Bagi Anda yang memiliki orang tua lanjut usia, pasien dengan kesulitan menelan, atau kondisi medis tertentu, mungkin pernah mendengar istilah sonde makanan. Alat ini sering digunakan dalam dunia medis untuk membantu pasien mendapatkan asupan gizi tanpa perlu menelan makanan secara langsung.
Meskipun terlihat sederhana, pemahaman tentang fungsi, cara kerja, hingga prosedur pemasangannya sangat penting agar penggunaannya aman dan efektif.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian sonde makanan, fungsi dan manfaatnya, durasi pemakaian, hingga langkah-langkah pemasangannya.

Sonde makanan adalah selang kecil yang dimasukkan ke tubuh pasien untuk menyalurkan nutrisi langsung ke lambung atau usus. Alat ini biasanya digunakan pada pasien yang tidak bisa makan melalui mulut akibat stroke, gangguan menelan (disfagia), koma, atau pascaoperasi.
Tujuan utama penggunaan sonde adalah memastikan tubuh tetap mendapatkan nutrisi, cairan, dan obat-obatan yang dibutuhkan, meskipun pasien tidak bisa makan secara normal. Dengan bantuan selang ini, makanan cair bisa langsung disalurkan tanpa melalui proses mengunyah atau menelan.
Dalam dunia medis, sonde bisa dimasukkan melalui hidung (nasogastric tube/NGT) atau langsung ke lambung melalui tindakan operasi kecil (gastrostomy tube/PEG). Pemilihan jenis Sonde makanan biasanya ditentukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien.
Baca juga: Cara Cegah Nyeri Sendi dengan 5 Tips Ini

Fungsi utama sonde makanan adalah untuk membantu pemenuhan gizi pasien yang tidak mampu makan dengan cara biasa. Namun, lebih dari sekadar menyalurkan makanan, alat ini memiliki beberapa fungsi penting lainnya, antara lain:
Melalui sonde makanan, Anda bisa menyalurkan makanan cair yang telah dihaluskan atau formula khusus yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Pasien yang sulit menelan juga dapat diberikan obat dalam bentuk cair atau bubuk yang telah dilarutkan, langsung melalui selang sonde.
Dalam kondisi pasien yang tidak bisa minum, sonde makanan membantu memasukkan cairan ke dalam tubuh untuk mencegah dehidrasi.
Selain untuk pemasukan, sonde juga bisa digunakan untuk mengeluarkan gas atau cairan dari lambung, misalnya pada pasien dengan gangguan pencernaan berat.
Dengan kata lain, sonde makanan menjadi alat penting untuk mempertahankan kesehatan dan stabilitas pasien, terutama dalam perawatan jangka panjang.
Durasi pemakaian sonde makanan tergantung pada jenis selang yang digunakan dan kondisi pasien. Namun, secara umum, selang sonde harus diganti setiap 5 hingga 7 hari sekali untuk mencegah infeksi dan iritasi pada saluran hidung atau lambung.
Jika digunakan terlalu lama, risiko komplikasi seperti sumbatan selang, infeksi bakteri, hingga luka pada dinding lambung bisa meningkat. Karena itu, penting bagi Anda untuk selalu memantau kondisi selang dan area sekitarnya.
Tanda-tanda bahwa sonde makanan perlu diganti antara lain:
Selang terlihat kotor, berubah warna, atau berbau tidak sedap.
Pasien tampak tidak nyaman atau sering batuk.
Cairan makanan tidak mengalir dengan lancar.
Ada tanda-tanda kemerahan atau iritasi di hidung atau mulut.
Penggantian sonde makanan sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman agar pemasangannya tepat dan tidak menimbulkan cedera.

Pemasangan sonde makanan membutuhkan ketelitian dan pengetahuan medis yang memadai. Langkah-langkahnya melibatkan beberapa tahapan penting, mulai dari persiapan alat hingga pengecekan posisi selang di lambung.
Berikut prosedur umumnya:
Persiapan alat dan pasien
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Siapkan alat, seperti selang sonde steril, pelumas, spuit besar, dan cairan pembersih.
Posisikan pasien setengah duduk untuk memudahkan proses pemasangan.
Pemasangan selang sonde
Ujung selang diolesi dengan pelumas untuk mengurangi gesekan.
Selang dimasukkan perlahan ke lubang hidung hingga mencapai tenggorokan, lalu diarahkan ke lambung.
Tenaga medis akan memastikan pasien menelan sedikit air agar selang lebih mudah masuk.
Pengecekan posisi selang
Setelah selang terpasang, posisi sonde makanan perlu dipastikan dengan cara menyedot sedikit isi lambung menggunakan spuit.
Bisa juga dilakukan pemeriksaan tambahan seperti sinar-X untuk memastikan ujung selang berada di tempat yang tepat.
Setelah posisi benar, makanan cair dapat diberikan menggunakan spuit atau melalui gravitasi secara perlahan agar pasien tidak merasa mual.
Perawatan harian
Bersihkan area sekitar hidung dan selang setiap hari.
Bilas selang dengan air hangat setelah pemberian makanan agar tidak tersumbat.
Perhatikan reaksi tubuh pasien setiap kali proses pemberian makanan dilakukan.
Dengan prosedur yang benar, sonde makanan bisa digunakan dengan aman tanpa menimbulkan rasa sakit atau komplikasi berarti.
Menggunakan sonde makanan memang menjadi solusi praktis untuk membantu pasien yang tidak bisa makan secara normal. Namun, di balik manfaatnya, ada sejumlah risiko dan komplikasi yang perlu Anda waspadai.
Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
Infeksi saluran cerna atau hidung akibat kebersihan yang kurang terjaga.
Selang tersumbat karena sisa makanan yang mengering.
Luka pada dinding lambung jika posisi selang bergeser.
Mual dan muntah akibat pemberian makanan yang terlalu cepat.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, pastikan Anda melakukan perawatan sesuai anjuran tenaga medis dan tidak mencoba memasang atau mengganti selang secara mandiri tanpa arahan dokter.
Baca juga: 5 Langkah Efektif Perawatan Luka pada Lansia agar Cepat Sembuh
Merawat pasien dengan sonde makanan di rumah membutuhkan kesabaran dan perhatian ekstra dari Anda sebagai pendamping. Tidak hanya sekadar memastikan makanan cair masuk dengan baik, tapi juga menjaga banyak hal.
Merawat pasien dengan sonde membutuhkan ketelatenan dan perhatian ekstra. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
Gunakan makanan cair yang sesuai rekomendasi dokter atau ahli gizi.
Pastikan semua alat, termasuk selang dan spuit, selalu dalam kondisi bersih.
Hindari memberikan makanan dengan suhu terlalu panas atau terlalu dingin.
Jaga posisi pasien tetap setengah duduk selama dan setelah pemberian makanan untuk mencegah tersedak.
Catat setiap jadwal pemberian makanan dan kondisi pasien untuk pemantauan lebih baik.
Dengan perawatan yang tepat, pasien bisa tetap mendapatkan asupan gizi seimbang meski tidak makan melalui mulut.
Jika Anda memiliki orang tua atau anggota keluarga dengan kebutuhan khusus dan memerlukan bantuan profesional, Anda bisa memanfaatkan layanan dari Homecare Lansia.
Melalui layanan ini, Anda bisa memanggil dokter ke rumah untuk melakukan pemeriksaan rutin, pemasangan sonde makanan, serta mendapatkan layanan tambahan seperti infus nutrisi dan infus albumin bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif tanpa harus ke rumah sakit.
Segera hubungi Homecare Lansia dan rasakan kemudahan perawatan medis profesional langsung di rumah Anda. Tim medis berpengalaman siap membantu dengan layanan yang ramah, cepat, dan terpercaya.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
2 thoughts on “Ketahui Fungsi dan Prosedur Pemasangan Sonde Makanan untuk Pasien”