Lansia Sering Sesak Napas? Ini Alasan Pentingnya Suction Sedot Dahak di Rumah

Seiring bertambahnya usia, tubuh seseorang mengalami banyak perubahan, termasuk sistem pernapasan yang menjadi lebih lemah. Kondisi ini membuat dahak atau lendir mudah menumpuk di saluran napas dan sulit dikeluarkan secara alami.

Akibatnya, napas terasa berat, bahkan bisa memicu sesak. Dalam situasi seperti ini, tindakan suction sedot dahak menjadi solusi medis yang sangat membantu agar pasien bisa bernapas lebih lega tanpa perlu perawatan di rumah sakit.

Jika Anda memiliki orang tua atau anggota keluarga lanjut usia yang sering mengalami gangguan pernapasan, memahami prosedur suction sedot dahak dapat membantu memberikan penanganan yang tepat. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu suction, manfaatnya, prosedurnya, hingga cara merawat lansia setelah tindakan dilakukan.

Apa Itu Suction Sedot Dahak?

Apa Itu Suction Sedot Dahak?
Apa Itu Suction Sedot Dahak?

Suction sedot dahak adalah tindakan medis untuk mengeluarkan dahak, lendir, atau cairan dari saluran pernapasan menggunakan alat penghisap (suction machine).

Prosedur ini dilakukan ketika pasien tidak mampu mengeluarkan dahak secara mandiri, misalnya karena kondisi fisik yang lemah, gangguan saraf, atau efek dari penyakit tertentu.

Dengan bantuan alat suction, lendir yang menyumbat saluran pernapasan bisa dikeluarkan dengan aman. Setelah prosedur sedot dahak selesai, pasien biasanya akan langsung merasa lebih lega, karena udara dapat kembali masuk dengan lancar ke paru-paru.

Baca juga: Demam pada Lansia: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Mengapa Suction Sedot Dahak Penting untuk Lansia?

Bagi lansia, kemampuan batuk dan refleks menelan umumnya sudah menurun. Kondisi ini membuat mereka rentan mengalami penumpukan dahak di tenggorokan dan paru-paru. Tanpa penanganan, hal ini bisa menimbulkan berbagai risiko, seperti infeksi saluran napas, pneumonia, hingga gagal napas.

Dengan sedot dahak, Anda bisa membantu lansia membersihkan saluran pernapasan dari lendir yang mengganggu. Selain memperlancar napas, prosedur ini juga bisa mencegah komplikasi serius yang disebabkan oleh infeksi atau kekurangan oksigen.

Tindakan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter jika pasien menunjukkan tanda-tanda seperti:

  • Napas berbunyi berat atau grok-grok.

  • Kesulitan bernapas atau tampak sesak.

  • Saturasi oksigen menurun drastis.

  • Tidak mampu mengeluarkan dahak sendiri.

Apabila gejala tersebut muncul, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk memastikan apakah pasien memerlukan sedot dahak.

Prosedur Suction Sedot Dahak yang Umum Dilakukan

Prosedur Suction Sedot Dahak yang Umum Dilakukan
Prosedur Suction Sedot Dahak yang Umum Dilakukan

Banyak orang masih merasa canggung atau bahkan takut ketika mendengar istilah suction sedot dahak. Padahal, prosedur ini tergolong sederhana dan aman asalkan dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Prosedur suction sedot dahak harus dilakukan oleh tenaga medis terlatih karena melibatkan alat dan teknik khusus. Berikut tahapan yang biasanya dilakukan:

  1. Persiapan alat dan lingkungan

    • Tenaga medis akan menyiapkan mesin suction, selang steril, sarung tangan, dan wadah penampung lendir.

  2. Posisi pasien diatur senyaman mungkin

    • Biasanya pasien diposisikan setengah duduk untuk membantu proses pengeluaran dahak dan mencegah aspirasi.

  3. Pemasukan kateter (selang kecil)

    • Selang dimasukkan perlahan ke hidung atau mulut hingga mencapai saluran napas bagian dalam.

  4. Proses penyedotan dahak

    • Mesin dihidupkan untuk menghisap lendir yang menumpuk. Proses ini biasanya berlangsung beberapa detik hingga dahak keluar seluruhnya.

  5. Pemeriksaan akhir

    • Setelah prosedur selesai, tenaga medis akan memeriksa kembali kondisi pernapasan pasien dan memastikan tidak ada sisa lendir yang tertinggal.

Dalam kondisi tertentu, suction sedot dahak juga dapat dilakukan melalui selang oksigen (nasogastric tube) atau melalui trakeostomi bagi pasien yang menggunakan alat bantu napas.

Manfaat Suction Sedot Dahak bagi Pasien

Manfaat Suction Sedot Dahak bagi Pasien
Manfaat Suction Sedot Dahak bagi Pasien

Bukan sekadar membersihkan saluran napas, suction sedot dahak ternyata membawa banyak manfaat bagi pasien, terutama lansia yang sering mengalami kesulitan bernapas.

Melalui suction sedot dahak, pasien bisa mendapatkan banyak manfaat yang mendukung kenyamanan dan pemulihan mereka. Berikut di antaranya:

  • Meningkatkan sirkulasi oksigen. Setelah saluran napas bersih, oksigen dapat mengalir lebih lancar ke paru-paru dan organ tubuh lainnya.

  • Mencegah infeksi pernapasan. Dahak yang dibiarkan menumpuk bisa menjadi sarang bakteri. Dengan penyedotan rutin, risiko infeksi bisa diminimalkan.

  • Membantu proses pemulihan pasien pascaoperasi atau stroke. Banyak pasien yang kesulitan batuk setelah operasi. Suction sedot dahak membantu menjaga agar saluran napas tetap bersih.

  • Meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup. Pasien dapat bernapas tanpa sesak, tidur lebih nyenyak, dan beraktivitas lebih nyaman.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun suction sedot dahak tergolong aman, setiap tindakan medis tentu memiliki potensi efek samping yang perlu diwaspadai. Beberapa pasien mungkin merasakan ketidaknyamanan sesaat setelah prosedur.

Suction sedot dahak tetap memiliki beberapa risiko ringan jika tidak dilakukan dengan benar. Misalnya:

  • Iritasi tenggorokan.

  • Pendarahan kecil akibat gesekan selang.

  • Pusing atau batuk setelah prosedur.

  • Ketidaknyamanan sementara saat penyedotan dilakukan.

Namun Anda tidak perlu khawatir, risiko tersebut bisa dihindari jika suction sedot dahak dilakukan dengan alat steril dan oleh tenaga medis berpengalaman. Hindari mencoba melakukannya sendiri di rumah tanpa panduan profesional, karena dapat membahayakan pasien.

Perawatan Setelah Suction Sedot Dahak

Setelah tindakan suction sedot dahak selesai dilakukan, perawatan lanjutan sangat penting agar hasilnya optimal.

Anda perlu memastikan saluran napas pasien tetap bersih dan lembap supaya dahak tidak cepat menumpuk kembali. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

  1. Jaga asupan cairan. Pastikan pasien minum cukup air untuk membantu mengencerkan lendir di tenggorokan.

  2. Gunakan humidifier. Udara lembap membantu mencegah kekeringan pada saluran napas dan membuat pernapasan lebih nyaman.

  3. Pantau kondisi pasien. Jika napas kembali berbunyi berat atau pasien terlihat sesak, segera hubungi petugas medis untuk dilakukan suction sedot dahak ulang.

  4. Jaga kebersihan lingkungan. Hindari debu, asap, dan bau menyengat agar saluran pernapasan tidak kembali teriritasi.

Dengan perawatan yang konsisten, kondisi pasien akan lebih stabil dan pernapasan pun menjadi lebih lancar.

Baca juga: 12 Snack untuk Lansia yang Sehat, Lembut, dan Aman untuk Pencernaan

Cara Merawat Lansia dengan Gangguan Pernapasan

Merawat lansia dengan gangguan pernapasan memang membutuhkan kesabaran dan perhatian ekstra. Selain mengandalkan suction sedot dahak, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal berikut untuk membantu menjaga kesehatan paru lansia di rumah:

  • Pastikan ventilasi rumah cukup baik agar udara segar terus masuk.

  • Hindari paparan asap rokok dan parfum yang terlalu kuat.

  • Berikan makanan bergizi tinggi, seperti sayuran, buah, dan protein.

  • Ajak lansia melakukan latihan pernapasan ringan secara rutin.

Dengan perawatan yang menyeluruh, Anda bisa membantu menjaga kualitas hidup lansia tetap baik meskipun memiliki gangguan pernapasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Home Care Lansia Official

Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka

Promo Jangan tampilkan lagi Saya Ikut
Chat WhatsApp
WhatsApp