Masih Banyak yang Salah Kaprah! GERD dan Maag Ternyata Beda Jauh

homecarelansia.com – Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak yang menganggap bahwa GERD dan maag adalah penyakit yang sama. Keduanya memang sama-sama menyerang saluran pencernaan dan sering menimbulkan rasa tidak nyaman di perut atau dada.

Namun faktanya, perbedaan GERD dan maag cukup jauh, baik dari penyebab, gejala, maupun risiko komplikasi nya. Salah paham mengenai hal ini bisa berakibat pada penanganan yang kurang tepat, bahkan berbahaya jika dibiarkan, apalagi pada kelompok lansia yang lebih rentan.

Membedakan GERD dan maag bukan sekadar soal istilah medis, tapi juga penting demi keselamatan dan kenyamanan hidup. Nah, di artikel kali Home Care Lansia Jakarta akan membahasnya lebih lanjut. Yuk, simak terus!

Apa Itu Maag (Dispepsia)?

Sebelum membahas lebih jauh tentang perbedaan GERD dan maag, mari pahami dulu apa itu maag. Dalam istilah medis, maag dikenal sebagai dispepsia, yaitu kumpulan gejala akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan bagian atas, khususnya lambung.

Gejala yang biasa muncul antara lain nyeri di ulu hati, perut terasa kembung, mual, muntah, cepat kenyang, hingga sering bersendawa. Perlu diketahui, maag bukanlah satu penyakit spesifik, melainkan sindrom yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Penyebabnya meliputi pola makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas atau berlemak, stres, infeksi bakteri Helicobacter pylori, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

Pada lansia, maag kerap muncul akibat menurunnya fungsi pencernaan dan penggunaan obat kronis yang mengiritasi lambung.

Apa Itu GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)?

Sekilas memang mirip, namun GERD berbeda dengan maag. GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah penyakit kronis yang terjadi karena asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus).

Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya otot sfingter bawah esofagus, yang seharusnya berfungsi mencegah isi lambung naik kembali.

Gejala khas GERD adalah sensasi terbakar di dada (heartburn) dan regurgitasi, yaitu isi lambung yang naik ke kerongkongan atau mulut. Pada beberapa pasien juga disertai kesulitan menelan, batuk kronis, bahkan sesak napas.

Pada lansia, GERD sering muncul karena melemahnya otot sfingter serta adanya penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi. Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memperparah kondisi ini.

Baca Juga: GERD pada Lansia: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganan

Perbedaan GERD dan Maag

Memahami perbedaan GERD dan maag sangat penting, terutama bagi lansia yang lebih rentan mengalami komplikasi. Dengan mengetahui letak perbedaannya, kita bisa memberikan penanganan yang tepat sejak awal dan mencegah kondisi semakin parah.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa aspek utama yang membedakan GERD dan maag:

  • Lokasi utama gejala

    • Maag menyerang lambung (perut bagian atas atau ulu hati).

    • GERD terjadi pada kerongkongan akibat naiknya asam lambung.

  • Penyebab utama

    • Maag disebabkan oleh peradangan lambung, infeksi, pola makan tidak sehat, atau efek obat-obatan.

    • GERD disebabkan oleh melemahnya sfingter esofagus yang membuat asam lambung naik ke atas.

  • Gejala khas

    • Maag ditandai nyeri ulu hati, kembung, mual, muntah, cepat kenyang, dan sering bersendawa.

    • GERD ditandai heartburn, regurgitasi (asam lambung naik), nyeri dada, batuk kronis, atau sesak.

  • Komplikasi

    • Maag dapat berkembang menjadi tukak lambung atau perdarahan.

    • GERD dapat menimbulkan esofagitis, striktur, hingga Barrett’s esophagus.

  • Penanganan utama

    • Maag ditangani dengan obat lambung, antibiotik bila ada infeksi, serta perbaikan pola makan.

    • GERD membutuhkan obat penekan asam, perubahan gaya hidup, bahkan operasi pada kasus berat.

  • Risiko pada lansia

    • Maag pada lansia sering muncul akibat fungsi lambung menurun dan konsumsi obat jangka panjang.

    • GERD lebih berisiko menimbulkan komplikasi karena sering disertai penyakit penyerta.

Melihat poin-poin di atas, jelas bahwa perbedaan GERD dan maag tidak bisa dianggap sepele.

Mengapa Perbedaan Ini Penting bagi Lansia?

Memahami perbedaan GERD dan maag tidak hanya penting secara medis, tetapi juga dapat menyelamatkan kesehatan lansia. Sistem pencernaan mereka sudah melemah sehingga risiko komplikasi lebih besar.

Jika GERD tidak ditangani, bisa muncul radang kerongkongan hingga perubahan sel pada esofagus yang berpotensi menjadi kanker. Sementara maag yang dibiarkan bisa menyebabkan tukak lambung atau perdarahan.

Pada kelompok lansia, kondisi ini semakin berbahaya karena sering kali mereka juga mengonsumsi obat-obatan jangka panjang yang dapat memperburuk pencernaan. Karena itu, pemeriksaan medis sejak dini sangatlah penting.

Baca juga: Homecare Lansia: Solusi Terbaik untuk Perawatan di Rumah

Penanganan GERD dan Maag

Penanganan tidak bisa disamakan karena akar masalah berbeda. Pada maag, fokus ada pada perbaikan pola makan, menghindari makanan pemicu, dan penggunaan obat lambung. Jika ada infeksi H. pylori, dokter biasanya meresepkan antibiotik.

Sedangkan pada GERD, penanganan lebih kompleks. Lansia perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti tidak berbaring setelah makan, menghindari kopi dan cokelat, serta menjaga pola tidur.

Obat penekan asam seperti PPI sering diberikan, bahkan operasi bisa dipertimbangkan pada kasus tertentu.

Nah, bagi keluarga yang merawat lansia dengan masalah pencernaan seperti GERD atau maag, Home Care Lansia Jakarta hadir sebagai solusi yang siap mendampingi dengan layanan medis dan perawatan yang aman dan terpercaya. Yuk, hubungi untuk konsultasi lebih lanjut!

Perawatan medis saat ini tidak harus selalu dilakukan di rumah sakit. Dengan memahami cara panggil dokter ke rumah, Anda bisa memberikan layanan kesehatan yang nyaman, praktis, dan personal untuk orang tua tercinta.

Jika Anda sedang mencari layanan homecare dan vaksin rabies Jakarta yang profesional, aman, dan terpercaya, Homecare Lansia bisa menjadi solusi terbaik.

Dengan tenaga medis berpengalaman dan pendekatan pelayanan yang ramah bagi lansia, Anda dapat merasa lebih tenang karena kesehatan orang tua berada dalam tangan yang ahli.

Mari wujudkan perawatan yang lebih hangat, lebih nyaman, dan lebih dekat, langsung dari rumah Anda sendiri, bersama Homecare Lansia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Home Care Lansia Official

Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka

Promo Jangan tampilkan lagi Saya Ikut
Chat WhatsApp
WhatsApp