Seiring bertambahnya usia, tidak semua lansia masih mampu beraktivitas secara mandiri. Sebagian mengalami penurunan kemampuan berjalan akibat stroke, osteoarthritis, patah tulang, Parkinson, kelemahan otot, hingga penyakit kronis lainnya.
Kondisi ini membuat mereka membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari berpindah tempat, mandi, makan, hingga menjaga kebersihan diri.
Memahami cara merawat lansia yang tidak bisa berjalan sangat penting agar kualitas hidup mereka tetap terjaga. Perawatan yang tepat bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mengurangi risiko luka tekan (dekubitus), infeksi, kekakuan sendi, hingga gangguan psikologis akibat terlalu lama berbaring.
Apabila Anda sedang merawat orang tua atau anggota keluarga yang mengalami kondisi tersebut, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar lansia tetap merasa nyaman sekaligus terhindar dari berbagai komplikasi.

Sebelum memberikan perawatan, cari tahu terlebih dahulu penyebab lansia kehilangan kemampuan berjalan. Setiap penyebab memerlukan pendekatan yang berbeda sehingga penanganannya pun tidak bisa disamakan.
Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan antara lain:
Dengan mengetahui penyebabnya, Anda dapat menentukan cara merawat lansia yang tidak bisa berjalan sesuai dengan kondisi kesehatannya sekaligus mengikuti anjuran dokter.
Baca juga: Lutut Sakit Saat Naik Tangga? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kesalahan yang sering terjadi adalah membiarkan lansia berada dalam posisi yang sama selama berjam-jam. Padahal, tekanan terus-menerus pada bagian tubuh tertentu dapat menyebabkan luka tekan atau dekubitus.
Idealnya, ubah posisi tubuh lansia setiap 2–3 jam, misalnya:
Gunakan bantal sebagai penyangga pada punggung, lutut, atau tumit agar tekanan pada kulit berkurang. Cara sederhana ini sangat efektif menjaga sirkulasi darah sekaligus meningkatkan kenyamanan lansia.
Lansia yang tidak mampu berjalan biasanya lebih sulit menjaga kebersihan dirinya sendiri. Karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting.
Beberapa perawatan kebersihan yang perlu dilakukan meliputi:
Kulit yang bersih dan kering akan membantu mengurangi risiko iritasi maupun infeksi kulit.

Nutrisi memiliki peran besar dalam menjaga daya tahan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, serta mempertahankan massa otot.
Usahakan menu harian lansia mengandung:
Apabila lansia mengalami kesulitan mengunyah atau menelan, konsultasikan dengan dokter mengenai bentuk makanan yang paling sesuai, misalnya makanan lunak atau bubur tinggi protein.
Selain itu, perhatikan jadwal makan secara teratur agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi setiap hari.
Walaupun tidak dapat berjalan, bukan berarti lansia harus terus berbaring tanpa bergerak. Justru, kurangnya aktivitas dapat menyebabkan otot semakin lemah dan sendi menjadi kaku.
Anda dapat membantu melakukan latihan rentang gerak (range of motion) secara perlahan, seperti:
Latihan ringan ini sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan lansia dan tidak dipaksakan apabila menimbulkan rasa nyeri. Jika diperlukan, mintalah pendampingan fisioterapis agar gerakan yang dilakukan lebih aman dan efektif.
Salah satu bagian penting dalam cara merawat lansia yang tidak bisa berjalan adalah memastikan lingkungan di sekitarnya aman. Lansia yang sulit bergerak tetap berisiko jatuh saat berpindah posisi atau mencoba berdiri sendiri.
Beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
Tips penting:
Hindari menempatkan lansia di ruangan yang terlalu sepi atau terisolasi. Interaksi dengan keluarga tetap dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mentalnya.
Lansia yang tidak bisa berjalan lebih rentan mengalami berbagai komplikasi kesehatan. Karena itu, Anda perlu waspada terhadap gejala berikut:
Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan ke dokter agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Tidak sedikit lansia merasa sedih, kesepian, atau menjadi beban keluarga karena tidak lagi bisa berjalan. Kondisi psikologis ini sering kali luput dari perhatian.
Anda dapat membantu dengan cara:
Perhatian kecil seperti menemani minum teh atau mendengarkan cerita lama sering kali sangat berarti bagi lansia.
Baca juga: Tanda Lansia Sudah Tidak Bisa Dirawat di Rumah, Kenali Sebelum Terlambat

Merawat lansia dengan keterbatasan mobilitas memang membutuhkan tenaga, waktu, dan pengetahuan yang tidak sedikit. Dalam beberapa kondisi, bantuan tenaga medis profesional dapat sangat membantu, terutama jika lansia membutuhkan perawatan rutin, pemantauan kesehatan, atau tindakan medis tertentu.
Tenaga medis juga dapat membantu mengevaluasi kondisi lansia secara berkala sehingga risiko komplikasi dapat ditekan sedini mungkin.
Apabila Anda merasa kesulitan merawat lansia di rumah atau membutuhkan pendampingan medis, Homecare Lansia dapat menjadi solusi untuk membantu keluarga memberikan perawatan yang aman dan nyaman.
Tersedia berbagai layanan kesehatan langsung di rumah, seperti panggil dokter ke rumah, suntik pelumas sendi, infus vitamin, hingga perawatan intensif yang dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim Homecare Lansia mengenai kondisi dan kebutuhan perawatan orang tua Anda.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dimas Widi Anugrah, yang berpengalaman di bidang emergency, pain management, dan geriatri.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka