Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang sering menimbulkan kekhawatiran karena dapat menyebabkan penurunan trombosit, dehidrasi, hingga komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Saat seseorang dirawat karena DBD, salah satu tindakan medis yang paling umum dilakukan adalah pemasangan infus. Namun, banyak pasien dan keluarga yang bertanya-tanya, berapa lama infus untuk demam berdarah harus diberikan?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak memiliki jawaban yang sama untuk setiap pasien. Durasi pemberian infus bergantung pada kondisi tubuh, tingkat keparahan penyakit, kebutuhan cairan, serta respons pasien terhadap pengobatan.
Karena itu, penting bagi Anda untuk memahami fungsi infus pada DBD dan faktor-faktor yang memengaruhi lamanya terapi cairan tersebut.

Sebelum membahas berapa lama infus untuk demam berdarah, Anda perlu memahami terlebih dahulu tujuan utama pemasangan infus pada pasien DBD.
Pada fase kritis demam berdarah, terjadi peningkatan permeabilitas pembuluh darah yang menyebabkan cairan dalam darah keluar ke jaringan tubuh. Kondisi ini dapat memicu penurunan volume darah dan meningkatkan risiko syok dengue.
Pemberian cairan melalui infus bertujuan untuk:
Karena itulah, infus menjadi bagian penting dalam penanganan pasien DBD, terutama pada kasus sedang hingga berat.
Secara umum, berapa lama infus untuk demam berdarah bergantung pada perkembangan kondisi pasien. Pada kasus ringan, infus mungkin hanya diperlukan selama 1–2 hari. Namun pada kondisi yang lebih serius, terapi cairan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga pasien dinyatakan stabil.
Biasanya dokter akan terus memantau:
Jika seluruh indikator tersebut menunjukkan perbaikan, maka pemberian infus akan dikurangi secara bertahap hingga akhirnya dilepas.
Dengan kata lain, tidak ada patokan pasti mengenai berapa lama infus untuk demam berdarah, karena setiap pasien memiliki kebutuhan cairan yang berbeda.
Baca juga: 7 Obat Demam Berdarah Alami yang Sering Dikonsumsi Saat Pemulihan

Banyak keluarga pasien mengira bahwa semua penderita demam berdarah akan mendapatkan infus dalam durasi yang sama. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Lama atau tidaknya terapi infus sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien, mulai dari tingkat keparahan penyakit hingga kemampuan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan cairan.
Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi berapa lama infus untuk demam berdarah diberikan kepada pasien.
Pasien dengan gejala ringan biasanya membutuhkan terapi cairan lebih singkat dibandingkan pasien yang mengalami kebocoran plasma atau syok dengue.
Semakin berat kondisi pasien, semakin lama pula pemantauan dan pemberian cairan infus diperlukan.
Jika pasien mengalami muntah terus-menerus, diare, atau tidak mampu minum dalam jumlah cukup, dokter biasanya mempertahankan infus lebih lama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Setiap tubuh memiliki respons yang berbeda. Ada pasien yang menunjukkan perbaikan dalam waktu singkat, tetapi ada juga yang membutuhkan perawatan lebih lama.
Karena itu, penentuan berapa lama infus untuk demam berdarah selalu dilakukan berdasarkan evaluasi harian oleh tenaga medis.
Anak-anak dan lansia umumnya membutuhkan pemantauan lebih ketat karena lebih rentan mengalami perubahan kondisi secara cepat.
Pada kelompok usia ini, dokter biasanya lebih berhati-hati dalam menentukan kapan infus dapat dihentikan.

Pemberian infus pada pasien demam berdarah bukanlah tindakan yang dilakukan secara sembarangan. Dokter akan menyesuaikan jumlah dan kecepatan cairan berdasarkan fase penyakit yang sedang dialami pasien.
Memahami tahapan pemberian infus dapat membantu Anda mengetahui mengapa kebutuhan cairan pada penderita DBD bisa berubah dari waktu ke waktu dan mengapa pemantauan medis sangat penting selama masa perawatan.
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran umum tahapan terapi cairan pada pasien DBD.
Pada fase awal, pasien biasanya mengalami:
Jika pasien masih mampu minum dengan baik, infus mungkin belum diperlukan. Namun apabila terjadi dehidrasi, dokter dapat mulai memberikan cairan intravena.
Fase ini biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-7 setelah gejala muncul.
Pada periode inilah risiko kebocoran plasma meningkat sehingga infus menjadi sangat penting. Ketika membahas berapa lama infus untuk demam berdarah, fase kritis merupakan periode yang paling menentukan durasi terapi cairan.
Setelah kondisi membaik, cairan yang sebelumnya keluar dari pembuluh darah mulai kembali masuk ke sirkulasi tubuh.
Pada tahap ini dokter akan mengurangi jumlah cairan infus secara bertahap untuk menghindari kelebihan cairan dalam tubuh.
Tidak semua pasien dapat langsung dilepas dari infus meskipun demam sudah turun. Ada beberapa indikator yang menunjukkan bahwa tubuh masih membutuhkan terapi cairan.
Di antaranya:
Jika kondisi tersebut masih ditemukan, dokter biasanya akan melanjutkan pemberian infus.
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pasien maupun keluarga adalah kapan infus boleh dilepas. Wajar jika Anda ingin segera terbebas dari selang infus agar bisa bergerak lebih leluasa.
Secara umum, infus dapat dilepas apabila:
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan dokter yang menangani pasien.
Masih banyak orang yang mengira infus berfungsi untuk meningkatkan jumlah trombosit. Faktanya, fungsi utama infus adalah menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Peningkatan trombosit terjadi karena proses pemulihan alami tubuh terhadap infeksi virus dengue, bukan karena cairan infus itu sendiri.
Jadi, ketika membahas berapa lama infus untuk demam berdarah, penting untuk memahami bahwa lamanya infus tidak selalu berhubungan langsung dengan kecepatan kenaikan trombosit.
Melepas infus terlalu cepat mungkin terlihat sepele, tetapi keputusan yang terburu-buru dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Pada pasien demam berdarah, kebutuhan cairan sering kali masih tinggi meskipun gejala tertentu mulai membaik.
Menghentikan infus sebelum kondisi benar-benar stabil dapat menimbulkan sejumlah risiko, seperti:
Karena itu, jangan pernah melepas infus sendiri tanpa persetujuan tenaga medis.
Selain tidak boleh dihentikan terlalu cepat, infus juga tidak boleh diberikan lebih lama dari yang dibutuhkan. Cairan yang masuk secara berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh dan memicu masalah kesehatan tertentu.
Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
Inilah alasan mengapa dokter selalu menghitung kebutuhan cairan secara cermat saat menentukan berapa lama infus untuk demam berdarah pada setiap pasien.
Baca juga: 11 Ciri Tipes yang Sudah Parah, Kenali Tandanya Sebelum Terjadi Komplikasi
Proses pemulihan demam berdarah tidak hanya bergantung pada pengobatan dan terapi infus yang diberikan oleh tenaga medis. Peran pasien dalam menjaga asupan cairan, pola makan, serta waktu istirahat juga sangat menentukan kecepatan pemulihan.
Selain menjalani terapi cairan sesuai anjuran dokter, ada beberapa langkah yang dapat membantu mempercepat proses pemulihan.
Pastikan Anda tetap memenuhi kebutuhan cairan harian melalui:
Pilih makanan yang kaya nutrisi seperti:
Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi virus dengue. Oleh karena itu, tidur dan istirahat yang cukup sangat penting selama masa pemulihan.
Segera hubungi dokter apabila muncul gejala seperti:
Yang terpenting, keputusan kapan infus dilepas harus berdasarkan evaluasi dokter dan kondisi klinis pasien, bukan hanya karena demam telah turun atau trombosit mulai meningkat.
Apabila Anda atau anggota keluarga membutuhkan pemantauan kesehatan di rumah setelah menjalani perawatan demam berdarah, layanan Homecare Lansia dapat menjadi solusi praktis dan nyaman.
Tersedia berbagai layanan kesehatan profesional seperti panggil dokter ke rumah, suntik pelumas sendi, infus vitamin, hingga perawatan intensif bagi lansia dan pasien dengan kebutuhan medis khusus.
Jangan biarkan proses pemulihan terhambat karena kesulitan mendapatkan layanan kesehatan yang tepat. Hubungi Homecare Lansia sekarang untuk berkonsultasi dan mendapatkan perawatan medis profesional langsung di rumah.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dimas Widi Anugrah, yang berpengalaman di bidang emergency, pain management, dan geriatri.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka