5 Tanda Pengapuran Sendi yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya

5 Tanda Pengapuran Sendi yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya

Apakah Anda pernah merasa nyeri atau kaku pada persendian, terutama setelah beraktivitas seharian? Bisa jadi itu adalah tanda awal dari pengapuran sendi.

Kondisi ini sering terjadi pada berbagai usia, namun tidak jarang juga dialami oleh generasi milenial yang aktif bergerak.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai apa itu pengapuran sendi, penyebab, gejala, serta cara mengelolanya agar Anda bisa tetap bergerak leluasa tanpa rasa sakit.

Apa Itu Pengapuran Sendi?

Apa Itu Pengapuran Sendi?
Apa Itu Pengapuran Sendi?

Pengapuran sendi, atau dalam istilah medis dikenal sebagai osteoartritis, adalah kondisi di mana lapisan tulang rawan pada sendi mengalami kerusakan atau aus. Tulang rawan ini berfungsi sebagai bantalan yang melindungi ujung tulang agar tidak saling bergesekan saat Anda bergerak.

Ketika lapisan tulang rawan menipis atau hilang, tulang-tulang di dalam sendi akan bergesekan langsung, menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan keterbatasan gerak. Kondisi ini bisa terjadi pada sendi mana saja, tapi yang paling sering adalah sendi lutut, pinggul, tangan, dan tulang belakang.

Penyebab Pengapuran Sendi

Penyebab Pengapuran Sendi
Penyebab Pengapuran Sendi

Pernah bertanya-tanya mengapa sebagian orang lebih mudah mengalami masalah sendi dibanding yang lain? Ada banyak faktor yang berperan, dan mengenal penyebabnya bisa membantu Anda mengambil langkah pencegahan sejak dini.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko Anda mengalami pengapuran sendi. Berikut penyebab umum yang perlu Anda waspadai:

  1. Penuaan

    • Seiring bertambahnya usia, kualitas dan ketebalan tulang rawan menurun. Hal ini membuat sendi lebih rentan mengalami pengapuran.

  2. Cedera sendi sebelumnya

    • Jika Anda pernah mengalami cedera pada sendi, seperti patah tulang atau keseleo parah, risiko pengapuran sendi akan lebih besar karena proses penyembuhan yang tidak sempurna.

  3. Kelebihan berat badan

    • Berat badan yang berlebih memberi tekanan ekstra pada sendi terutama lutut dan pinggul, mempercepat kerusakan tulang rawan.

  4. Faktor genetik

    • Beberapa orang memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami pengapuran sendi.

  5. Aktivitas fisik berlebihan atau salah

    • Olahraga berat tanpa teknik yang tepat atau pekerjaan yang membutuhkan gerakan berulang dapat mempercepat kerusakan sendi.

Gejala Pengapuran Sendi yang Harus Anda Ketahui

Merasakan nyeri sendi yang muncul dan hilang memang wajar, tapi bagaimana jika nyeri itu mulai menetap dan membatasi gerak Anda? Mengenali gejala-gejala pengapuran sendi sejak awal bisa membuat Anda mengambil tindakan yang tepat dan mencegah kerusakan yang lebih parah.

Berikut tanda-tandanya:

  • Nyeri yang muncul saat Anda menggerakkan sendi atau setelah beraktivitas. Rasa sakit ini bisa hilang saat istirahat.

  • Anda mungkin merasakan kaku terutama pagi hari atau setelah duduk lama. Biasanya kaku ini berlangsung beberapa menit.

  • Sendi yang terkena pengapuran kadang membengkak dan terasa hangat karena peradangan.

  • Anda mungkin mendengar suara “kretek-kretek” atau “klik” saat menggerakkan sendi.

  • Pengapuran yang makin parah menyebabkan Anda sulit menggerakkan sendi seperti biasanya.

Baca juga: Mengenal Gejala Radang Sendi dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Mendiagnosis Pengapuran Sendi?

Sudah merasa ada keluhan, tapi bingung apakah itu benar karena pengapuran sendi? Jangan menunda pemeriksaan karena diagnosis yang tepat adalah kunci agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang benar.

Jika Anda merasakan beberapa gejala di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan biasanya akan meminta Anda melakukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen atau MRI untuk melihat kondisi tulang rawan dan sendi secara lebih detail.

Cara Mengatasi dan Mencegah Pengapuran Sendi

Cara Mengatasi dan Mencegah Pengapuran Sendi
Cara Mengatasi dan Mencegah Pengapuran Sendi

Kabar baiknya, meskipun pengapuran sendi tidak bisa disembuhkan total, ada banyak langkah praktis yang dapat Anda lakukan agar gejalanya berkurang dan mobilitas Anda tetap terjaga.

Meskipun pengapuran sendi adalah kondisi yang tidak bisa sepenuhnya disembuhkan, ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejala dan memperlambat kerusakan sendi. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda coba.

Menjaga Berat Badan Ideal

Berat badan yang ideal sangat penting untuk mengurangi beban pada sendi, khususnya lutut dan pinggul. Jika Anda kelebihan berat badan, menurunkannya sedikit saja bisa memberikan efek besar pada pengurangan nyeri sendi.

Olahraga yang Tepat

Aktivitas fisik seperti jalan kaki, berenang, atau bersepeda dapat membantu memperkuat otot sekitar sendi dan menjaga kelenturan. Hindari olahraga yang memberikan tekanan berlebihan seperti lari di permukaan keras.

Konsumsi Makanan Sehat

Makanan kaya antioksidan seperti buah beri, sayuran hijau, dan ikan berlemak dapat membantu mengurangi peradangan di sendi. Selain itu, konsumsi kalsium dan vitamin D juga penting untuk menjaga kesehatan tulang.

Terapi Fisik

Jika diperlukan, terapi fisik dapat membantu Anda melakukan latihan khusus yang aman dan efektif untuk memperbaiki fungsi sendi.

Penggunaan Obat-obatan

Obat pereda nyeri atau antiinflamasi bisa diberikan oleh dokter untuk mengatasi rasa sakit dan pembengkakan. Namun, jangan gunakan obat sembarangan tanpa anjuran medis.

Baca juga: 9 Jenis Infus di Rumah untuk Berbagai Kondisi Kesehatan

Peran Penting Pelumas Sendi dan Suntikan untuk Mengurangi Nyeri

Dalam kasus pengapuran sendi yang sudah cukup parah, dokter mungkin akan menyarankan pengobatan dengan suntikan pelumas sendi atau yang dikenal sebagai injeksi asam hialuronat. Suntikan ini berfungsi untuk:

  • Mengurangi gesekan antara tulang yang bergesekan

  • Mengurangi rasa sakit

  • Meningkatkan kelenturan dan fungsi sendi

Suntikan ini biasanya diberikan langsung ke dalam sendi oleh tenaga medis profesional dan hasilnya dapat dirasakan dalam beberapa minggu setelah prosedur.

Jangan abaikan keluhan nyeri atau kaku sendi yang Anda rasakan. Segera konsultasikan dengan dokter, terutama jika rasa sakit sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Memanfaatkan layanan Homecare Lansia dengan panggil dokter ke rumah dan suntik pelumas sendi bisa menjadi solusi praktis untuk penanganan yang efektif dan nyaman.

Hubungi kami sekarang juga dan dapatkan perawatan profesional langsung di rumah Anda! Jangan tunggu sampai nyeri sendi menghambat aktivitas Anda lebih lama lagi.

One thought on “5 Tanda Pengapuran Sendi yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Home Care Lansia Official

Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka

Promo Jangan tampilkan lagi Saya Ikut
Chat WhatsApp
WhatsApp