atau rusak, tulang akan saling bergesekan. Inilah yang menyebabkan nyeri, kaku, pembengkakan, hingga keterbatasan gerak. Kondisi ini paling sering menyerang lutut, pinggul, tulang belakang, dan tangan.
Baca juga: Apa Itu Radang Sendi? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Merawatnya

Secara garis besar, penyebab osteoarthritis berkaitan dengan tekanan berulang pada sendi serta menurunnya kemampuan tubuh dalam memperbaiki jaringan tulang rawan. Proses ini terjadi perlahan dan sering kali baru terasa setelah bertahun-tahun.
Berikut ini beberapa penyebab utama osteoarthritis yang perlu Anda pahami.
Usia merupakan salah satu penyebab osteoarthritis yang paling umum. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tulang rawan untuk memperbaiki diri akan menurun.
Produksi cairan sendi juga berkurang sehingga sendi menjadi lebih kaku dan rentan mengalami kerusakan.
Meskipun tidak semua orang lanjut usia mengalami osteoarthritis, risiko tetap meningkat secara signifikan setelah usia 40 tahun, terutama jika disertai faktor risiko lainnya.
Kelebihan berat badan menjadi penyebab osteoarthritis yang sering tidak disadari. Setiap peningkatan berat badan akan memberikan tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut dan pinggul. Tekanan ini mempercepat kerusakan tulang rawan dan memicu peradangan sendi.
Selain beban mekanis, jaringan lemak juga menghasilkan zat inflamasi yang dapat memperparah kerusakan sendi. Karena itu, menjaga berat badan ideal sangat penting bagi Anda yang ingin mencegah osteoarthritis.
Aktivitas fisik memang penting untuk kesehatan, tetapi jika dilakukan secara berlebihan atau dengan teknik yang salah, justru bisa menjadi penyebab osteoarthritis.
Pekerjaan atau olahraga yang melibatkan gerakan berulang pada sendi tertentu dapat mempercepat keausan tulang rawan.
Contohnya, sering mengangkat beban berat tanpa postur yang benar, berdiri terlalu lama, atau olahraga intens tanpa pemanasan dan pendinginan yang cukup.
Riwayat cedera sendi, seperti patah tulang, robekan ligamen, atau cedera tulang rawan, merupakan penyebab osteoarthritis yang cukup signifikan.
Cedera ini dapat mengubah struktur sendi dan membuatnya lebih rentan mengalami kerusakan di kemudian hari.
Bahkan cedera yang terjadi bertahun-tahun lalu tetap dapat meningkatkan risiko osteoarthritis, terutama jika tidak ditangani dengan rehabilitasi yang tepat.
Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita osteoarthritis, risiko Anda untuk mengalami kondisi yang sama akan lebih tinggi.
Faktor genetik memengaruhi bentuk sendi, kualitas tulang rawan, serta kemampuan tubuh dalam memperbaiki jaringan sendi.
Meskipun faktor keturunan tidak dapat diubah, Anda tetap bisa mengendalikan risiko dengan menjaga gaya hidup sehat.
Kelainan struktur sendi atau tulang yang tidak normal sejak lahir juga termasuk penyebab osteoarthritis. Misalnya, perbedaan panjang kaki, posisi sendi yang tidak sejajar, atau bentuk tulang yang tidak sempurna.
Kondisi ini menyebabkan tekanan tidak merata pada sendi, sehingga mempercepat keausan tulang rawan seiring waktu.
Tidak hanya aktivitas berlebihan, kurang bergerak juga bisa menjadi penyebab osteoarthritis. Otot yang lemah tidak mampu menopang sendi dengan baik, sehingga beban langsung tertumpu pada sendi.
Gaya hidup sedentari, seperti terlalu lama duduk tanpa olahraga teratur, dapat mempercepat degenerasi sendi dan meningkatkan risiko kekakuan.
Beberapa kondisi peradangan sendi kronis, seperti rheumatoid arthritis, dapat merusak tulang rawan dan meningkatkan risiko osteoarthritis sekunder. Peradangan yang berlangsung lama mempercepat proses degeneratif pada sendi.
Jika Anda memiliki riwayat penyakit sendi inflamasi, pemantauan dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lanjutan.
Perubahan hormon, terutama pada wanita setelah menopause, juga berperan sebagai penyebab osteoarthritis. Penurunan hormon estrogen diketahui dapat memengaruhi kesehatan tulang dan sendi, sehingga risiko osteoarthritis meningkat.
Hal ini menjelaskan mengapa osteoarthritis lebih sering terjadi pada wanita usia lanjut dibandingkan pria.
Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Sendi dan Fungsinya dalam Tubuh Manusia
Postur tubuh yang salah saat duduk, berdiri, atau bekerja dapat memberi tekanan berlebih pada sendi tertentu. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini menjadi penyebab osteoarthritis yang sering diabaikan.
Misalnya, duduk membungkuk terlalu lama atau posisi kerja yang tidak ergonomis dapat memicu kerusakan sendi tulang belakang dan lutut.
Jika Anda atau orang terdekat mulai mengalami keluhan nyeri sendi, kaku, atau keterbatasan gerak akibat osteoarthritis, penanganan yang tepat sangat penting.
Homecare Lansia hadir sebagai solusi praktis dengan layanan panggil dokter ke rumah serta infus sendi yang ditangani oleh tenaga medis profesional, sehingga Anda tidak perlu repot ke fasilitas kesehatan.
Jangan tunggu sampai nyeri semakin parah, hubungi Homecare Lansia sekarang juga untuk konsultasi dan perawatan terbaik di rumah Anda!
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dimas Widi Anugrah, yang berpengalaman di bidang emergency, pain management, dan geriatri.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka