Lansia Sulit BAB? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

lansia

Pernahkah Anda mendengar keluhan orang tua yang mengatakan perutnya terasa penuh atau keras? Kondisi seperti ini sering kali terkait dengan lansia sulit BAB.

Walaupun terdengar sederhana, masalah susah buang air besar pada usia lanjut bisa menurunkan semangat, kenyamanan, bahkan kesehatan secara keseluruhan.

Sebagai generasi milenial yang semakin banyak berperan dalam merawat orang tua, memahami penyebab dan solusi lansia sulit BAB adalah langkah penting agar mereka tetap sehat dan bahagia.

Mengapa Lansia Rentan Sulit BAB?

Mengapa Lansia Rentan Sulit BAB?
Mengapa Lansia Rentan Sulit BAB?

Hal sederhana seperti buang air besar bisa berubah menjadi tantangan yang cukup mengganggu. Itulah mengapa banyak orang tua mengalami lansia sulit BAB.

Proses pencernaan tidak seefisien ketika muda. Inilah sebabnya lansia sulit BAB menjadi keluhan umum. Beberapa pemicu utamanya antara lain:

  • Kurang asupan serat: lansia cenderung memilih makanan lembut atau instan yang rendah serat.

  • Asupan cairan minim: rasa haus berkurang seiring bertambahnya usia sehingga tubuh sering kekurangan cairan.

  • Kurang bergerak: otot usus memerlukan aktivitas fisik agar berfungsi optimal. Gaya hidup pasif membuat feses sulit keluar.

  • Efek obat-obatan: obat tertentu, seperti penghilang nyeri atau suplemen zat besi, dapat memperparah sembelit.

  • Kondisi medis: penyakit kronis, misalnya diabetes atau gangguan tiroid, juga berkontribusi terhadap masalah lansia sulit BAB.

Baca juga: Menjaga Orang Tua dengan Perawatan Jangka Panjang Lansia di Era Modern

Apa Dampaknya Jika Dibiarkan?

Apa Dampaknya Jika Dibiarkan?
Apa Dampaknya Jika Dibiarkan?

Mungkin Anda berpikir susah buang air besar hanyalah masalah kecil. Namun, ketika kondisi lansia sulit BAB dibiarkan begitu saja, dampaknya bisa berlipat ganda.

Mulai dari rasa nyeri yang mengganggu aktivitas harian, hingga risiko penyakit lain yang lebih serius. Faktanya, lansia sulit BAB dapat berujung pada berbagai komplikasi, misalnya:

  • Rasa nyeri perut dan kembung yang mengganggu tidur.

  • Risiko wasir akibat mengejan terlalu keras.

  • Hilangnya nafsu makan yang memperburuk kondisi gizi.

  • Penurunan energi dan kualitas hidup sehari-hari.

Masalah yang terus berulang tidak hanya membuat lansia menderita, tapi juga membuat Anda sebagai pendamping merasa cemas.

Cara Mengatasi Lansia Sulit BAB Sehari-hari

Cara Mengatasi Lansia Sulit BAB Sehari-hari
Cara Mengatasi Lansia Sulit BAB Sehari-hari

Kabar baiknya, masalah lansia sulit BAB tidak selalu harus berujung pada pengobatan medis. Banyak langkah sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu orang tua merasa lebih lega.

Berikut beberapa langkah praktis yang bisa Anda terapkan di rumah untuk mengurangi risiko lansia sulit BAB:

  1. Tambahkan makanan kaya serat. Sajikan buah segar, sayuran hijau, dan biji-bijian seperti oatmeal.

  2. Ajak minum cukup cairan. Air putih adalah pilihan terbaik, tapi bisa juga jus tanpa gula atau sup hangat agar variasi lebih menarik.

  3. Dorong aktivitas ringan seperti jalan santai di halaman atau peregangan setiap pagi bisa membantu melancarkan pergerakan usus.

  4. Biasakan orang tua ke toilet di jam tertentu, misalnya setelah sarapan, agar tubuh memiliki pola yang teratur.

  5. Perhatikan obat yang dikonsumsi. Jika Anda mencurigai obat tertentu menyebabkan sembelit, segera konsultasikan dengan dokter.

Dengan konsistensi, banyak kasus lansia sulit BAB dapat berkurang tanpa harus menunggu parah.

Baca juga: Ketahui Alat Sedot Dahak untuk Lansia dan Pasien Gangguan Pernapasan

Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua kasus lansia sulit BAB bisa dianggap sepele. Ada kalanya keluhan ini justru menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Meski umumnya bisa ditangani dengan perubahan gaya hidup, lansia sulit BAB terkadang membutuhkan perhatian medis serius, terutama jika muncul tanda-tanda berikut:

  • Tidak buang air besar lebih dari tiga hari berturut-turut.

  • Perut terasa sangat nyeri atau disertai muntah.

  • Feses bercampur darah atau lendir.

  • Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas.

Jika Anda merasa kewalahan menangani masalah lansia sulit BAB di rumah, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Homecare Lansia hadir dengan layanan panggil dokter ke rumah, sehingga Anda tidak perlu repot membawa orang tua ke klinik atau rumah sakit.

Selain itu, tersedia pula layanan infus nutrisi yang membantu menjaga asupan gizi lansia tetap optimal. Nutrisi yang cukup dapat memperbaiki fungsi pencernaan sekaligus mencegah masalah berulang.

Segera hubungi Homecare Lansia sekarang dan pastikan orang tua Anda mendapatkan perawatan terbaik tanpa ribet!

2 thoughts on “Lansia Sulit BAB? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Home Care Lansia Official

Tim kami yang terlatih memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia dan keluarga mereka

Promo Jangan tampilkan lagi Saya Ikut
Chat WhatsApp
WhatsApp