Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan fungsi secara alami. Kondisi ini membuat lansia lebih rentan mengalami berbagai penyakit, termasuk herpes zoster atau yang lebih dikenal sebagai cacar ular.
Penyakit ini tidak hanya menimbulkan ruam dan nyeri yang mengganggu, tetapi juga dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup.
Karena itulah, vaksin herpes zoster untuk lansia menjadi salah satu langkah pencegahan yang semakin direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Vaksin ini dirancang untuk membantu tubuh membangun perlindungan terhadap virus penyebab herpes zoster sehingga risiko terkena penyakit maupun komplikasinya dapat berkurang secara signifikan.
Bagi Anda yang memiliki orang tua, kakek, nenek, atau anggota keluarga lanjut usia, memahami manfaat vaksinasi herpes zoster dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mereka di masa tua. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Herpes zoster adalah infeksi yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster, yaitu virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak benar-benar hilang dari tubuh. Virus akan menetap dalam jaringan saraf dan dapat aktif kembali bertahun-tahun kemudian.
Ketika virus aktif kembali, muncul ruam berisi cairan yang biasanya terasa nyeri dan muncul pada satu sisi tubuh atau wajah. Kondisi inilah yang dikenal sebagai herpes zoster atau shingles.
Beberapa gejala herpes zoster meliputi:
Pada lansia, gejala yang muncul sering kali lebih berat dibandingkan kelompok usia yang lebih muda.
Baca juga: Berapa Lama Infus untuk Demam Berdarah Sampai Bisa Dilepas? Ini Jawabannya
Risiko herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini berkaitan dengan penurunan sistem imun yang dikenal sebagai immunosenescence.
Beberapa faktor yang membuat lansia lebih rentan antara lain.
Seiring usia bertambah, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi menurun. Akibatnya, virus varicella-zoster yang selama ini tidak aktif memiliki peluang lebih besar untuk aktif kembali.
Banyak lansia memiliki penyakit kronis seperti:
Kondisi tersebut dapat memperlemah daya tahan tubuh sehingga risiko herpes zoster meningkat.
Beberapa obat yang menekan sistem imun, seperti kortikosteroid jangka panjang atau obat untuk penyakit autoimun, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya herpes zoster.
Karena alasan inilah, vaksin herpes zoster untuk lansia sering direkomendasikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan pada usia lanjut.
Vaksin herpes zoster adalah vaksin yang dirancang untuk membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus varicella-zoster.
Tujuan utama vaksin ini adalah:
Meskipun vaksin tidak dapat menjamin seseorang 100% bebas dari herpes zoster, vaksin terbukti mampu memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap penyakit ini.

Banyak orang menganggap herpes zoster hanya berupa ruam kulit biasa. Padahal, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri hebat yang berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Berikut beberapa manfaat penting vaksin herpes zoster untuk lansia.
Vaksin membantu sistem imun mengenali dan melawan virus penyebab herpes zoster sebelum infeksi berkembang menjadi penyakit.
Dengan perlindungan yang lebih baik, kemungkinan terjadinya herpes zoster dapat berkurang secara signifikan.
Jika seseorang tetap terkena herpes zoster setelah vaksinasi, gejala yang muncul umumnya lebih ringan dibandingkan mereka yang belum divaksin.
Hal ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan.
Salah satu komplikasi paling sering terjadi adalah neuralgia pasca herpetik (postherpetic neuralgia/PHN).
Komplikasi ini menyebabkan nyeri saraf yang menetap selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah ruam menghilang.
Nyeri yang ditimbulkan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas tidur lansia.
Nyeri berkepanjangan akibat herpes zoster dapat membuat lansia kesulitan:
Vaksinasi membantu mengurangi risiko gangguan tersebut sehingga lansia dapat mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik.
Ketika lansia mengalami komplikasi herpes zoster, anggota keluarga sering kali perlu memberikan pendampingan tambahan.
Dengan melakukan pencegahan melalui vaksin herpes zoster untuk lansia, risiko kebutuhan perawatan intensif akibat penyakit ini dapat berkurang.
Tidak semua orang memiliki risiko yang sama terhadap herpes zoster. Seiring bertambahnya usia, kemampuan sistem imun dalam menahan reaktivasi virus penyebab cacar air cenderung menurun.
Karena itulah, vaksin herpes zoster umumnya direkomendasikan untuk kelompok usia tertentu dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Sebelum memutuskan untuk vaksinasi, penting bagi Anda untuk mengetahui siapa saja yang paling dianjurkan mendapatkan perlindungan ini.
Secara umum, vaksin herpes zoster direkomendasikan untuk:
Bahkan jika seseorang pernah mengalami herpes zoster sebelumnya, vaksinasi tetap dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi kemungkinan kekambuhan.
Namun, keputusan vaksinasi sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter agar sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Banyak orang menunggu sampai muncul gejala herpes zoster baru mempertimbangkan vaksinasi. Padahal, vaksin berfungsi sebagai pencegahan, bukan pengobatan.
Waktu terbaik untuk mendapatkan vaksin herpes zoster untuk lansia adalah ketika kondisi tubuh masih relatif sehat dan belum mengalami herpes zoster aktif.
Jika seseorang baru sembuh dari herpes zoster, dokter biasanya akan menentukan waktu yang tepat untuk vaksinasi berdasarkan kondisi klinisnya.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul sebelum vaksinasi adalah mengenai jumlah dosis yang diperlukan. Informasi ini penting diketahui agar perlindungan yang diberikan vaksin dapat bekerja secara maksimal sesuai rekomendasi medis.
Meski jadwal vaksinasi dapat berbeda tergantung jenis vaksin yang digunakan, memahami gambaran umum dosis vaksin herpes zoster akan membantu Anda mempersiapkan proses vaksinasi dengan lebih baik.
Secara umum:
Jadwal vaksinasi dapat bervariasi sehingga penting untuk mengikuti arahan fasilitas kesehatan atau dokter yang menangani.
Keamanan vaksin sering menjadi perhatian utama, terutama bagi lansia yang mungkin memiliki kondisi kesehatan tertentu. Kabar baiknya, vaksin herpes zoster telah melalui berbagai uji klinis dan digunakan secara luas untuk membantu melindungi kelompok usia lanjut dari risiko penyakit yang lebih serius.
Efek samping yang paling sering muncul biasanya bersifat ringan dan sementara, seperti:
Keluhan tersebut biasanya membaik dalam beberapa hari tanpa memerlukan penanganan khusus.
Meski demikian, lansia dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima vaksin.
Meskipun vaksin herpes zoster dapat memberikan manfaat besar bagi lansia, tidak semua kondisi kesehatan memungkinkan seseorang untuk langsung menerima vaksin. Ada beberapa faktor yang perlu dievaluasi terlebih dahulu oleh dokter guna memastikan vaksinasi dilakukan secara aman dan sesuai kebutuhan.
Beberapa kondisi yang perlu dikonsultasikan antara lain:
Pemeriksaan awal membantu memastikan vaksin diberikan secara aman dan tepat.
Baca juga: 7 Obat Demam Berdarah Alami yang Sering Dikonsumsi Saat Pemulihan
Ya, dalam banyak kasus vaksinasi tetap dapat dipertimbangkan. Sebagian orang mengira bahwa setelah pernah mengalami herpes zoster, tubuh akan kebal sepenuhnya terhadap penyakit tersebut.
Meskipun seseorang pernah mengalami herpes zoster, virus penyebabnya masih dapat menetap di dalam tubuh dan berpotensi aktif kembali.
Karena itu, dokter dapat merekomendasikan vaksinasi setelah pasien dinilai cukup pulih dari episode herpes zoster sebelumnya.
Vaksinasi merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan lansia, tetapi bukan satu-satunya. Kesehatan yang optimal juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, mulai dari pola makan hingga gaya hidup sehari-hari.
Vaksin merupakan salah satu bentuk perlindungan penting, tetapi tetap perlu didukung dengan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain.
Pastikan lansia mendapatkan asupan:
Nutrisi yang baik membantu menjaga sistem imun tetap optimal.
Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai, senam lansia, atau peregangan dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Kontrol rutin terhadap diabetes, hipertensi, atau penyakit lainnya dapat membantu mengurangi risiko komplikasi kesehatan.
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Selain vaksinasi, kesehatan lansia juga perlu didukung dengan pola makan bergizi, aktivitas fisik yang sesuai, istirahat cukup, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Jika Anda memiliki orang tua atau anggota keluarga lanjut usia yang membutuhkan pemantauan kesehatan lebih intensif di rumah, Homecare Lansia dapat menjadi solusi praktis dan nyaman.
Layanan yang tersedia mencakup panggil dokter ke rumah, suntik pelumas sendi, infus vitamin, hingga perawatan intensif sesuai kebutuhan pasien.
Dengan dukungan tenaga kesehatan profesional, lansia dapat memperoleh perawatan yang lebih optimal tanpa harus sering keluar rumah.
Ingin memberikan perawatan terbaik untuk orang tua atau anggota keluarga tercinta? Konsultasikan kebutuhan perawatan lansia Anda bersama tim Homecare Lansia dan temukan layanan yang paling sesuai untuk mendukung kesehatan serta kenyamanan mereka di rumah.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Dimas Widi Anugrah, yang berpengalaman di bidang emergency, pain management, dan geriatri.
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka