homecarelansia.com Pernah tidak, berada di situasi di mana anggota keluarga, terutama lansia, sulit makan atau minum sendiri? Nah, saat itulah peran Nasogastric Tube mulai diperhitungkan. Dalam dunia medis, pemasangan selang nasogastrik atau yang lebih sering disebut Nasogastric Tube, bisa jadi penyelamat. Yuk, kita bahas lebih dalam soal ini, supaya kita paham kapan dan kenapa Nasogastric Tube dibutuhkan.
Sebelum masuk ke kondisi medisnya, yuk kenalan dulu sama NGT.
Jadi, NGT atau nasogastric tube adalah selang kecil, lentur, dan panjang yang dimasukkan dari hidung sampai ke lambung. Fungsinya ternyata cukup penting, apalagi buat mereka yang kesulitan makan atau minum lewat mulut. Melalui selang ini, pasien bisa tetap mendapatkan asupan makanan, cairan, bahkan obat-obatan. Jadi meski tubuh lemah, nutrisinya tetap terpenuhi.
Selain itu, Nasogastric Tube juga bisa dipakai buat mengeluarkan cairan atau gas dari lambung. Misalnya pada kondisi keracunan, infeksi, atau sumbatan saluran cerna. Jadi bukan cuma soal asupan, tapi juga bisa bantu “membersihkan” isi lambung kalau terjadi masalah.
Nah, sekarang kita bahas kapan sih sebenarnya NGT perlu dipasang. Biar tidak salah kaprah, ini lima kondisi medis utama yang biasanya jadi alasan dokter memasang NGT.
Disfagia adalah kondisi di mana seseorang sulit menelan, biasanya akibat stroke, Parkinson, atau penyakit neurologis lainnya. Lansia adalah kelompok yang paling sering mengalami ini. Kalau dipaksakan makan lewat mulut, bisa-bisa makanan malah masuk ke saluran napas dan berbahaya.
Dengan NGT, pasien tetap bisa menerima makanan dan cairan tanpa harus berisiko tersedak. Jadi, ini salah satu cara paling aman dan efektif untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi, sambil memberikan waktu pada tubuh untuk memulihkan kemampuan menelan.
Bayangkan ada pasien yang sedang koma atau sangat lemah sampai tidak sadar penuh. Dalam kondisi ini, tentu dia tidak bisa makan atau minum sendiri. Bahkan, jika diberi makanan secara oral, risikonya bisa fatal, makanan bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan infeksi serius.
Makanya, pemasangan NGT pada pasien dengan penurunan kesadaran sangat penting. Dengan cara ini, tubuh tetap mendapat energi dan cairan yang dibutuhkan, walaupun pasien belum sepenuhnya sadar.
Ada kalanya makanan yang masuk ke tubuh tidak bisa melanjutkan perjalanan karena ada “macet” di saluran cerna. Ini bisa disebabkan oleh tumor, ileus (gangguan gerak usus), atau hernia. Kalau dibiarkan, bisa menimbulkan mual, muntah, bahkan nyeri hebat.
Dalam kasus seperti ini, NGT bisa digunakan untuk mengurangi tekanan di perut dengan mengeluarkan isi lambung. Selain itu, NGT juga bisa membantu dokter mengevaluasi kondisi saluran cerna sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.
Pasien yang memakai alat bantu napas seperti ventilator atau baru selesai menjalani intubasi, biasanya belum bisa menelan secara normal. Memberikan makanan secara oral malah bisa menimbulkan komplikasi seperti aspirasi atau infeksi paru.
Makanya, selama masa kritis ini, pemberian makanan dan obat dilakukan lewat NGT. Ini adalah solusi sementara, tapi sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sambil menunggu kondisi pasien membaik.
Ada juga kasus di mana tubuh tidak menerima asupan gizi yang cukup karena kondisi khusus, seperti pada bayi prematur, pasien anoreksia nervosa, atau lansia dengan asupan makanan yang sangat terbatas. Tubuh bisa mengalami malnutrisi berat dalam waktu singkat.
Nah, di sinilah NGT berperan penting. Dengan bantuan selang ini, nutrisi bisa langsung masuk ke lambung tanpa harus bergantung pada kemampuan makan pasien. Ini penting banget untuk menjaga kekuatan tubuh dan mempercepat proses pemulihan.
Baca Juga: Tujuan Pemasangan NGT: Bukan Sekadar Alat Bantu Makan, Ini Fungsi Lainnya!
Sebelum memasang NGT, dokter tentu tidak asal ambil keputusan. Ada beberapa hal yang jadi pertimbangan utama:
Semua proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa pemasangan NGT memang tindakan terbaik, aman, dan sesuai kebutuhan pasien.
Begitu selang Nasogastric Tube terpasang, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh pasien dan keluarganya:
Pemahaman ini penting agar perawatan pasien tetap optimal meski berada di rumah.
Jadi, pemasangan NGT memang bukan hal yang menyenangkan, tapi dalam situasi medis tertentu, terutama pada pasien lansia, ini bisa jadi langkah penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Mulai dari gangguan menelan, penurunan kesadaran, hingga malnutrisi berat, Nasogastric Tube menjadi jalan keluar yang aman dan efektif. Selama dilakukan dengan pengawasan medis dan keluarga turut teredukasi, prosedur ini bisa sangat membantu pemulihan pasien.
Nah, buat yang sedang merawat lansia di rumah dan bingung harus mulai dari mana, Home Care Lansia Jakarta bisa jadi solusi tepat untuk mendampingi dan memastikan perawatan berjalan dengan aman dan profesional, termasuk layanan panggil dokter ke rumah. Yuk, hubungi untuk konsultasi lebih lanjut!
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka