Merawat orang terkasih yang sedang sakit bukanlah hal mudah, terutama jika mereka tidak bisa makan atau minum seperti biasa.
Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin menyarankan penggunaan sonde selang makan untuk memastikan pasien tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
Sebagai generasi milenial yang sering menjadi penanggung jawab perawatan orang tua atau keluarga, penting bagi Anda memahami cara kerja, manfaat, hingga perawatan selang ini agar pasien tetap nyaman dan aman.

Tidak semua pasien bisa menelan makanan dengan baik. Beberapa kondisi medis, seperti stroke, gangguan saraf, koma, kanker kepala dan leher, atau pasca operasi tertentu bisa membuat pasien berisiko tersedak saat makan.
Dalam kondisi inilah sonde selang makan menjadi solusi yang direkomendasikan dokter.
Dengan menggunakan selang makan, nutrisi cair bisa langsung masuk ke lambung tanpa melalui proses mengunyah atau menelan yang berisiko.
Bagi Anda sebagai keluarga yang merawat di rumah, penggunaan selang ini bisa membantu memastikan pasien tetap memperoleh energi untuk proses pemulihan tanpa harus memaksa mereka makan dengan cara biasa.

Anda mungkin sering mendengar istilah sonde dan NGT (Nasogastric Tube), lalu bertanya-tanya apakah keduanya sama.
Sebenarnya, sonde selang makan adalah istilah umum untuk alat yang digunakan untuk memberikan makanan cair ke pasien melalui selang. Sementara NGT adalah salah satu jenis sonde yang dimasukkan lewat hidung hingga ke lambung.
Selain NGT, ada juga PEG (Percutaneous Endoscopic Gastrostomy) yang dipasang langsung ke perut untuk pasien yang membutuhkan nutrisi jangka panjang.
Bagi perawatan di rumah, NGT lebih umum digunakan karena pemasangannya relatif cepat dan prosedurnya lebih sederhana.
Baca juga: Tips Memilih dan Menyiapkan Makanan Sonde untuk Stroke yang Aman di Rumah
Mungkin Anda bertanya-tanya, “Kapan sih seseorang benar-benar membutuhkan selang makan?” Pertanyaan ini wajar, terutama bagi Anda yang baru pertama kali merawat pasien di rumah.
Selang NGT bukan hanya untuk kondisi darurat, tetapi digunakan agar pasien tetap mendapatkan nutrisi tanpa risiko tersedak atau kekurangan gizi.
Sonde selang makan jenis NGT biasanya diberikan untuk pasien yang mengalami:
Stroke berat, di mana kemampuan menelan menurun drastis.
Pasien koma atau tidak sadar, sehingga tidak bisa makan sendiri.
Gangguan saraf atau otot seperti ALS atau Parkinson yang mengganggu fungsi menelan.
Pasien kanker kepala dan leher, di mana jalur makan normal terganggu.
Pasien pasca operasi besar yang belum bisa makan melalui mulut.
Dengan penggunaan selang makan ini, pasien tetap mendapatkan nutrisi cukup untuk menjaga daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan.
Salah satu pertanyaan penting bagi Anda yang merawat pasien di rumah adalah tentang durasi pemakaian selang. Secara umum, selang NGT sebaiknya diganti setiap 7–14 hari sekali, tergantung rekomendasi dokter dan kondisi selang.
Jika selang terlihat kotor, tersumbat, atau menimbulkan iritasi pada hidung pasien, penggantian perlu dilakukan lebih cepat.
Menjaga kebersihan sonde selang makan sangat penting untuk mencegah infeksi atau komplikasi seperti iritasi dan aspirasi.
Pastikan Anda selalu mencuci tangan sebelum menyentuh selang, membersihkan selang dengan air hangat setelah pemberian makanan, dan memantau kondisi hidung pasien.
Menggunakan sonde selang makan memang bisa menjadi tantangan bagi Anda yang merawat pasien di rumah. Selain membutuhkan kesabaran, perawatan selang makan juga harus dilakukan dengan teliti agar pasien tetap aman dan nyaman.
Jika Anda merasa kesulitan atau ingin memastikan perawatan dilakukan dengan tepat, Anda bisa memanfaatkan layanan panggil dokter ke rumah dari Homecare Lansia.
Dengan layanan ini, dokter dan perawat berpengalaman akan membantu pemasangan, perawatan, hingga penggantian selang makan dengan aman tanpa harus ke rumah sakit. Cara ini membuat Anda lebih tenang dan pasien tetap mendapatkan perawatan terbaik di rumah.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
One thought on “Perawatan Pasien Lebih Mudah dengan Sonde Selang Makan”