Saat seseorang memasuki usia lanjut, tubuh mulai mengalami banyak perubahan, mulai dari metabolisme yang melambat, massa otot yang berkurang, hingga sistem imun yang menurun.
Salah satu hal yang sering luput diperhatikan adalah kadar albumin, protein penting yang berperan besar dalam menjaga keseimbangan cairan, mempercepat pemulihan, dan mendukung kekuatan tubuh. Bagi Anda yang ingin memberikan perawatan terbaik untuk orang tua, memahami fungsi albumin pada lansia bukanlah hal sepele.
Artikel ini akan membantu Anda mengenal apa itu albumin, mengapa kadar albumin sering menurun di usia lanjut, dan bagaimana menjaganya agar tetap seimbang demi kesehatan jangka panjang.

Albumin adalah protein utama yang diproduksi oleh hati dan beredar di dalam darah. Ia berfungsi menjaga tekanan osmotik agar cairan dalam tubuh tidak bocor ke jaringan, sekaligus membantu mengangkut nutrisi penting seperti hormon, asam lemak, dan vitamin.
Ketika kadar albumin dalam darah turun, tubuh tidak bisa berfungsi secara optimal. Cairan bisa menumpuk di jaringan (menyebabkan bengkak), penyembuhan luka jadi lebih lambat, dan daya tahan tubuh ikut menurun. Inilah mengapa fungsi albumin pada lansia menjadi faktor kunci dalam menjaga kesehatan dan vitalitas di masa tua.
Baca juga: Popok Lansia: Jenis, Tips Memilih, dan Cara Menggunakannya
Tahukah Anda, tubuh lansia sering kali kehilangan kemampuan untuk memproduksi protein sebanyak dulu? Salah satunya adalah albumin, yang perannya sangat penting untuk menjaga kekuatan dan keseimbangan cairan tubuh.
Tubuh lansia cenderung memproduksi albumin dalam jumlah yang lebih sedikit. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
Asupan protein yang tidak mencukupi: lansia sering mengalami penurunan nafsu makan, kesulitan menelan, atau keterbatasan gigi yang membuat konsumsi makanan berprotein tinggi berkurang.
Penurunan fungsi hati: karena hati yang memproduksi albumin, penurunan fungsi hati akan langsung memengaruhi kadar albumin dalam darah.
Penyakit kronis: kondisi seperti gagal ginjal, infeksi menahun, atau diabetes juga dapat mengganggu produksi dan penyerapan albumin.
Malnutrisi dan dehidrasi: kedua hal ini sangat umum terjadi pada lansia, terutama jika tidak mendapat perhatian cukup terhadap pola makan dan cairan tubuh.
Sebagai anak atau keluarga, Anda bisa membantu dengan memperhatikan pola makan orang tua agar fungsi albumin pada lansia tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Albumin mungkin jarang dibicarakan, tapi dampaknya luar biasa bagi tubuh, terutama di usia lanjut. Protein ini bekerja diam-diam menjaga cairan tetap seimbang, membantu proses pemulihan, dan bahkan memperkuat daya tahan tubuh.
Berikut beberapa manfaat penting albumin yang berperan besar dalam menjaga kesehatan lansia.
Albumin mencegah cairan keluar dari pembuluh darah dan masuk ke jaringan tubuh. Jika kadar albumin rendah, cairan dapat menumpuk di kaki, tangan, atau perut. Ini sering kali menjadi gejala awal gangguan albumin pada lansia.
Albumin mempercepat pembentukan jaringan baru, kolagen, dan proses regenerasi kulit. Bagi lansia yang baru saja menjalani operasi atau mengalami luka, fungsi albumin pada lansia yang satu ini sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan.
Albumin membantu mengedarkan berbagai zat penting seperti hormon, vitamin, dan obat ke seluruh tubuh. Dengan kadar albumin yang seimbang, distribusi nutrisi berjalan optimal sehingga tubuh tetap bugar.
Keseimbangan cairan yang dijaga albumin turut berpengaruh terhadap tekanan darah. Kadar albumin yang rendah bisa membuat tekanan darah menurun, menyebabkan rasa lemas dan pusing pada lansia.
Salah satu fungsi albumin pada lansia yang sering diabaikan adalah perannya dalam memperkuat sistem imun. Albumin membantu transportasi nutrisi yang dibutuhkan sel imun agar tubuh lebih siap melawan infeksi dan penyakit.
Kadar albumin yang rendah (hipoalbuminemia) bisa membuat tubuh lansia cepat lemah dan mudah sakit. Kadang gejalanya terlihat sepele, padahal bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius.
Anda perlu waspada jika orang tua menunjukkan gejala seperti:
Pembengkakan pada kaki, tangan, atau perut.
Luka yang sulit sembuh atau tampak menghitam.
Berat badan menurun drastis.
Nafsu makan menurun dan tubuh terasa sangat lemah.
Mudah terserang infeksi atau demam ringan yang berulang.
Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut ke tenaga medis. Pemeriksaan darah sederhana bisa membantu menentukan apakah kadar albumin sudah di bawah batas normal.

Tidak perlu langkah rumit untuk menjaga kadar albumin tetap normal, cukup mulai dari hal sederhana. Kabar baiknya, menjaga kadar albumin tetap seimbang bukanlah hal yang sulit.
Menjaga fungsi albumin pada lansia tetap optimal bisa dilakukan dengan beberapa langkah sederhana seperti berikut:
Perbaiki asupan protein. Sajikan makanan tinggi protein seperti ikan, telur, ayam tanpa lemak, tempe, dan tahu. Untuk lansia yang kesulitan mengunyah, olah makanan menjadi bentuk lembut seperti sup atau bubur protein.
Perhatikan keseimbangan gizi. Pastikan asupan karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral tercukupi untuk mendukung metabolisme tubuh.
Minum air yang cukup. Dehidrasi dapat memperparah rendahnya kadar albumin. Pastikan orang tua minum air putih secara rutin setiap hari.
Lakukan pemeriksaan rutin. Cek kadar albumin, fungsi hati, dan kondisi ginjal secara berkala agar masalah dapat terdeteksi sejak dini.
Pertimbangkan terapi infus albumin. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan infus albumin untuk menstabilkan kadar protein dalam darah dengan cepat.
Dengan langkah-langkah ini, fungsi albumin pada lansia bisa tetap terjaga sehingga orang tua dapat menjalani hari-harinya dengan lebih sehat, kuat, dan bahagia.
Baca juga: Lansia Rentan Osteoporosis: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya
Infus albumin biasanya diberikan ketika kadar albumin darah sangat rendah dan menyebabkan gangguan kesehatan seperti pembengkakan ekstrem, luka sulit sembuh, atau penurunan berat badan yang drastis.
Biasanya, terapi ini direkomendasikan oleh dokter untuk membantu menyeimbangkan kadar protein, mempercepat pemulihan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Jika Anda merasa orang tua mengalami gejala tersebut, jangan menunda pemeriksaan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Jika Anda mencari solusi perawatan yang lebih mudah dan nyaman, Homecare Lansia siap membantu. Dengan layanan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, hingga infus albumin, perawatan orang tua bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah.
Tim medis berpengalaman akan datang langsung dan memberikan perawatan sesuai kebutuhan, dengan pendekatan yang aman dan penuh perhatian.
Segera hubungi Homecare Lansia sekarang untuk konsultasi gratis dan temukan layanan terbaik bagi orang tua tercinta. Karena menjaga kesehatan mereka adalah wujud kasih sayang Anda yang sesungguhnya.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
5 thoughts on “5 Fungsi Albumin pada Lansia, Jaga Vitalitas dan Bantu Pemulihan”