Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Gigitan hewan, terutama anjing, adalah cara penularan yang paling umum.
Banyak orang yang bingung ketika harus memilih antara perbedaan serum anti rabies dan vaksin anti rabies.
Sebenarnya, keduanya memiliki fungsi dan mekanisme kerja yang berbeda. Memahami perbedaan serum anti rabies dan vaksin anti rabies penting agar Anda bisa menanggapi gigitan hewan dengan tepat dan cepat.

Serum anti rabies (SAR) adalah antibodi siap pakai yang diberikan untuk melawan virus rabies secara instan. Serum ini biasanya berasal dari darah hewan atau manusia yang sudah diimunisasi terhadap rabies.
Dalam kasus gigitan berat atau ketika korban belum pernah divaksin, serum diberikan segera untuk mencegah virus menyebar ke sistem saraf pusat.
Dalam hal perbedaan serum anti rabies dan vaksin anti rabies, serum berfungsi sebagai proteksi pasif. Artinya, tubuh Anda langsung mendapatkan antibodi dari luar, sehingga perlindungan terjadi seketika.
Namun, efeknya bersifat sementara dan harus didukung dengan vaksin untuk kekebalan jangka panjang.
Baca juga: Mengenal Kandungan Vaksin Rabies dan Manfaatnya untuk Perlindungan Diri

Vaksin anti rabies (VAR) berbeda dengan serum. Vaksin mengandung virus rabies yang dilemahkan atau dimatikan, dan tujuannya adalah merangsang tubuh Anda untuk membentuk antibodi sendiri.
Proses ini memerlukan waktu beberapa hari hingga antibodi terbentuk. Jadi, jika dilihat dari perbedaan serum anti rabies dan vaksin anti rabies, vaksin memberikan perlindungan jangka panjang dan membangun sistem kekebalan tubuh Anda sendiri.
Vaksin biasanya diberikan dalam beberapa dosis sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh tenaga medis.
Saat menghadapi risiko rabies, banyak orang bingung antara serum dan vaksin. Bagaimana sebenarnya keduanya bekerja dalam tubuh? Memahami mekanisme kerja masing-masing akan membantu Anda tahu mengapa tindakan medis tertentu diperlukan dan kapan perlindungan menjadi efektif.
Perbedaan mendasar dari perbedaan serum anti rabies dan vaksin anti rabies terletak pada cara kerjanya. Serum memberikan antibodi yang siap bekerja secara instan, sedangkan vaksin membutuhkan waktu bagi tubuh untuk membangun antibodi sendiri.
Kombinasi keduanya sering kali diperlukan untuk kasus gigitan serius, agar tubuh Anda mendapatkan proteksi cepat sekaligus perlindungan jangka panjang.
Baca juga: Pahami Cara Penyuntikan Vaksin Rabies pada Manusia, Panduan Edukatif

Menerima serum atau vaksin anti rabies tidak boleh sembarangan. Tahukah Anda bahwa cara pemberian dan jadwalnya bisa memengaruhi efektivitas perlindungan?
Serum biasanya diberikan hanya satu kali dan tepat di lokasi gigitan atau melalui intravena. Sedangkan vaksin diberikan beberapa kali sesuai jadwal, misalnya pada hari ke-0, ke-3, ke-7, ke-14, dan ke-28, tergantung protokol yang digunakan.
Memahami perbedaan serum anti rabies dan vaksin anti rabies membantu Anda tidak salah langkah. Anda akan tahu kapan harus menerima serum, kapan harus divaksin, dan kapan keduanya diperlukan bersamaan.
Dari uraian di atas, jelas bahwa perbedaan serum anti rabies dan vaksin anti rabies mencakup mekanisme kerja, waktu pemberian, efek samping, serta fungsi proteksinya.
Serum memberikan perlindungan instan namun sementara, sementara vaksin membangun kekebalan tubuh jangka panjang. Keduanya saling melengkapi dan dalam beberapa kasus harus digunakan bersamaan.
Jika Anda ingin mendapatkan layanan kesehatan dengan cepat dan nyaman, Homecare Lansia siap membantu. Layanan kami mencakup panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, hingga vaksin rabies.
Melalui layanan Homecare Lansia ini, Anda dan keluarga bisa lebih tenang tanpa harus repot keluar rumah, sambil tetap menjaga kesehatan secara optimal.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
One thought on “Kenali Perbedaan Serum Anti Rabies dan Vaksin Anti Rabies Agar Tidak Salah”