Demam sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh saat melawan infeksi. Namun, saat hal ini terjadi pada orang lanjut usia, situasinya bisa jauh lebih rumit. Demam pada lansia sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, dan justru bisa menandakan adanya penyakit serius di baliknya.
Lansia memiliki daya tahan tubuh yang menurun, metabolisme yang melambat, serta sistem pengatur suhu yang tidak seefisien dulu. Akibatnya, mereka bisa mengalami infeksi berat meskipun suhu tubuh hanya naik sedikit.
Karena itu, penting bagi Anda untuk memahami bagaimana mengenali, mengatasi, dan mencegah kondisi demam pada usia lanjut agar tidak berujung fatal.

Pada orang muda, demam sering kali menandakan bahwa sistem imun sedang aktif bekerja. Namun pada lansia, sistem kekebalan tubuh yang sudah melemah membuat reaksi terhadap infeksi tidak sekuat dulu.
Itulah sebabnya demam pada lansia bisa muncul dengan suhu rendah, bahkan kadang tanpa demam sama sekali meskipun tubuh sedang terinfeksi parah.
Selain itu, faktor lain seperti konsumsi obat-obatan, gangguan kronis (misalnya diabetes, jantung, atau ginjal), dan dehidrasi juga dapat memperburuk kondisi.
Tubuh lansia tidak lagi mampu bereaksi cepat terhadap perubahan suhu, sehingga setiap peningkatan panas tubuh harus dianggap serius.
Baca juga: 12 Snack untuk Lansia yang Sehat, Lembut, dan Aman untuk Pencernaan

Demam tidak selalu datang tanpa alasan. Pada lansia, peningkatan suhu tubuh bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh.
Ada banyak hal yang bisa menyebabkan demam pada lansia, dan sebagian besar berkaitan dengan infeksi. Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan:
Infeksi saluran kemih (ISK)
ISK menjadi penyebab utama demam pada kelompok usia lanjut, terutama wanita. Gejalanya kadang samar, seperti frekuensi buang air kecil meningkat, urine keruh, atau muncul kebingungan mendadak.
Pneumonia atau infeksi paru-paru
Salah satu penyebab serius demam pada lansia adalah pneumonia. Lansia sering tidak menunjukkan batuk atau demam tinggi, tapi bisa tampak sangat lemas dan kehilangan nafsu makan.
Infeksi kulit atau luka yang tak kunjung sembuh
Luka kecil pada kaki atau tangan bisa berkembang menjadi infeksi bila tidak dirawat dengan baik, apalagi pada lansia dengan sirkulasi darah buruk.
Infeksi pencernaan
Makanan yang tidak higienis atau sistem pencernaan yang lemah bisa menyebabkan diare, mual, dan demam ringan hingga sedang.
Efek samping obat-obatan tertentu
Beberapa obat dapat menimbulkan reaksi demam ringan sebagai efek samping, sehingga perlu pemantauan dokter bila suhu tubuh meningkat setelah konsumsi obat baru.
Tidak semua gejala demam terlihat jelas pada usia lanjut. Bahkan, lansia bisa mengalami infeksi berat tanpa demam tinggi seperti orang muda. Karena itu, penting bagi Anda untuk lebih peka terhadap perubahan kecil pada perilaku atau kondisi fisik lansia.
Mendeteksi demam pada lansia tidak selalu mudah. Suhu tubuh mungkin tidak terlalu tinggi, tetapi kondisi tubuh bisa menurun drastis. Beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan antara lain:
Kebingungan atau disorientasi mendadak
Nafsu makan hilang
Tubuh sangat lemas atau sulit bergerak
Napas cepat atau sesak
Kulit terasa dingin atau berkeringat berlebihan
Perubahan perilaku, seperti mudah marah atau mengantuk terus-menerus
Jika satu atau lebih gejala tersebut muncul, sebaiknya jangan menunggu lama. Segera konsultasikan ke dokter agar penyebabnya bisa ditemukan dengan cepat.

Ketika suhu tubuh lansia mulai naik, kepanikan sering kali muncul. Namun, tidak semua kondisi harus langsung dibawa ke rumah sakit. Ada langkah-langkah sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu menurunkan demam dan menjaga tubuh lansia tetap nyaman.
Bila demam pada lansia masih tergolong ringan dan tidak disertai gejala serius, Anda bisa melakukan beberapa langkah perawatan di rumah:
Pastikan cairan tubuh tercukupi
Lansia rentan dehidrasi, terutama saat demam. Ajak mereka minum air hangat, jus buah tanpa gula, atau kuah bening secara rutin.
Gunakan pakaian yang ringan dan nyaman
Hindari selimut tebal atau pakaian berlapis-lapis. Biarkan tubuh mendapatkan sirkulasi udara yang baik agar panas bisa keluar.
Kompres hangat di area dahi atau ketiak
Kompres hangat dapat membantu menurunkan suhu tubuh tanpa membuat tubuh menggigil.
Berikan makanan bergizi
Pilih makanan yang mudah dicerna seperti bubur, sup ayam, atau sayur rebus agar tubuh tetap mendapat energi.
Istirahat cukup
Tidur dan istirahat adalah cara terbaik agar sistem imun bekerja maksimal melawan infeksi penyebab demam.
Namun, jika suhu tubuh tidak turun dalam 24 jam, atau muncul gejala seperti sesak napas, kejang, atau penurunan kesadaran, segera hubungi tenaga medis profesional. Demam pada lansia bisa berkembang cepat menjadi infeksi berat bila tidak segera ditangani.
Meski sebagian demam pada lansia bisa diatasi di rumah, ada kalanya kondisi memerlukan perhatian medis segera. Tidak semua demam pada lansia bisa diatasi dengan perawatan rumahan.
Beberapa kondisi berikut menandakan bahwa bantuan medis sangat diperlukan:
Suhu tubuh lebih dari 38°C selama dua hari atau lebih
Lemas ekstrem hingga sulit berdiri
Tidak mau makan dan minum sama sekali
Napas pendek, batuk berat, atau nyeri dada
Terjadi kebingungan mendadak
Riwayat penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal, atau gangguan jantung
Pada situasi seperti ini, pemeriksaan dokter sangat penting untuk mengetahui penyebab pastinya. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah, urine, atau rontgen dada untuk memastikan sumber infeksi.
Baca juga: Mau Panggil Dokter ke Rumah Jakarta? Cek Informasinya di Sini!
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Dengan pola hidup sehat dan perawatan yang konsisten, demam pada lansia sebenarnya bisa diminimalkan.
Agar demam pada lansia tidak mudah terjadi, Anda bisa menerapkan beberapa kebiasaan sehat berikut:
Berikan makanan bergizi seimbang, dengan asupan protein, vitamin, dan mineral yang cukup.
Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan, terutama saat musim hujan atau flu.
Lakukan vaksinasi rutin, seperti vaksin flu tahunan atau vaksin pneumonia.
Cukupkan waktu istirahat dan bantu lansia melakukan olahraga ringan seperti jalan pagi.
Pantau suhu tubuh secara berkala, terutama bila mereka tampak lemas atau kehilangan nafsu makan.
Langkah sederhana ini bisa membantu memperkuat daya tahan tubuh lansia dan mencegah munculnya demam akibat infeksi.
Jika Anda membutuhkan bantuan medis tanpa harus ke rumah sakit, Homecare Lansia siap membantu Anda. Layanan ini menyediakan panggil dokter ke rumah, infus nutrisi, hingga infus albumin yang dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan profesional dan berpengalaman.
Melalui layanan ini, Anda bisa memberikan perawatan terbaik bagi orang tua tercinta dengan lebih nyaman dan aman di rumah. Menjaga kesehatan lansia bukan sekadar tugas, tapi bentuk kasih sayang yang nyata.
Dengan perhatian Anda dan dukungan dari layanan profesional seperti Homecare Lansia, setiap masa tua bisa tetap sehat dan penuh ketenangan. Segera hubungi tim Homecare Lansia untuk konsultasi lebih lanjut!
Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka
2 thoughts on “Demam pada Lansia: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya”