Pernahkah Anda mendengar tentang pemasangan NGT? Istilah ini sering digunakan dalam dunia medis, khususnya ketika pasien membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi atau mengeluarkan cairan dari lambung.
NGT sendiri merupakan singkatan dari Nasogastric Tube, yaitu selang yang dimasukkan melalui hidung hingga ke lambung. Bagi sebagian orang, prosedur ini mungkin terdengar menakutkan.
Namun, jika Anda memahami tujuan, durasi pemakaian, hingga risiko yang mungkin terjadi, rasa cemas bisa berkurang. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pemasangan NGT agar Anda lebih siap ketika dokter menyarankannya.

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa seseorang perlu dipasang selang lewat hidung hingga ke lambung? Ternyata, pemasangan NGT memiliki beberapa tujuan penting yang berkaitan langsung dengan pemenuhan nutrisi dan perawatan kesehatan pasien.
Ada banyak alasan mengapa dokter merekomendasikan pemasangan NGT pada pasien. Beberapa tujuan utamanya antara lain:
Membantu pemberian nutrisi. Jika seseorang tidak bisa menelan makanan secara normal akibat stroke, koma, atau gangguan menelan, NGT menjadi jalur utama untuk memasukkan nutrisi langsung ke lambung. Dengan begitu, tubuh tetap mendapat energi yang dibutuhkan.
Mengeluarkan cairan atau gas dari lambung. Kondisi tertentu seperti obstruksi usus atau kembung parah bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Dengan pemasangan NGT, cairan atau gas berlebih dapat dikeluarkan untuk mencegah komplikasi serius.
Memberikan obat secara langsung. Bagi pasien yang sulit menelan obat dalam bentuk tablet, dokter dapat memasukkan obat cair melalui selang NGT sehingga tetap efektif bekerja di dalam tubuh.
Dengan kata lain, tujuan pemasangan NGT sangat penting dalam menjaga kondisi pasien tetap stabil, terutama dalam situasi darurat atau perawatan jangka panjang.
Baca juga: Syarat hingga Lama Waktu Pengurusan Surat Kematian, Berikut Penjelasannya
Tidak semua pasien membutuhkan pemasangan NGT, tetapi ada kondisi medis tertentu yang membuat prosedur ini sangat penting.
Biasanya, dokter akan merekomendasikan NGT jika pasien mengalami kesulitan menelan, tidak bisa makan sendiri, atau butuh bantuan khusus untuk pemberian obat dan nutrisi.
Berikut adalah beberapa penyakit yang umumnya membutuhkan NGT:

Setelah mengetahui tujuannya, wajar kalau Anda penasaran, berapa lama selang NGT dipasang pada pasien?
Faktanya, durasi pemakaian bisa berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh dan kebutuhan medis. Berikut durasinya:
Pemakaian jangka pendek: biasanya hanya beberapa hari hingga satu minggu, misalnya untuk pasien pascaoperasi atau yang sedang sakit akut.
Pemakaian jangka panjang: bisa berlangsung beberapa minggu hingga bulan, terutama untuk pasien dengan gangguan menelan permanen atau penyakit kronis.
Namun, selang NGT tidak disarankan digunakan terlalu lama tanpa penggantian. Biasanya dokter akan mengevaluasi secara berkala untuk mencegah risiko infeksi atau iritasi pada hidung dan tenggorokan.
Jadi, lama pemasangan NGT akan sangat disesuaikan dengan kebutuhan medis Anda.

Meski bermanfaat, pemasangan NGT juga memiliki sisi lain yang perlu Anda waspadai. Prosedur ini tidak lepas dari risiko, mulai dari iritasi hingga infeksi.
Supaya lebih siap, sebaiknya Anda mengetahui kemungkinan apa saja yang bisa muncul setelah pemasangan. Beberapa risiko yang mungkin muncul antara lain:
Selang yang terus-menerus bergesekan dapat menyebabkan rasa sakit, perih, hingga mimisan ringan.
Jika perawatan tidak steril, risiko infeksi pada saluran pernapasan atau lambung bisa meningkat.
Kadang, selang bisa berpindah dari posisi seharusnya sehingga cairan atau makanan masuk ke paru-paru. Hal ini bisa berbahaya dan perlu tindakan medis segera.
Gangguan kenyamanan pasien mungkin merasa mual, ingin muntah, atau sulit bernapas akibat keberadaan selang.
Mengetahui risiko pemasangan NGT sejak awal bisa membantu Anda lebih waspada, sekaligus mendorong untuk selalu melakukan perawatan dengan pengawasan tenaga medis.
Baca juga: 5 Penyebab Nyeri Sendi Lutut, Simak Cara Atasinya!
Hal lain yang sering menjadi pertanyaan adalah, berapa derajat pemasangan NGT? Umumnya, saat prosedur dilakukan, pasien diposisikan dalam keadaan setengah duduk dengan sudut sekitar 45 derajat.
Tujuannya untuk mempermudah jalur masuk selang dari hidung ke lambung sekaligus mengurangi risiko selang salah masuk ke saluran pernapasan.
Setelah pemasangan NGT, pasien juga dianjurkan tetap berada pada posisi duduk atau setengah duduk minimal 30–60 menit setelah pemberian nutrisi. Ini berguna untuk mencegah aspirasi atau makanan masuk ke paru-paru. Jadi, sudut tubuh menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan prosedur ini.
Kabar baiknya, kini Anda tidak perlu selalu ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Homecare Lansia menyediakan layanan panggil dokter ke rumah serta infus nutrisi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda.
Hubungi Homecare Lansia sekarang dan nikmati perawatan medis yang lebih nyaman, aman, dan profesional langsung di rumah Anda.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
One thought on “Ketahui 7 Penyakit yang Membutuhkan Pemasangan NGT Beserta Risikonya”